Liburan di Rumah Sakit

Sepertinya libur semester kali ini benar-benar akan membosankan. Bermalas-malasan di sudut kamar Bougenville 12 sebuah tempat rawat inap RSUP dan sesekali “kabur” tanpa sepengetahuan perawat untuk melihat-lihat keramaian di luar rumah sakit, mencari-cari barang keperluan untuk menginap di “hotel” kelas I ini selama satu minggu kedepan atau bahkan lebih. Meski agak stres dengan ini semua, tapi ya sudahlah. Toh aku begitu “ngotot” mau mengakhiri penderitaan selama 19 tahun ini. Bukan bermaksud lebay meski kenyataannya tidaklah seperti yang tertulis, namun tekad ini sudah bulat. Aku akan jalani semua ini dengan baik. InsyaAllah.

Mungkin ada yang akan bertanya-tanya tentang apa yang saya lakukan di rumah sakit ini (*lagi Ge-Er ni ceritanya..), bahkan untuk jangka waktu yang bisa dibilang cukup lama (mungkin >1 minggu). Tidak ngapa-ngapain sebenarnya. Saya tidak sakit, masih kuat jalan, masih mampu berlari, teriak, mondar-mandir sana-sini, dan masih terlihat seperti manusia normal. Makan masih lahap (hho..agak sensi ni), dan masih kuat untuk ngeblog kaya gini, pokok e insyaAllah sejauh ini saya ga ada masalah meski masih suka bersin pagi-pagi, batuk sesekali dan ingusan dikit (ga penting ni). Hanya saja saya sedang melakukan persiapan untuk operasi fistula (sinus) preauricularis pada selasa depan (insyaAllah gak ngaret ya, amin.)

Untuk melakukan operasi, saya menyadari biaya yang akan dikeluarkan untuk ini tidaklah sedikit. Berlatar-belakangkan hal demikian, maka tentulah bagi anak PNS seperti saya akan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah, yakni asuransi kesehatan (ASKES). Dengan memakai fasilitas ASKES, saya bisa terbebas dari segala biaya menyangkut persiapan dan ketika operasi nanti. Namun yang menjadi keluhan saat ini adalah, mungkin dari segi waktu dan tenaga yang diperlukan untuk mengurusnya. Peserta ASKES tidak bisa berobat ke RSUP secara langsung, akan tetapi harus mengurus rujukan di Puskesmas dan RSUD. Demikian setahu saya. (Meski kabar terbaru yang saya dengar, peserta ASKES yang ingin berobat langsung ke RSUP harus mengurus ASKESnya ke kantor ASKES di kota dimana RSUP tersebut berada). Mengurus rujukan di suatu Puskesmas butuh satu hari, demikian juga dengan RSUD. Belum lagi mengurus ASKES di RSUP, saya harus bersaing dengan ratusan pasien pengguna ASKES lainnya yang ingin berobat dan mengantre di poliklinik tujuan berobat. Saya rasa JAMKESMAS pun demikian, prosedurnya cukup panjang dan memakan waktu yang lama dan membuat letih para calon pasien. Pantas saja saya pikir, banyak pasien yang mengurungkan niatnya berobat ke RS Pemerintah karena prosedur yang ruwet ini, dan lebih memilih berobat ke swasta meski biayanya lebih mahal. Mungkin PR juga bagi pemerintah untuk lebih menyederhanakan prosedur penggunaan asuransi kesehatan yang memang sangat bermanfaat ini.

Oke segitu dulu, (postingan apa ini?? ckck) semoga nanti bisa nulis lagi lain kali dengan cerita lainnya. Mohon do’a semoga operasinya berjalan sesuai jadwal dan berhasil. Amin…

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s