Do’a yang Dikabulkan oleh Allah

Demi masa, seperti yang Allah ungkapkan di dalam surat al-‘Ashr, sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Mereka yang tidak merugi adalah orang-orang yang beriman, beramal shaleh, menasehati kebaikan dan penuh kesabaran. Alangkah sedihnya jika kita terhimpun bersama orang-orang merugi di padang mahsyar kelak, karena kita sering lalai dalam menggunakan waktu yang Allah berikan, termasuk waktu yang Allah sediakan untuk kita berdoa kepada-Nya.
Banyak orang yang lalai memanfaatkan waktu dan kesempatannya untuk berdo’a, padahal boleh jadi do’a tersebut mustajab namun tersia-siakan. Di antara do’a yang mustajab itu adalah do’a seseorang terhadap saudaranya yang berada di tempat yang jauh.

Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda,”Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, melainkan malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata: “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan.” (HR.Muslim). 

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits ini menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim yang mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh. Jika ia berdo’a untuk saudaranya atau muslim lainnya, maka keutamaan doanya juga teruntuk bagi dirinya.
Do’a mustajab lainnya adalah do’a yang sering diucapkan di saat lapang dan bahagia.

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin do’anya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.” (HR.At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Imam Dzahabi, dan dihasankan oleh Al-Albani).

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits ini adalah hendaklah seseorang memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sebaiknya sebagai seorang mukmin kita senantiasa berdoa sebelum datangnya bencana, berbeda dengan orang-orang kafir dan zhalim. Seperti firman Allah SWT,

“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon  (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu.” (Q.S. Az-Zumar: 8). 

Dan firman Allah SWT:

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah Menimpanya.” (Q.S. Yunus: 12)

Untuk itu kawan.. Mari kita senantiasa berdoa kepada Allah sebanyak-banyaknya, karena sesungguhnya doa adalah senjata kita sebagai seorang mukmin. Yakinlah bahwasanya Allah akan mengabulkan do’a kita, sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan dengan apa yang terbaik untuk kita. Jangan lupa perhatikan adab berdoa, dan bersabarlah menunggu dikabulkan oleh-Nya.
Dikutip dari buletin al-ihsan masjid Jabal Rahmah Semen Padang dengan perubahan seperlunya. (^_^)

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s