Bioproses Manusia dalam Kandungan

Bioproses adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan proses perkembangan suatu organisme mulai dari masa fertilisasi sampai lahir ke dunia. Tahapan-tahapan bioproses yakni dari molekuler berkembang menjadi sel, jaringan, organ, sistem organ dan terakhir menghasilkan organisme. Bioproses pada manusia diartikan sebagai proses perkembangan pada manusia mulai dari pembuahan sampai ke tingkat kelahiran. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

a.MOLEKULER

Molekul adalah kumpulan atom yang terikat secara kimia dan memiliki fungsi tertentu. Molekuler penyusun tubuh manusia sebagian besar merupakan molekul biologis penunjang kehidupan seperti H2O, O2, asam amino, dll.

Molekul pembentuk sel zigot sebenarnya telah ada dari spermatozoa dan ovum yang berfertilisasi.

b. SEL

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Secara umum setiap sel memiliki

  • membran sel
  • sitoplasma, dan
  • inti sel atau nukleus.

Terbagi 2 : sel eukariotik dan prokariotik.

Sel pertama pembentuk manusia adalah sel zigot, yakni sel yang berasal dari hasil fertilisasi sel telur dan sperma. Selanjutnya sel membelah secara mitosis dan semakin memperbanyak diri sehingga suatu saat terbentuk kondisi dimana sel mengalami gastrulasi dan tubulasi dan organogenesis.

c. JARINGAN

Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga.

  1. Jaringan epitel. Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresidan penyerapan.
  2. Jaringan pengikat. Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
  3. Jaringan otot. Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
  4. Jaringan saraf. adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.

Jaringan mulai terbentuk dalam fase gastrulasi dan tubulasi, serta semakin berkembang pada masa organogenesis untuk membentuk organ.

d. ORGAN


Organ merupakan bagian tubuh yang memiliki satu atau lebih fungsi tertentu. Penyusun organ adalah beberapa jenis jaringan yang terorganisir dan saling berkaitan satu dg lainnya. Contoh: usus halus, berfungsi mencerna dan menyerap sari-sari makanan. Struktur usus halus terdiri dari jaringan otot, jaringan epitel, jaringan ikat, dan jaringan saraf.

Organ mulai dibentuk pada fase organogenesis, dan selanjutnya kian berkembang dan berkomunikasi satu dengan yang lain membentuk sistem organ.

e. SISTEM ORGAN

Sistem organ merupakan gabungan dari berbagai organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu. Berikut ini berbagai sistem dalam tubuh beserta fungsinya dan organ penyusunnya:

  1. Gerak (Fungsi: penyokong, pelindung organ internal, alat gerak; Penyusun: tulang & otot)
  2. Sirkulasi (Fungsi: transportasi darah dan cairan limfa; Penyusun: jantung, pembuluh darah, pembuluh limfa, darah.)
  3. Saraf (Fungsi: koordinasi aktifitas tubuh; Penyusun: otak, 12 pasang saraf kranial, 31 pasang saraf spinal, sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik)
  4. Kelenjar buntu (endokrin) (Fungsi: menghasilkan hormon untuk mendorong pertumbuhan, perkembangan dan koordinasi aktifitas tubuh; Penyusun: kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar pituitari dan kelenjar adrenal)
  5. Respirasi (Fungsi: bernapas (pertukaran udara); Penyusun: hidung, tenggorokan/trakea, paru-paru)
  6. Pencernaan (Fungsi: memproses makanan; Penyusun: mulut, faring, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, anus, kelenjar pencernaan)
  7. ekskresi (Fungsi: pengeluaran sisa-sisa metabolisme, mengatur keseimbangan osmotik darah; Penyusun: ginjal, ureter, kantong kemih, uretra)
  8. Reproduksi (Fungsi: perkembangbiakan; Penyusun: organ kelamin pada jantan (penis, testis) dan betina (ovarium, uterus))
  9. Kulit (integumen) (Fungsi: pelindung tubuh; Penyusun: kulit dan derivatnya.)

Kumpulan sistem-sistem organ di dalam tubuh pada akhirnya membentuk suatu fungsi yang terkoordinir dalam satu bentuk yang disebut organisme. Organisme akan terbentuk setelah fetus dilahirkan dari kandungan.

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s