Allah Hanya Ingin Kita Ikhlas Mencintai-Nya

Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian (QS. 37:99-108)

Demikianlah, Allah swt menceritakan kepada kita akan besarnya harapan dan pengorbanan yang dilakukan oleh Ibrahim Alahissalam.. Tatkala beliau telah berusia senja, harapan dan keinginan memiliki seorang anak belum jua terwujud, hingga beliau berdo’a dan Allah menunjukkan kebesaran-Nya. Ismail pun terlahir dari seorang wanita pilihan, Siti Hajar. Ismail yang tampan, tumbuh menjadi anak yang gagah dan shalih, penuh kesabaran dan keikhlasan. Hingga suatu ketika Allah swt kembali menguji Ibrahim Alahissalam untuk menyembelih anak satu-satunya itu, demi membuktikan seberapa besar cinta dan keikhlasan beliau akan Allah swt.

Namun, semua itu adalah skenario Allah, yang akan ditunjukkan kepada seluruh dunia tentang betapa pentingnya makna sebuah ‘keikhlasan’. Ya, tatkala Ismail yang shalih hendak disemblih, Allah menggantinya dengan seekor qibas. Ismail pun selamat. Kisah ini kemudian diabadikan dengan ibadah haji, dan ibadah qurban, sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam. Sepuluh Dzulhijjah pun ditetapkan menjadi Hari Raya Idul Adha, atau Idul Qurban, yang menjadi hari raya terbesar bagi umat Islam setelah Idul Fitri.

Sahabat fillah, sebenarnya banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah ini. Salah satunya yang saya sebut dengan ‘keikhlasan’. Ketika diri ini lupa dengan tujuan, larut dengan permasalahan, dan sesak oleh problema kehidupan, memang kisah ini adalah kisah yang tepat untuk kembali direnungkan. Bagi mahasiswa seperti saya misalnya, yang selama ini mengalami hal yang mungkin juga dirasakan oleh rekan-rekan mahasiswa yang lain, dimana kewajiban kita menuntut ilmu, kebutuhan kita akan organisasi, masalah pribadi dan realita kehidupan yang bisa dibilang rumit, seringkali membuat alur hidup kita terombang-ambing dan menggoyahkan keikhlasan. Kita terkadang ingin hidup bebas, dan berbuat semaunya. Kita pun terkadang sering merasa lelah, dan tak jarang meneteskan air mata. Namun sahabat, percayalah. Semua hal yang kita lalui adalah sebuah skenario dari Allah. Allah hanya ingin kita benar-benar cinta sepenuh hati kepada-Nya, sehingga Ia menurunkan berbagai macam ujian bagi kita untuk membuktikan seberapa besar kita mencintai-Nya. Inilah yang diajarkan Allah swt lewat lantunan ayat tentang kisah Ibrahim dan Ismail ‘alaihissalam…bahwasanya, KEIKHLASAN itu sungguh berharga bagi Allah.

Sahabat fillah, mulai sekarang, mari kita ketuk hati sanubari ini., ingatkan bahwasanya kita hidup di dunia ini adalah dalam rangka membuktikan the true love to Allah, bahwa tujuan hidup ini adalah mendapatkan CINTA-nya Allah. Mari kita kembali ‘menegarkan’ diri ini atas segala rintangan yang dihadapinya, karena itu adalah BUKTI bahwasanya ALLAH MENCINTAI KITA. Wallahu’alam bisshawwab…😀

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s