Proses Hemostasis

Luka

Pernahkan anda mengalami cedera hingga melukai pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan? Jika pernah, apakah perdarahan itu akan terus-menerus berlangsung, atau sebaliknya? Allah swt sekali lagi telah menciptakan sebuah struktur yang sempurna di tubuh kita. Jika terjadi perdarahan seperti itu, untungnya Allah telah mendesain sebuah mekanisme untuk menghentikan perdarahan tersebut. Mekanisme itu, disebut dengan mekanisme hemostasis.

Hemostasis adalah upaya tubuh untuk mencegah terjadinya perdarahan dan mempertahankan keenceran darah di dalam sirkulasi supaya tetap bisa mengalir dengan baik. Proses hemostasis ada empat mekanisme utama, yaitu:

  1. konstriksi pembuluh darah
  2. pembentukan sumbatan platelet/trombosit
  3. pembekuan darah
  4. pembentukan jaringan fibrosa

Konstriksi pembuluh darah terjadi seketika apabila pembuluh darah mengalami cedera akibat trauma. Prosesnya itu terjadi akibat spasme miogenik lokal pembuluh darah, faktor autakoid lokal yang berasal dari jaringan yang mengalami trauma, kemudian akibat refleks saraf terutama saraf-saraf nyeri di sekitar area trauma. Selain itu konstriksi juga terjadi karena trombosit yang pecah melepaskan vasokonstriktor bernama tromboksan A2 pada sekitar area trauma tsb, sehingga pembluh darahnya berkonstriksi.

Setelah pembuluh darah mulai berkonstriksi, secara bersamaan sebenarnya trombosit di sekitar area yang cedera tersebut akan segera melekat menutupi lubang pada pembuluh darah yang robek tsb. Hal ini bisa terjadi karena di membran trombosit itu terdapat senyawa glikoprotein yang hanya akan melekat pada pembuluh yang mengalami cedera, sedangkan ia ntar malah mencegah trombosit untuk melekat di pembuluh darah yang normal. Nah, ketika trombosit ini bersinggungan dengan epitel pembuluh darah yang cedera tadi, ia kemudian menjadi lengket pada protein yang disebut faktor von Willebrand yang bocor dari plasma menuju jaringan yang cedera tadi. Seketika itu morfologinya berubah drastis. Trombosit yang tadinya berbentuk cakram, tiba-tiba menjadi ireguler dan bengkak. Tonjolan-tonjolan akan mencuat keluar permukaannya dan akhirnya protein kontraktil di membrannya akan berkontraksi dengan kuat sehingga lepaslah granula-granula yang mengandung faktor pembekuan aktif, diantaranya ADP dan tromboksan A2 tadi. Secara umum, proses ini disebut dengan adhesi trombosit.

Ketika trombosit melepas ADP dan tromboksan A2, zat-zat ini akan mengaktifkan trombosit lain yang berdekatan. Ia seolah-olah menarik perhatian trombosit lainnya untuk mendekat. Karena itu, kerumunan trombosit akan seketika memenuhi area tersebut dan melengket satu sama lain. Semakin lama semakin banyak hingga terbentuklah sumbat trombosit hingga seluruh lobang luka tertutup olehnya. Peristiwa ini disebut agregasi trombosit.

Nah, setelah terbentuk sumbat trombosit, dalam waktu 15 sampai 20 menit bila perdarahannya hebat, atau 1 sampai 2 menit bila perdarahannya kecil, zat-zat aktivator dari pembuluh darah yang rusak dan trombosit tadi akan menyebabkan pembekuan darah setempat. Prosesnya sangat kompleks, berupa kaskade yang saling mengaktifkan satu sama lain hingga sampai terbentuknya benang fibrin untuk menutup luka. Jika satu saja komponen penghatif itu terganggu, proses keseluruhannya dapat terganggu. Mekanismenya adalah sebagai berikut:

:: Pembentukan aktivator protrombin ::

Pembentukan aktivator protrombin berasal dari dua mekanisme kompleks yang melibatkan berbagai faktor pembekuan, yaitu jalur ekstrinsik dan jalur instrinsik.

1) Jalur ekstrinsik

Ketika dinding vaskuler mengalami cedera, ia akan melepaskan berbagai faktor jaringan atau tromboplastin jaringan atau faktor III teraktivasi. Faktor ini terdiri dari kompleks fosfolipid dan lipoprotein yang terutama berfungsi sebagai enzim proteolitik. Nah, faktor jaringan ini nantinya akan mengaktifkan faktor VII menjadi faktor VII teraktivasi (VIIa). Bersama-sama, faktor jaringan dan faktor VII teraktivasi serta dengan bantuan ion Kalsium (Ca2+/ faktor IV) akan merubah faktor X menjadi faktor X teraktivasi (Xa). Kemudian, faktor Xa itu akan berikatan dengan fosfolipid pada faktor jaringan tadi (atau dengan fosfolipid tambahan yang dilepas trombosit), dan mereka bergabung dengan faktor V untuk membentuk aktivator protrombin.
“NB: faktor V dihasilkan oleh trombin, senyawa yang dihasilkan dari aktifitas aktivator protrombin nantinya. Pada kejadian pertama kali, faktor V ini inaktif, namun setelah terbentuk trombin, trombin ini akan mengaktifkan faktor V tersebut sehingga ia akan membantu pembentukan faktor protrombin tadi.”

Jalur ekstrinsik

2) jalur instrinsik

Untuk jalur instrinsik, dimulai ketika darah itu sendiri mengalami trauma atau darah itu berkontak dengan jaringan yang mengalami trauma. Hal ini akan menyebabkan faktor XII inaktif berubah menjadi aktif, atau faktor XII teraktivasi (XIIa). Selain itu, trombosit yang hancur juga akan melepaskan fosfolipid yang mengandung lipoprotein yang disebut faktor 3 trombosit. Faktor XIIa akan mengaktifkan faktor XI menjadi faktor XI teraktivasi (XIa) dengan bantuan senyawa bernama kininogen HMW. Faktor XIa ini dengan bantuan Ca2+ akan mengaktifkan faktor IX menjadi faktor IX teraktivasi (IXa). Nah, kemudian faktor IXa ini akan bekerja sama dengan faktor VIII teraktivasi* , faktor 3 trombosit tadi serta dengan Ca2+, untuk mengubah faktor X menjadi faktor X teraktivasi (Xa). Sama dengan jalur ekstrinsik, faktor Xa ini akan bergabung dengan fosfolipid dan faktor V untuk membentuk aktivator protrombin.

  • *NB: Faktor VIII telah tersedia dalam darah, sampai saat ini belum diketahui siapa yang menghasilkan, kemungkinan oleh endotel, gromerular, dan tubular vaskuler serta sel sinusoid hati. Faktor ini tidak dimiliki oleh pasien hemofilia klasik (hemofilia A). Ia diaktivkan oleh trombin menjadi faktor VIII teraktivasi.
Jalur instrinsik

Perbedaan antara jalur ekstrinsik dan instrinsik adalah, jalur ekstrinsik prosesnya lebih cepat, bisa berlangsung dalam 15 detik, sedangkan instrinsik lebih lambat, biasanya perlu waktu 1 sampai 6 menit untuk menghasilkan pembekuan.

:: Pembentukan Benang-Benang Fibrin ::

Setelah aktivator protrombin terbentuk, langkah selanjutnya adalah.. Aktivator protrombin ini akan mengaktifkan protrombin*. (sesuai namanya kan.. :D) Protrombin akan aktif menjadi trombin. Prosesnya lagi-lagi membutuhkan peranan ion kalsium (Ca2+). Nantinya, trombin ini akan menyebabkan polimerisasi dari molekul-molekul fibrinogen** menjadi benang-benang fibrin dalam waktu 10 – 15 detik. Prosesnya, trombin ini akan melepas 4 molekul peptida kecil dari setiap molekul fibrinogen, sehingga membentuk satu fibrin monomer, selanjutnya fibrin monomer ini secara otomatis mampu berpolimerisasi dengan sesamanya membentuk benang fibrin. So, setelah beberapa detik, akan muncul banyak benang-benang fibrin yang panjang. Tapi benang-benang ini ikatannya masih lemah, karena cuma berikatan secara ikatan hidrogen. Untuk itu, trombin akan mengaktivasi suatu zat yang disebut faktor stabilisasi fibrin.*** Faktor inilah yang nantinya akan memperkuat ikatan benang-benang fibrin tadi menjadi lebih kuat, yakni dengan cara menimbulkan ikatan kovalen pada benang-benang tersebut.

NB:

  • *protrombin adalah senyawa protein plasma, yang dihasilkan oleh hepar dengan bantuan vitamin K. Makanya jika seseorang kekurangan vitamin K, perdarahan akan mudah terjadi dan pembekuan sulit terjadi. Konsentrasinya dalam plasma sekitar 15 mg/dl.
  • **fibrinogen adalah protein dengan BM yang besar. Konsentrasi dalam plasma sekitar 100 – 700 mg/dl. Disintesis di hepar.
  • **faktor stabilisasi fibrin terdapat dalam jumlah kecil dalam bentuk globulin plasma, tapi juga dilepaskan oleh trombosit yang terperangkap dalam bekuan.

Nah, jika benang-benang fibrin terbentuk, perdarahan akan berhenti. Tapi, bagaimana jika ia terus menerus dibentuk? Untungnya Allah swt sudah membuatkan mekanisme yang sempurna. Pada jaringan dan endotel pembuluh darah yang teluka, akan dilepaskan suatu aktivator kuat yang disebut aktivator plasminogen jaringan (t-PA). t-PA ini akan mengaktifkan plasminogen menjadi plasmin. Plasmin ini adalah zat anti-koagulan dalam darah. Plasmin bekerja dengan cara mencerna benang-benang fibrin dan protein koagulan lain seperti fibrinogen, faktor V, faktor VIII, protrombin dan faktor XII. Dan canggihnya, t-PA ini hanya akan dihasilkan pada hari-hari berikutnya, jika pembuluh darah yang luka sudah tertutup. Sehingga, proses pembentukan benang-benang fibrin juga akan terhenti. Hebat kan? subhanallah…

Nah, setelah terbentuk benang-benang fibrin tersebut secara sempurna, dan darah juga membentuk bekuan, bekuan itu akan diinvasi oleh fibroblas yang kemudian membentuk jaringan ikat pada seluruh bekuan tersebut, atau dapat juga bekuan itu dihancurkan. Proses ini didukung oleh faktor pertumbuhan yang disekresikan oleh trombosit, dan akan berlangsung berkelanjutan hingga bekuan tersebut akan menjadi jaringan fibrosa dalam waktu sekitar 1 sampai 2 minggu. Struktur jaringan sekitar trauma akan bekerja sedemikian rupa untuk memperbaiki kondisinya seperti semula.. subhanallah…

Mungkin demikian secuil ringkasan mengenai proses hemostasis. Sebenarnya proses ini sangatlah teratur, rapi dan kompleks. Mudah-mudahan bermanfaat. Wallahu’alam…

Referensi: Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall

6 thoughts on “Proses Hemostasis

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s