Ganbatte Kudasai Yo!

Subhanallah. Entah berapa banyak kesempatan itu terbuka lebar. Inspirasi banyak di sekitar. Melihat semangat teman-teman terdekat yang tak jua luntur menggempur tantangan. Banyak jiwa-jiwa yang patut saya kagumi di fakultas ini. Mulai dari keakraban, kesetiakawanan, kekompakan, hingga hal-hal berbau prestasi yang mencengangkan. Bayangkan saja, 3 Unand award dibawa pulang FK Unand, the best student, multitalented dan duta interpreneurship. Ikut lomba ini itu juara pula. Ikut seminar ini itu jadi delegasi nasional terbaik pula. Organisasi lancar disikat habis multi jabatan, meski demikian prestasi akademik tetap di tangan. Itulah.. Orang-orang yang sungguh-sungguh dan menghadapi hidup dengan keikhlasan dan kecermatan serta KECERDASAN. An rasa poin terakhir itu memang modal yang tak ayal lah bagi mereka, karena ILMU adalah sumber dari segala kebaikan itu. “Allah mengangkat derajat orang yang BERIMAN dan BERILMU beberapa derajat.”

Melihat hal demikian, ada hal yang membuat hati ini kian tergugah. Seandainya saja aku juga bisa demikian, meski dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Karena yang ada hanyalah rasa ketidakmampuan dan minimnya kepercayaan pada diri sendiri. *lho kok jd curhat.wkwk. Lupakan!hehe..
Ya lah, mari niatkan hari ke depan yang lebih baik. Berdo’alah kepada Allah agar hari-hari kita esok lebih baik dari hari ini, dan berharap semoga segala hal yang kita lalui dibalasi dengan keridhoan-Nya yang tak terhingga. Jika ingin jadi orang besar, lakukanlah hal-hal kecil terlebih dahulu, mulai dari mendisiplinkan diri sendiri, datang kuliah tepat waktu, belajar teratur, ibadah teratur, makan teratur *lho? hehe.. Just get the point! Start from your self. Percaya bahwa you can do it! Hope so. InsyaAllah.. Ndak apa-apa ragu dan gugup di awal, karena itu WAJAR. Rasulullah aja ketika pertama menerima wahyu juga gugup, hingga beliau kembali kepada sang istri Khadijah dengan wajah muram dan gelisah. Beliau berkata pada Khadijah “Seorang lemah seperti aku ini, betapa aku dapat melaksanakan tugas yang hendak diletakkan Tuhan di atas pundakku.” Khadijah segera menjawab: Demi Allah, Dia tidak menurunkan firman-Nya supaya engkau gagal dan terbukti tidak layak, kemudian meninggalkan engkau. Betapa mungkin Tuhan berbuat demikian, sedang engkau baik dan ramah terhadap sanak-saudara, menolong si miskin dan terlantar dan meringankan beban mereka? Engkau menghidupkan kembali nilai-nilai baik yang telah lenyap dari negeri kita. Engkau perlakukan tamu-tamu dengan hormat dan membantu orang-orang yang berada dalam kesusahan. Dapatkah engkau dimasukkan oleh Tuhan ke dalam suatu cobaan? (H.R. Bukhari)

An jadi teringat sugesti yang diajarkan teman, bahwa ‘gugup itu pertanda hal yang baik’. Ya mudah-mudahan suatu saat gugup ini bisa mereda. Insya Allah.. So, mari-mari jaga semangat! Ganbatte na!

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s