Sekawan Abadi

Telah ku putuskan, ucapan ini kulontarkan dari lisanku

meski sayup, ku berharap kau mendengarku
karena ku pikir hari-hariku terlihat lebih cerah dari biasanya
di saat kalian ada, di saat kalian disini, disampingku

Di sudut bangunan bersejarah itu, 
kita mulai mengukir sajak-sajak ilmu
sembari mengukir di atas angin, 
canda menghiasi langit kita yang sayup
Kita berbicara tentang masa depan
kita berbicara tentang perasaan
dan saat itu bunga mekar pun berkembang
menyebarkan serbuk sari untuk kehidupan

Hujan pernah hiasi keberadaan kita
nyaman, suburkan sang bunga
indah, mekarkan kelopaknya
nirwana cinta dan kejujuran kian merona
saling berbagi dengan sesamanya

Kupu-kupu hinggap saat kita berteduh
dedaunan hijau pun bertumbuh
dan sekarang, I’m with you
I hope you will too

Akhirnya senyum pun muncul di wajah ini
saat ku buka lembaran hari yang telah kau isi
thank you for all you have done for me
sahabat sejati, sekawan abadi
itulah ucapku yang terulang kembali
meski sayup, ku berharap kau mendengarku.

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s