Mentawai, Surga yang Penuh Dilema

Tsunami telah menerjang Kepulauan Mentawai Senin malam lalu. Tsunami itu dipicu gempa berkekuatan 7,2 skala Richter di sebelah barat pulau itu. Hingga kemarin, Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mentawai di Sikakap mencatat ada 413 korban tewas dan 163 orang hilang akibat tsunami tersebut. Angka berbeda disampaikan oleh Bupati Mentawai, Edison Seleubaja. Menurut dia, korban tewas mencapai 498 orang dan hilang 212 orang. “Para pengungsi masih tersebar di pulau-pulau tempat mereka tinggal,” kata Edison saat dihubungi kemarin. (www.tempointeraktif.com – MINGGU, 31 OKTOBER 2010 | 08:11 WIB)

Mentawai, sebuah deretan kepulauan di semenanjung barat Pulau Sumatera, yang merupakan bagian dari Propinsi Sumatera Barat ini, terkenal dengan pemandangan alamnya yang eksotis, bersih dan menyejukkan. Bahkan dunia mengakui bahwa ombak lautan kepulauan ini adalah yang terbaik ketiga di dunia. Sekilas kepulauan ini terlihat begitu anggun di deretan pinggir barat Indonesia, dengan keempat pulaunya yang utama, Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan. Kepulauan ini merupakan bagian dari serangkaian pulau non-vulkanik, dan merupakan puncak-puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut.

Namun sekarang sebagian besar orang sudah mengetahui, apa yang terjadi di kepulauan ini. Ya.., gempa besar disusul tsunami memporak-porandakan negeri tersebut. Kejadiannya pada Senin Malam, tanggal 25 Oktober 2010, pukul 21:42:20 WIB, dengan kekuatan 7,2 Skala Richter (BMKG) bahkan 7,7 SR versi USGS Amerika di 78 km barat daya Pagai Selatan, dengan kedalaman hanya 10 km. Informasi mengenai ada tidaknya tsunami memang terlambat diketahui karena minimnya sarana telekomunikasi di daerah tersebut, yang pada akhirnya diketahui setelah adanya pengakuan dari warga negara Australia yang sedang berwisata di sana. Akibat bencana ini, kondisi Kepulauan Mentawai sekarang benar-benar memprihatinkan.

Kapal MV Midas dan Freedom 111 tidak menyadari bahwa pada Senin malam, pukul 21.42 WIB, terjadi gempa berkekuatan 7,7 SR terjadi di dasar Samudera Hindia. Sekitar 15 menit kemudian, muncul gelombang raksasa dan melibas semua yang dilaluinya.

Kapten kapal Midas, Rick Hallet, mengatakan bahwa para penumpangnya yang terdiri dari sembilan warga Australia sedang bersantai di geladak saat mereka merasakan guncangan yang diikuti oleh suara bergemuruh.

“Kami merasakan sedikit guncangan di bawah kapal, lalu dalam hitungan menit kami mendengar suara bergemuruh yang hebat,” ujar Hallet seperti dilansir dari laman harianCouriermail.

Hallet langsung dapat menduga bahwa yang didengarnya adalah gemuruh tsunami, dan dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Saya langsung mengira bahwa itu adalah tsunami dan melihat ke laut. Saat itulah kami melihat tembok air berwarna putih menuju ke arah kami,” ujar Hallet dari kediamannya di Sydney.

“Pantai hanya berjarak beberapa ratus meter dan dinding air putih itu melaju dari arah lain. Sangat menakutkan,” lanjut Hallet lagi.

KAMIS, 28 OKTOBER 2010, 11:44 WIB | Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu – vivanews.com

dokumentasi vivanews.com

Demikianlah, sekali lagi Ranah Minang diurung petaka. Entah untuk sekian kalinya, negeri ini seakan tak luput dari bencana. Mari kita galakkan pengumpulan bantuan untuk para korban yang selamat, untuk membantu saudara-saudara kita disana. Untuk itu BSMI Cabang Padang membuka posko bantuan bencana sebesar-besarnya. Silahkan kirimkan donasi anda untuk korban Gempa dan Tsunami Mentawai ke :

BNI Syari’ah cabang Padang no rekening 0136342394 atas nama BULAN SABIT MERAH INDONESIA CABANG PADANG atau ke BNI Syariah cabang Padang no rek 0184488847 atas nama ELDI SAUMA.

Syukran jazakillah.. semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Mentawai dan semoga setiap bantuan yang kita berikan mendapat balasan yang terbaik disisi Allah. Amin.. Wallahu’alam.😀

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s