Hidup di Tengah Sampah, Mau?

Sungguh pelik jika harus membahas hal yang satu ini, yaitu sampah. Ya, sampah, bukan sampah dengan makna apa-apa, akan tetapi sampah. Benda yang membuat lingkungan kita menjadi tidak bersih, alias kotor bin kumuh. An terinspirasi membuat postingan ini karena melihat benda ini dimana-mana, di lingkungan mana saja, di INDONESIA tercinta ini. Ya meskipun An main paling jauh baru ke Bandung dan kota sekitarnya, akan tetapi An pun lihat juga di televisi dan media lainnya. Sampah di negeri ini memang masih belum terurus dengan baik, mulai dari pengelolaannya dalam skala besar, hingga ke individu masing-masing yang kepeduliannya masih sangat kurang akan kebersihan lingkungan.

An hanya merindukan negeri ini, minimal Padang, atau Sumatera Barat ini saja lah.. Bersih. Bersih dari Sampah. Meskipun sudah menang piala Adipura beberapa kali, tapi An rasa kebersihan kota ini meski ditingkatkan lagi. Pasalnya di jalan-jalan kecil pinggiran kota masih subur dengan benda-benda berbau tak sedap ini. Bahkan kali di depan kampus saya saja (baca: FK Unand di Jati, yang berada di pusat kota), atau di depan RSUP M.DJamil Padang, airnya sudah menghijau dan aromanya masya Allah. Apalagi di pasar, waduh. Coba lah sesekali lihat ke luar rumah, lihat pinggir jalan, sampah bertebaran. Lihat selokan, masih sampah lagi. Lihat kali, sampah juga isinya. Kemana-mana sampah ini masih saja berserakan. Kapan ya Indonesia ini bisa pandai mengelola sampah ini? Toh sehari-hari sebagian besar masyarakat masih saja membuang sampah tidak pada tempatnya.

An juga mau membandingkan kondisi pelik ini dengan negara tetangga kita saja lah..Singapura. Singapura berhasil menciptakan lingkungan yang sangat bersih, sesuai dengan semboyannya, Singapore, Clean and Green. Ya, keseriusan pemerintah dan individu orang Singapura ini memang membuahkan hasil, menjadi salah satu Negara dengan Kota terbersih di dunia.

bersihnya kota singapura
Kotak sampah yang disediakan di pinggiran jalan kota Singapura, menjaga kota agar tetap bersih
Semboyan bentuk keseriusan pemerintah Singapura terhadap kebersihan

Itu masih Singapura, negara tetangga Indonesia. Belum lagi negara-negara lain di belahan dunia yang sangat serius memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka. Kapan ya kita bisa sadar sepenuhnya? Hm.. sulit memang, jika harus mengedukasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang jumlahnya berpuluh-puluh juta jiwa ini. Tapi setidaknya, kita yang memiliki kesadaran akan hal ini, seminimal-minimalnya bisa menjaga hal ini, mulai dari membiasakan diri di rumah dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak sembarangan.

Mungkin masalahnya jua adalah sarana pembuangan sampah itu yang masih belum terpenuhi dengan baik oleh pemerintah kita. Tong sampah harusnya disediakan di tempat-tempat strategis di setiap sudut jalan kota, minimal di trotoar-trotoar jalanan. Atau bikin sebuah pusat pengolahan sampah yang bisa dijadikan pembangkit tenaga listrik. An rasa kita punya potensi yang besar untuk itu, supaya pemadaman listrik bisa diminimalisir. Itu lah, kenapa ya pemerintah ni ngotot juga bikin PLTN yang bahan baku uranium tu, padahal uranium tu juga bahan yang tidak bisa diperbaharui. Dan padahal Indonesia masih kaya dengan bahan baku alam lainnya yang bisa diperbaharui, contohnya saja sampah ini. Sampah ini pasti akan selalu ada dan sekarang saja jumlahnya sudah sangat banyak, tapi kenapa belum jua didayagunakan? Hah.. Rakyat biasa kayak an ni emang baru pandai komentar doang. Hehe..

Sudahlah kalau urusan pemerintah, percayakan saja lah pada mereka. Sekarang tergantung individu masing-masing saja. Maukah kita jika hal ini akan terus berlanjut? Maukah kita hidup di tengah sampah dan lingkungan tidak bersih? Kalau an sih nggak. :P So, yuk mulai sekarang kita sama-sama menyadarkan diri, agar suatu saat lingkungan kita juga bisa bersih seperti negeri orang itu. Wallahu’alam.

”Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR. Tirmidzi)

About these ads

2 thoughts on “Hidup di Tengah Sampah, Mau?

  1. yup sepakat an,
    mulai dari sekarang, dari diri ini dan dari hal yang kecil…
    btw, kpan ya padang bisa seperti singapura dalam menjaga kebersihan lingkungan?hehe…

    Like

  2. ya kak, mulai dari hal yang sederhana spt ini.. paling tidak diri kita sendiri sj dulu, n kalo bs qt ajak org terdekat qt, minimal keluarga kita.
    padang bisa jika masyarakat dan pemerintahnya sadar. itu bisa direalisasikan sebenarnya dalam hitungan hari, asal ya itu. SADAR. tapi pertanyaannya, kapan kita sadarnya?? hha :P

    mudah2an bermanfaat. Syukrn la mampir kkak.. :D

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s