Tanah yang Tandus

Rintik hujan membasahi tanah
tanah gersang di pekarangan
hawa panas sedang tinggi-tingginya kala itu
mengingatkanku akan rerumputan yang terbangun dari layunya

Hari ini, matahari sudah lewat sepenggalan
bayanganku telah terbailk dari semula
tanah yang dulu gersang sekarang masih jua gersang
yang berbeda hanyalah harapan
karena rintik hujan telah datang

Tapi kini fikiranku telah berubah
ku rasa tidaklah seingin dahulu
namun rasa layaknya masih tersisa
meskipun hanyalah sedikit saja

Rintik hujan, kenapa kau baru datang sekarang?
sedang diariku telah ku tutup rapat-rapat
penaku telah kehabisan tintanya
asaku tlah kehilangan kata-kata
Akankah kau akan tetap membasahi tanah gersang
yang telah lama ku lantarkan?
Ini bukanlah saat yang tepat

Akhirnya ku lihat rintik hujan pun berlalu
namun suara gemerciknya masih terdengar di telingaku
Sudahlah, bukankah kau telah ku lupakan
karena kau tak pernah datang
dan karena ku tahu, tanah gersang ini bukanlah karena kemarau panjang
tapi karena, tanah ini adalah tanah padang pasir yang tandus


Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s