Dan Sekarang pun Muslim Juga Bervalentin!

Pada jaman dulu.. menurut literatur dunia, ada sebuah negeri besar di wilayah barat bumi ini yang bernama Romawi. Wilayah ini adalah wilayah kekaisaran. Ceritanya, ada seorang martir nashrani (seperti syuhada dalam Islam) yang dibunuh pada masa penguasa Romawi waktu itu, raja Claudius II (268 – 270 M). Pembunuhan itu terjadi tanggal 14 Februari 270 M. Nama martir itu tak lain adalah Valentinus. Kata orang-orang, Valentinus ini sifatnya dermawan, sehingga di awal namanya diberi gelar Saint atau Santo, hingga disebut2 dengan St.Valentine.

Di dalam Ensiklopedia Katolik disebutkan, ternyata ada pula tiga versi tentang pembunuhan St.Valentine ini, tetapi versi terkenal adl kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yg telah menentang beberapa perintahnya.”“Cladius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani lalu dia memerintahkan utk menangkapnya.

Dalam versi kedua Cladius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati dia mengirim sebuah kartu yg bertuliskan “Dari yang tulus cintanya Valentine”. Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya”.

Sedangkan versi ketiga menyebutkan, ketika agama Nashrani tersebar di Eropa di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yg menarik perhatian para Pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul tiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak lalu tiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut dan gadis yg namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yg bertuliskan “dengan nama tuhan Ibu saya kirimkan kepadamu kartu ini”. Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini para pendeta memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” degnan kalimat “dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut degnan agama Nashrani”.

Adapula versi lain yang mengatakan St. Valentine ditanya tentang Atharid tuhan perdagangan kefasihan makar dan pencurian dan Jupiter tuhan orang Romawi yg terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adl Isa Al-Masih”. (*“Maha Tinggi Allah swt dari apa yg dikatakan oleh orang-orang yg dzalim tersebut”.) “Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dgn dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yg sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi !!”

Adalagi versi lain, (banyak amat sih.. =.=”) St.Valentin dibunuh karena membangkang pada raja Claudius tadi. Untuk mengenang kepergiannya, para pengikut St.Valentin ini mengadakan sebuah ‘upacara keagamaan’. Hal ini dilakukan karena selama hidupnya St.Valentin senantiasa tabah, berani dan pasrah dalam menghadapi cobaan hidupnya, sehingga ia pun diagung-agungkan dan menjadi simbol tersendiri bagi pengikutnya.

Namun, sejak abad 16 M, ‘upacara keagamaan’ tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi ‘perayaan bukan keagamaan’. Entah kenapa, hari Valentine ini kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristian), pesta ‘supercalis’ itupun kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai ‘hari kasih sayang’ juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu ‘kasih sayang’ itu mulai bersemi ‘bagai burung jantan dan betina’ pada tanggal 14 Februari.

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti ‘galant atau cinta’. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang martir bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.

—————————————————————————————————————————–

*hah…whatever lah.. ga jelas amat =.=

Namun namun namun… Hari ini kita sangat tertegun, anehnya tradisi yang demikian itu juga dirayakan saudara-saudara kita seiman, umat Muslim. Padahal jelas-jelas itu bukanlah tradisi kita, bukanlah ajaran agama kita, bukanlah hal yang sepatutnya kita rayakan. Ia tidak pernah dilontarkan dari mulut baginda Muhammad saw, apalagi dari Al-Qur’an Allah swt. Umat nasrani aja bingung bahkan ga tau asal usulnya, apalagi kita. Kenapa kita malah ikutan merayakannya? (:mad: maaf yak..agak kesel aja >,<j)

“Dan janglah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya”. (Surah Al-Isra : 36)

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR.Tirmidzi)

“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. (QS.Ali Imran: 85)

Waduh…masya Allah bin Naudzubillah… ><"

Referensi:

http://blog.re.or.id/kaum-muslimin-haram-merayakanhari-valentine.htm

http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/valentineday.htm

5 thoughts on “Dan Sekarang pun Muslim Juga Bervalentin!

  1. Assalaamu'alaikum.

    Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Claudius II melihat pendeta St.Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani lalu Claudius II memerintahkan untuk menangkapnya. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati pendeta St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.

    Utk lbih jlasna lihat di

    https://adrianestih.wordpress.com/2011/02/13/say-no-to-valentine/

    mohon kritik dan sarannya ya akh………….

    Like

  2. Wa'alaikum salam ww..
    iya akhi adriyans.. salam kenal.
    banyak sekali literatur yg menyebutkan kisah ini.. dan kebanyakan pula diantara mereka itu berselisih dan berlainan satu sama lain.. mudah2n kita snantiasa dlm lindungan Allah.
    Nice posting akh.:mrgreen:

    Like

  3. hihi.. setau aq kalo award blog itu diberikan oleh teman blogger kita yang lain.. aq jg kurang ngerti mslh itu. maklum baru ngeblog jg nih..hehe.
    'afwan ya klo kurang memuaskan jawabannya.hehe😀

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s