Ibukota Super Kumuh

Maaf jika judul tulisan ini kurang berkenan, karena an ingin bicara tentang kondisi kota Padang yang makin hari an liat makin ruwet. Satu sisi saja misalnya, dari segi kebersihan. Pasca gempa 30 September yang lalu, kota yang dulunya langganan Adipura kayaknya sekarang sudah tak mungkin lagi jika masalah ini tidak teratasi juga. Gerah saja, melihat tumpukan sampah masya Allah hampir di setiap sudut kota, terutama Pasar Raya.

Pagi ini an sempatkan bersepeda keliling kota. Keluar dari kosan an di PJKA, lewat di jalan Sawahan (H.Agus Salim), hingga ke gerbang pasar di Jendral Sudirman, trus ke Bagindo Aziz, Pondok, dan Siti Nurbaya. Terakhir an sempatkan lewat di Pasar Raya, tepat di lokasi pembangunan Gedung Pasar Inpress Raya yang entah kapan akan selesai.

Akhirnya an mendarat di Pasar Raya sekitar pukul 05.45 pagi, an coba memperlambat gayuh sepeda an waktu itu. Wueee..gila. Ini pasar atau tempat pembuangan sampah? Sumpah parah banget! Mulai dari simpang pasar raya Jl.Diponegoro, kemudian jl.Prof.Muhammad Yamin hingga di bundaran depan masjid Taqwa Muhammadiyah, bahkan sampai ke depan Gedung Balaikota Lama Kota Padang, terus hingga taman kota dekat simpang Kantor Pos, nauzubillah.. Sekali lagi ini Pusat kota atau pusat pembuangan sampah? Pengen banget an foto satu satu gimana parahnya tumpukan sampah pagi itu, tapi segan dengan orang-orang, nanti dikira apa pula. (–“)

Mungkin an sedikit deskripsikan seperti apa parahnya tumpukan sampah di pusat kota ini (walaupun susah mau bilang kaya gimana). Di tepi trotoar kiri dan kanan, tumpukan sampah di jalan muhammad yamin semakin ke pasar semakin subur. Berjejer satu per satu, bergunung-gunung, bahkan ada yang sengaja ditumpuk di lubang saluran air. Kalau hujan lebat lebih lama bisa banjir tuh. Orang-orang disana santai aja duduk-duduk minum kopi ditengah tumpukan itu. Tidak hanya tumpukan, sampah itu juga berserak hingga ke badan jalan, tapi ya biasa aja tuh, ga ada respon. Baunya mulai berubah. Lanjut ke dekat bundaran, di depan gedung Pasar Raya yang sedang dibangun, atau di depan Masjid Taqwa. Whuee..gilaa.. sampah tidak lagi bertumpukan, tapi sudah bertebaran dan tebalnya sudah beberapa centi. Trotoar sudah diubah fungsi menjadi tempat pedagang kaki lima, jalan udah sempit, baunya amis masyaAllah, genangan air hujan menambah harum baunya. Becek, kumuh, dan apa lagi ya? Kehabisan kata an. Hebat hebat. Lanjut ke arah Balaikota, bau anyir dan pesing air kencing menyerbak dimana-mana. Ini tempat apakah pusat kota atau toilet masal sih? Kumuh! Bahkan di depan Balaikota pun! Sampah bertebaran dimana-mana, hampir semua di bagian jalan raya. Ya Allah, kok bisa separah ini ya?

Itu bukanlah kunjungan an yang pertama kali, sayangnya an sudah sering mendapati Pasar Raya yang seperti itu berulang kali. An hanya kepikiran, mana petugas kebersihannya ya? Cari-cari, ada nemu satu orang. Alhamdulillah, tapi cuma satu orang! Mungkinkah orang ini adalah satu-satunya orang yang peduli dengan tugas dan kebersihan kota ini? Bermodalkan sapu lidi yang lidinya udah mulai habis, ia tetap menyapu dengan gigihnya, bercucuran keringat meski disubuh hari. Tapi kalau cuma sendiri mana cukup! Haruskah an sendiri yang turun tangan membersihkannya? he.. (sok-sok)

Itulah, an jadi bertanya-tanya dalam hati. Ini yang salah sebenarnya siapa. Kita yang tidak peduli, atau pemerintah yang tidak mau tahu. Tapi an rasa kedua-duanya! Urang Minang ko yo barasiah karajonyo yo!

Tolonglah pak wali, pak dinas kebersihan, masih ada orang yang mencintai kota ini, masih ada orang yang mendambakan kota ini menjadi kota yang enak dan nyaman dihuni! Urang Minang jan lalok juo lai! Awak lah jauah ditingga dek nagari urang! Lai tau?! *mad.

2 thoughts on “Ibukota Super Kumuh

  1. ugh *langsung kebayang gimana kondisi pasar raya*
    kapan ya pasar di sumbar ini bisa bersih dan rapi?

    Padang, di mana Adipuramu?

    Like

  2. itu lah mi, kasian jg an liatny, pengen juga an ngeliat padang ni ky kota2 di luar negri gt, bersih, rapi, trotoar memang untuk pejalan kaki, jalan raya untuk kendaraan (bukan tempat jualan), udara sejuk gak bau amis, teratur, bersih, kali n sungainya jernih (gak hijo penuh sampah)… tapi sepertinya cuma mimpi di siang bolong. he..

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s