Inspirasi dalam Hari

Kalimat pertama untuk sebuah tulisan sulit sekali rasanya kutemukan akhir-akhir ini. Akhirnya blog pun terlantar selama tiga hari tanpa adanya update terbaru. hehe.. Tapi ya begitulah, terkadang krisis inspirasi pun datang menghampiri kita, hingga pikiran tak mampu menghasilkan sebuah karya nyata. *apalah ni? hehe..
Sudahlah cukup untuk hari-hari tanpa inspirasi, karena hari-hari itulah dimana sesungguhnya hari-hari yang sangat merugikan untuk diri kita. Seyogyanya lah kita selalu mengevaluasi hari demi hari yang kita lalui dengan beraneka inspirasi, hingga hari-hari tersebut tidak kita buang dengan percuma, dan kita senantiasa termotivasi. Baiklah, mari menebar inspirasi.
Inspirasi selama tiga hari ini sebenarnya lumayan banyak kutemui. Tapi ya itulah..sungguh sulit rasanya menemukan kalimat pertama untuk memulai tulisan inspirasi tersebut. hehe. Mulai dari sebuah inspirasi yang ditunjukkan seorang dosenku di fakultas kedokteran pada siang menjelang sore hari. Dikala hujan deras dan angin kencang menerjang Kota Padang ketika itu, beliau masih saja bersemangat mengajar dan membimbing puluhan mahasiswanya yang kehausan ilmu di fakultas ini, mulai dari pagi hingga saat itu. Tak tampak rautan keluhan di wajahnya yang masih berseri, meskipun telah tampak tanda-tanda kelelahan. Jilbabnya yang panjang menjulur menutupi dadanya siap menjaganya dari percikan hujan yang mulai mereda. Dengan sigapnya beliau berjalan di sudut teras gedung Patologi Anatomi menuju gedung Skils Lab yang sederhana itu sambil meneteng 2 bungkus roti yang dipersiapkan untuk mengganti sepiring nasi dan lauk pauk makan siangnya. Beliau belum makan ternyata. Tapi waktu telah menunjukkan pukul dua, dimana mau tidak mau skills lab harus tetap berjalan. Saya salut dengan dosen yang satu ini. Jika sekiranya dosen lain, mungkin akan lain cerita. Tapi beliau tetap saja bersemangat, meski kondisinya demikian. Itulah inspirasi pertama, sungguh-sungguh.

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS.Alam Nasyrah: 7)

Skills lab pun berjalan, ketika itu materinya tentang flebotomi. Kalau bahasa awamnya itu mungkin “ngambil darah”. Maksud saya mengambil darah dari vena (di lengan, kaya donor darah gitu..) memakai alat suntikan. Disini tidak hanya dibutuhkan pemahaman, tapi juga skill atau keterampilan. Tapi ya itu, saya gugup untuk pertama kali ini. Tak ayal seperti biasa, ketika ujung jarum suntik ini hampir menusuk vena mediana cubiti teman saya, saya tremor lagi (my ultimate-level enemy >,<"). Karena saking kencangnya skala richter guncangan di ujung-ujung jari saya, meski telah "semati-mati angin" berusaha menenangkan, tetap saja tidak bisa. Saya tidak mengerti, kenapa selalu saja seperti ini (*kesal). Pikiran saya melalang buana, sifat "paibo ati" saya muncul lagi. Tidak usah lah saya ceritakan. Dan pada akhirnya beliau meneteng saya menusuk vena teman saya itu, lalu saya aspirasi sekitar 1 cc, kemudian saya tarik pelan dan akhirnya berhasil. Alhamdulillah. Tapi ya.. saya kurang puas, lebih tepatnya tidak puas. Apa jadinya besok ketika saya sendiri yang mencobakannya dan tidak ada yang meneteng seperti tadi, lalu saya tremor lagi (*sadiah.. T_T). 
Setelah saya praktek, beliau bernasehat pada saya. Saya berusaha menancapkan nasehat penting ini dalam-dalam di lubuh hati. Jangan ragu, jangan takut, beliau berucap. Karena ketika kita ragu dan takut, kekuatan kita jadi buyar. Lakukan saja dengan baik, jangan berfikir terlalu panjang sebelum menusuk vena itu, jadikan saja sebagai sebuah ke-otomatis-an. Jika kita melihat, jangan ragu untuk menusuknya. Tusuk saja. (*haha..agak serem). Ya, tapi memang benar. Saya terlalu lamban, banyak pikiran, hingga tidak fokus, ragu dan akhirnya tangan ini bergetar seperti itu. Sekali lagi, jangan takut. Jangan takut. Lakukan saja yang terbaik. Yakinkan diri bahwa kita bisa melakukannya. Kita bisa. Sesungguhnya masalah terbesar adalah ketika kita telah mencap diri kita bahwa kita tidak bisa melakukannya, dan ketika kita masih bertanya apa saya bisa, apa saya bisa. Ketahuilah, insya Allah kita bisa! Yakinkan saja dengan niat yang benar, lillahi ta’ala, bismillah dan lihat apa yang terjadi setelahnya. Ya, saya melihat beliau membuktikannya. Akhirnya saya dapatkan inspirasi kedua, keyakinan.

“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.” (QS.Adz Dzariat 20)

Demikianlah. Inspirasi sebenarnya ada dalam setiap alur kehidupan kita. Hanya saja kita dituntut untuk lebih jeli melihat sekeliling kita hingga kita menemukan sesuatu yang bisa menjadi inspirasi kita. (*kita? hehe..) Lihatlah setiap peristiwa lebih dalam, kemudian lihat dan perhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya di sana.

One thought on “Inspirasi dalam Hari

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s