Aisatsu

Serial film jepang telah menemani hari-hariku semenjak kecil. Sebut saja Digimon, Doraemon, Pokemon, Ninja Hatori, Crayon Sinchan, Chibi Maruko-chan, hingga Shaman King, Samurai X, Sailor Moon, Cardcaptor Sakura, Naruto dan Bleach. Hah,..aku suka semuanya. Bahkan beberapa diantara soundtracknya hapal di dalam kepala. Wkwk. Semenjak itu… ku tertarik dengan hal-hal berbau Japanes. Terlebih setelah ku membaca dan mendengar hal-hal berbau japanes. Kedisiplinan, tanggung jawab, kehormatan, penghargaan, kebudayaan, teknologi, pengetahuan. Ndeh.. Cukuplah. Mungkin hanya satu hal yang ku tidak suka, yakni PENJAJAHAN yang dilakukan bangsanya pada bangsa ini. Namun itu dulu, sekarang tentu zaman telah berubah. *atau mungkin sekarang bentuk penjajahannya udah beda..hmm

Sekarang ini ku mulai tertarik dengan bahasa jepang. Untuk itu berikut ini ada beberapa catatan tentang Aisatsu (salam) yang biasa diapakai dlm dialek jepang.. Mudah2an nanti bisa kehapal..

Ohayou gozaimasu >> Selamat pagi
Biasanya diucapkan kira-kira sebelum jam 10 pagi. Jika di antara sesama teman, biasanya cukup dengan hanya mengucapkan ohayou.

Konnichiwa >> Selamat siang
Diucapkan kira-kira di atas jam 10 pagi hingga menjelang malam. Dalam konteks tertentu, konnichiwa juga bisa berarti ‘apa kabar?’

Konbanwa >> Selamat Malam
Diucapkan setelah jam 5 sore hingga tengah malam.

Sayounara >> Selamat tinggal
Ungkapan ini biasanya digunakan antar sesama kolega atau antara senior (biasanya disebut senpai-kakak kelas) dengan juniornya (kohai-adik kelas :D). Tapi jarang sekali digunakan antar sesama anggota keluarga.

Oyasuminasai >> Selamat malam/Selamat tidur
Diucapkan hanya pada malam hari. Fungsinya sebagai ungkapan berpisah pada malam hari atau juga penutup pembicaraan di telpon.

Hajimemashite >> Salam kenal
Diucapkan pada awal perkenalan dengan seseorang. Ungkapan ini mempunyai makna ‘saya bertemu dengan anda untuk yang pertama kalinya’.

Douzo yoroshiku >> Senang berkenalan dengan anda
Salam ini diucapkan setelah menyebutkan nama kita. Ungkapan ini mempunyai makna ‘terimalah perkenalan saya dengan baik’😛

Kochira koso >> Sama-sama, begitu juga dengan saya
Merupakan jawaban balasan dalam perkenalan dari si lawan bicara.

Onegai shimasu >> Tolong
Dalam perkenalan awal seseorang yang membubuhi dengan ucapan ini maka dapat berarti ‘saya mohon bimbingannya.’

Moshi-moshi >> Halo
Biasanya diucapkan sebagai pembuka percakapan ketika seseorang mengangkat telpon.

Dewa, mata>> (Kalau begitu) sampai nanti/Sampai jumpa lagi.
Diungkapkan pada akhir pertemuan. Dalam akhir pembicaraan di telpon pun, ungkapan ini juga dapat dipergunakan. Biasanya antar sesama teman akrab, yang dipergunakan ja, mata.
Bisa juga misalnya, mata ashita (sampai besok) dan mata kondo (sampai nanti).

Banzai >> Hidup!!😀
Ini merupakan ungkapan pada saat kita bersorak. Padanan dalam bahasa Indonesia bisa berarti ‘hidup!’.

Ganbatte kudasai >> Berusahalah!!/Berjuanglah!!
Diucapkan pada saat kita ingin memberi semangat pada seseorang.

Youkoso >> Selamat datang
Diucapkan pada saat kita menyambut tamu.

Irrasshaimase >> Selamat datang
Ungkapan ini pun juga merupakan kata sambutan. Hanya saja, dalam hal ini lebih dikhususkan bagi pedagang yang menyambut tamunya atau pelanggannya.

Itterasshai >> Nanti kembali lagi yaa../Lekas pulang ya.. (selamat jalan)
Diucapkan kepada seseorang yang akan bepergian dan sudah
Dipastikan akan kembali lagi. Bisanya ungkapan ini diucapkan oleh seorang ibu pada anaknya yang akan berangkat sekolah, atau juga ketika sang isteri mengiring suaminya yang akan berangkat bekerja.

Itte kimasu/Itte mairimasu >> Aku berangkat (dan tentu akan kembali lagi)
Diucapkan oleh seseorang pada saat ia meninggalkan rumah atau tempat kerja untuk melakukan perjalanan bisnis.

Tadaima >> Aku pulang
Diucapkan seorang anggota keluarga pada saat ia kembali ke rumah.

Okaerinasai >> Selamat datang ke rumah
Diucapkan seseorang untuk menyambut anggota keluarganya yanag sudah kembali ke rumah. Biasanya, ungkapan ini bisa diperpendek dengan hanya okaeri.

Omedetou gozaimasu >> Selamat ya..
Ungkapan ini diucapkan untuk memberi selamat pada seseorang. Contohnya: Tanjoubi omedetou gozaimasu (selamat ulang tahun).

Doumo arigatou gozaimasu >> Terima kasih banyak
Ungkapan lengkap ini merupakan cara yang sangat sopan untuk menyampaikan rasa terima kasih seseorang pada lawan bicaranya. Di kalangan sesama teman, biasanya cukup mengatakan dengan arigatou gozaimasu, arigatou atau doumo saja.

Dou itashimashite >> Sama-sama
Merupakan jawaban yang sopan dari terima kasih terhadap seseorang yang berterima kasih atau meminta maaf.

Osaki ni >> (Bolehkah saya) permisi duluan?
Dipergunakan pada saat meminta izin pergi lebih dahulu sebelum orang lain. Dalam gaya bahasa yang lebih sopan, maka diungkapkan dengan osaki ni shitsurei shimasu.

Douzo osaki ni >> Silahkan anda duluan.
Merupakan jawaban balasan dari osaki ni.

Gokurou sama deshita/Otsukaresama deshita >> Terima kasih atas bantuannya
Ungkapan ini bisa dipergunakan dalam lingkungan kantor. Secara harfiah, berarti ‘’terima kasih, anda telah bersusah payah’. Namun ungkapan ini juga bisa dipergunakan sebagai salam perpisahan, sehingga artinya cukup menjadi ‘terima kasih’.

Ki wo tsukete >> Hati-hati, jaga dirimu
Ungkapan bersahabat ini sering digunakan untuk memberi salam kepada seseorang untuk berhati-hati, tidak sakit, celaka dan yang lainnya.

Kanpai >> Mari minum, mari bersulang
Diucapkan pada saat bersulang.

Itadakimasu >> Mari makan
Diucapkan sebelum kita menyantap hidangan makanan. Saat dijamu atau ditraktir seseorang, ungkapan ini berarti ‘terima kasih atas hidangannnya/taktirannya.’

Gochisousama deshita >> Terima kasih (sudah diberi makanan enak).
Diucapkan setelah kita menyantap hidangan makanan. Ungkapan ini menandakan rasa terima kasih apabila kita dijamu seseorang. Saat di restoran, ungkapan ini juga sering diucapkan kepada pelayan restoran sebagai ungkapan terima kasih.

Ogenki de >> Sehat selalu
Ungkapan ini biasanya dipergunakan untuk mengakhiri isi surat.

Gomen kudasai >> Permisi, adakah orang di sana?
Ungkapan ini biasanya diucapkan pada saat mengunjungi rumah seseorang. Dengan kata lain, untuk mengetahui, apakah ada orang di rumah yag sedang dikunjungi tersebut.

Shitsurei shimasu >> Maaf
Ungkapan ini berdasarkan situasinya akan mengalami perubahan arti. Namun tetap memiliki satu makna yaitu ‘maaf’. Sebagai contoh, orang sering mengucapkan ungkapan ini ketika akan memasuki sebuah ruangan, ketika meninggalkan ruangan, atau ketika meminta seseorang untuk memberi jalan. Arti dalam bahasa Indonesia yang lain bisa diterjemahkan sebagai ‘boleh saya masuk?’, ‘saya harus pergi’ dan ‘permisi, boleh lewat?’. Apabila diubah menjadi menjadi bentuk lampau shitsurei shimashita berarti merupakan ungkapan permintaan maaf secara terus terang akibat suatu kesalahan yang telah diperbuat di masa lampau.

Sumimasen >> Maaf
Diucapkan pada saat kita merasa akan atau telah menggganggu seseorang, menyela pembicaraan seseorang dan sering juga diucapkan saat memanggil pelayan restoran. Dalam kehidupan sehari-hari biasanya sering diucapkan dengan suimasen.

Gomen nasai >> Maaf
Ungkapan ini bisa dipergunakan untuk meminta maaf ketika kita telah melakukan kesalaham pada seseorang. Dalam gaya percakapan sehari-hari biasanya cukup diucapkan dengan gomen. Namun ini biasanya dipakai untuk kalangan teman dekat aja.

Sedangkan ungkapan lain yang biasa dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

A : O, ah
Chotto : Sebentar
Matte kudasai : Tolong tunggu
Chigaimasu : Bukan
Ja : Kalau begitu
Sou desu ka? : O, begitu.. (benarkah?)
Sou desu ne : Begitu ya..
Taihen desu ne : Sangat repot, ya
(Ashita) hima desu ka? : Apakah besok ada waktu luang?
Ee : Ya
Ii desu ne : (Ide) yang bagus ya
Wakarimashita : (Saya) mengerti
Waa : Wah! Aduh!
Ya : Halo! Ya!
Shibaraku desu ne : Sudah lama tidak berjumpa, ya!
O genki desu ka? : Apa kabar?
Nan desu ka? : Ada apa?
Dou shimashita ka? : Apa yang terjadi?
Anou : Humm.. ( )
Tsukaremashita : (Saya) lelah
Sou shimashou : Baiklah, ayo
Un : Ya
Mou ichido : Sekali lagi
Shirimasen : (Saya) tidak tahu
Tsumaranai : Bosan, membosankan

Mudah2an bermanfaat.
Catatan ini sumbernya dari sini.

6 thoughts on “Aisatsu

  1. wew. ada satu hal yg paling berkesan dr org jepang menurut kak yaitu ketika kita telah mau mencoba dan berusaha melakukan suatu pekerjaan/tugas, kemudian kita telah selesai melaksanakannya. terlepas dari baik atau kurang baik hasil pekerjaan yg kita lakukan tsb. orang jepang akan selalu mengapresiasi dengan kata-kata 'sugoi' sembari memasang senyum dan wajah yg berseri.

    hm, dima yo kak baco kisah ko rasonyo *mikir*

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s