Dari Curcol hingga Kortisol

Well, sudah lumayan panjang waktu yang terhabiskan tanpa ditemani blog ini. Biasanya tiap hari mesti buka internet dan browsing sana-sini trus tulis sesuatu yang bisa ditulis. Tapi agaknya untuk sekarang ini sudah semakin sulit saja, udah lama juga ga dapat inspirasi mau nulis apa lagi. At least, hari ini setidaknya dicoba lagi lah, meski masih menerawang ga tau mau nulis apa.. Weh.. [jadi gak menarik yak]. Afwan kalo nyasar ke postingan ini jadi sia-sia waktunya.. wkwk Onion Emoticon Set

Sedikit berkisah tentang materi yang sedang dibahas di blok gangguan hormon dan metabolisme minggu ini. Subhanallah banget sebenarnya, karena blok di kedokteran yang saat ini saya geluti sedang banyak menjadi permasalahan di kalangan keluarga saya. Minggu satu belajar tentang Diabetes Mellitus, masalah turun temurun di keluarga saya, dan saya salah satu yang memiliki faktor resiko tinggi untuk itu. Agak terpanggil juga mempelajarinya dikarenakan pada umumnya keluarga ibu saya sebagian besar meninggal karena penyakit ini. Kemudian dilanjutkan minggu duanya tentang gangguan hormon tiroid, yang dialami oleh ibu saya sampai saat ini.  Minggu tiganya tentang obesitas, masih pada keluarga saya [mungkin saya yang paling kurus di antara semua anggota keluarga,heheMSN Onion Icons], dan barusan baru aja selesai tutorial di Minggu ke 4 tentang gangguan kelenjar Adrenal, meski kasus ini cukup jarang terjadi.

Well, sebenarnya setiap blok itu ada enam minggu, dan blok yang sekarang ini adalah blok yang ke 11 dari 21 blok yang harus saya hadapi. Onion Icon  [mohon do’a].. Minggu depan saatnya membahas komperhensif mengenai kasus malnutrisi dan minggu enamnya tentang gizi masyarakat. Biasanya kalau punya bahan langsung an upayakan untuk mempostingnya di blog ini, tapi akhir-akhir ini an ga sempat mengetiknya karena bahannya lumayan banyak nyak nyak.. *alesan.. [mulai ngawur wur wur..]MSN Onion Icon

Tapi sebenarnya, yang harus ditekankan adalah, apapun bloknya, apapun mata kuliahnya, jangan jadiin beban, jadikan itu sebagai sesuatu yang menarik agar tidak membosankan. Bagaimana cara menjadikannya menarik? Ibu saya selalu bilang, munculkanlah pertanyaan dan alasan mengapa saya harus mempelajari hal tersebut, kenapa ini bisa terjadi, mengapa itu bisa berlangsung, kenapa dan kenapa.. Tutor saya juga pernah bilang, jangan hanya puas dengan what, tapi carilah why dan how-nya. Pasti lebih ingat. Ada lagi teman saya yang nyaranin, buatlah semacam pemetaan, catatan yang rapi dan mudah dimengerti, dan terakhir, jangan pernah puas dengan apa yang kau dapat hari ini, berusahalah memunculkan pertanyaan lain dan fokus pada satu pertanyaan itu, niscaya ketika kau berhasil menemukan jawaban, kau akan merasa puas dan senang karenanya. Sebaliknya, jangan pernah belajar karena tuntutan tugas dan nilai-nilai. Jangan sekedar membaca dari A sampai Z tapi kau tak pernah paham untuk apa kau membacanya. Sekali lagi, kau tak pernah paham ‘UNTUK APA’ kau membacanya, yang seperti itu niscaya nihil hasilnya.. hoho. [setuju? hm..ya ya, dicoba] Onion Icon

Memunculkan pertanyaan dan sebuah permasalahan adalah salah satu upaya menciptakan sugesti untuk diri sendiri. Menariknya, tubuh kita secara fisiologis sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi psikologis yang dicetuskan oleh sugesti tersebut. Di salah satu diskusi menarik mengenai pengaruh syukur terhadap kesehatan yang di sampaikan oleh dokter Arina Widya Murni spesialis penyakit dalam dan ahli psikosomatik, sugesti yang dimunculkan tersebut akan diolah oleh sistem teratas dari susuan saraf di otak kita, lebih tepatnya di suatu sentral yang disebut dengan Limbix System. Ketika kita memberikan sugesti positif untuk otak kita, maka tubuh kita yang lain juga akan bereaksi positif terhadap sugesti tersebut, demikian sebaliknya, saat sugesti tersebut negatif, maka yang terjadi adalah peningkatan stressor pada tubuh kita. Jika kita mengatakan sulit, maka kapasitas sulitnya itupun akan terasa lebih berat, tapi jika kita mensugestikan bahwa yang sulit itu mudah, tubuh akan merespon kesulitan itu lebih ringan.

Ketika kita memberikan sugesti yang sulit pada otak kita, ia akan diolah di lymbix sistem tadi. Ketika sugesti ini diolah, ia akan merangsang hipotalamus otak menyekresikan CRH, Corticotrhopin Releasing Hormon yang mengakibatkan pelepasan hormon ACTH (Adreno Corticotropic Hormon) di Hipofisis Anterior. ACTH ini akan merangsang sekresi Kortisol di kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Kortisol merupakan hormon glukokortikoid steroid yang sangat penting dan mengatur sebagian besar metabolisme dan sistem imunitas tubuh. Ketika ia disekresikan, ia akan meningkatkan kadar glukosa darah, dan sedikit meningkatkan retensi Natrium dan Air dari ginjal dan merangsang simpatis sehingga meningkatkan volume darah dan menimbulkan vasokonstriksi berujung kepada menaikkan tekanan pompaan jantung. Sekilas hormon kortisol ini sebenarnya memiliki peran yang sangat baik, karena ia akan memberikan efek semangat pada tubuh. Akan tetapi jika ia disekresikan berlebihan, seperti pada saat stres, efek peningkatan tekanan darah tadi akan lebih hebat sehingga dapat menimbulkan hipertensi dan efek anti-inflamasinya akan lebih hebat sehingga menurunkan daya tahan tubuh seseorang. Efek anti-insulinnya akan mencegah penggunaan glukosa oleh sel dan proteolisisnya lebih hebat sehingga otot-otot akan terasa lemas. Simpatis akan sangat meningkat sehingga sesekali kita bisa tremor. Selain ia juga akan mengubah kondisi mood menjadi lebih labil dan emosional sehingga seseorang cendrung mudah marah. Efek ini tentu saja buruk bagi kesehatan seseorang.

Berbeda jika kita mensugestikan hal yang sebaliknya, kortisol ini tidak akan disekresikan secara berlebihan. Karena alamiahnya, kortisol ini memang disekresikan setiap hari oleh tubuh secara sirkadian, yang mendapati kadar puncaknya saat pagi hari dan terendahnya pada malam hari. Makanya tubuh kita semangat saat pagi dan menurun hingga malam harinya.

Weh..udah ngelantur kemana-mana.. wkwk.MSN Onion Emoticon Tapi ya gpp lah. Itung-itu sharing juga. Mudah-mudahan bermanfaat lah ya.. Mohon revisi kalau ada salah-salah…namanya juga masih belajar..hehe

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s