Al Insyirah, Sebuah Pesan dari Allah

MSN Onion IconWah.. Hari ini mendung. Jam 6 sore terlihat seperti masih jam 7 pagi. Dingin menusuk costa. Jarang-jarangnya Padang begini. Dan yang lebih hebatnya, ada hal luar biasa yang terjadi hari ini lho! Kipas angin kamar ni an matiin! haha.. #suatu hal yang teramat langka di kota Padang. Tapi tak apa, i like it. Jadi bisa beristirahat sejenak. Melepas penat dan lelah setelah beberapa bulan ini ruwet dengan rutinitas yang tak kunjung berhenti.
Saat-saat cuaca mendung dan dingin begini aku tengah menikmati masa-masa demisioner. Melepas amanah yang setahun belakang ini aku emban dan menitipkannya lagi kepada yang berbadan lebih kuat dan kekar. Semoga amanah itu telah memperbesar musculus pectoralis mayor, trapezius, bisep dan trisep brachii an..alias gak sia-sia. *jadi kaya beban aja. Astaghfirullah. amanah itu bukan beban coy.. but sebuah bukti pengabdian. Ingat itu baek2 ya! MSN Onion Emoticon Setckck.. #marahin diri sendiri.
Mulai ngawur, but tulisan ini mulai tak jelas. ckck. Tapi an, Allah punya pesan untuk kamu. Coba an baca surat Al Insyirah.

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”

Betul ya Rabb, Engkau telah memuluskan jalanku mengakhiri semua itu dengan baik. Alhamdulillah.

“dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu? yang memberatkan punggungmu?”

Betul ya Rabb, Engkau telah mengangkat amanah-amanah ini dari pundakku satu per satu.

“Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.”

Betul ya Rabb, insyaAllah demikianlah yang aku rasakan.

 “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Betul sekali ya Rabb, Engkau sendiri yang membuktikannya padaku saat itu, berkali-kali, diluar perkiraanku.

“Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

#Berpikir.. ya Rabb, urusan apa lagi ya Rabb? masih adakah?

Saat itu an tersadar ternyata kita tidak boleh hanya puas dengan satu urusan saja. Suatu keberhasilan bukan untuk dibanggakan. Jika kita berhasil melakukannya dengan sungguh-sungguh dari suatu urusan, maka urusan yang lain pun akan segera datang. Amanah ini belum berakhir an. Ingat kedua orang tuamu yang menitipkan harapannya padamu ketika kau menginjakkan kaki ke atas mobil yang membawamu jauh ke tanah yang bukan milikmu. Kau pun harus konsentrasi untuk memegang teguh amanah itu. Ingat juga saudara-saudaramu yang menitipkan doanya untuk memperbaiki nasib mereka dari keterpurukan di pundakmu. Ingat jua jasa-jasa murabbi yang telah mendidikmu dari kecil hingga saat ini. Ingat juga harapan sahabat-sahabatmu yang selama ini selalu berbarengan, bergandengan, senasib seperjuangan yang selalu ada untukmu. Semua itu adalah urusan yang harus kamu kerjakan dengan sungguh-sungguh. Aku rasa kau tahu maksudku an.
Tapi tunggu an, masih ada pesan Allah untukmu.
“dan hanya kepada Rabb-mu lah hendaknya kamu berharap.”
Astaghfirullah. Apa yang saya cari selama ini. Dunia? Untuk apa? Sementara Allah mengajakmu mengharap kepada-Nya. Dia lah tempat kamu berharap an.. Karena setiap kesungguhan yang kita lakukan dalam setiap urusan, Ia lah yang membuatnya menjadi kenyataan..

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s