Seharusnya Kita di Idul Adha

Idul Adha adalah hari raya terbesar bagi umat Islam, demikianlah seharusnya. Tapi seakan-akan kemeriahan dan semarak Idul Adha kalah dari semaraknya Idul Fitri. Padahal inilah hari Raya yang begitu sarat dengan makna yang luar biasa.

Mengapa disebut hari raya besar? Pertama, pada hari ini jutaan umat muslim dari seluruh dunia berkumpul di Makah Al Mukarramah, untuk menunaikan kewajiban melaksanakan ibadah haji. Kedua, Islam mengajarkan bahwa takbiran Idul Adha berlangsung selama 5 hari, mulai subuh tanggal 9 dzulhijjah hingga ashar 13 dzulhijjah (dari Umar Bin Khattab: HR. Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi. Sanadnya disahihkan Al-Albani – baca selengkapnya), dan ketika hari raya ini kita diperintahkan oleh Allah swt untuk berkurban. Ketiganya ini, tidak kita temukan pada hari raya Idul Fitri.

Ada banyak pelajaran yang harus kita camkan dalam hati mengenai makna di dalam hari raya ini. Diantaranya adalah makna-makna yang dapat kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim dan putranya Ismail ‘alaihissalam. Kisahnya sudah sama-sama kita ketahui, dan mungkin sudah banyak yang hapal. Tapi bagaimana dengan makna yang terkandung di dalamnya? Berikut ini ada beberapa yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.

Pelajaran pertama yang dapat kita ambil adalah, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Nabi Ibrahim as berpuluh-puluh tahun tidak memiliki seorang anak pun. Hingga berusia 80 tahun, beliau tetap teguh berdo’a kepada Allah, rabbi habli minashshalihin. Terus berdoa dan terus berdoa. Beliau tidak pernah putus asa, sehingga akhirnya Allah swt mengabulkan doa beliau. “Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. (QS.Asshaffat: 101)” Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita putus asa dari rahmat Allah?

Kedua, hendaklah bermusyawarah sebelum mengambil keputusan. Nabi Ibrahim as ketika sudah dikaruniai seorang anak, Allah swt perintahkan pula beliau untuk menyemblihnya. Ismail alaihissalam, putra dan harta satu-satunya kala itu pun harus ia sembelih. Namun Ibrahim alaihissalam tetap sabar, dan beliau musyawarahkan dulu dengan anaknya Ismail. “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” (QS.Asshaffat: 102) Kita bagaimana?

Ketiga, hendaklah kita mencontoh akhlak Ismail as, yakni sabar dalam ketaatan pada Allah. Ketika beliau diminta untuk disembelih, beliau  berkata, “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS.Asshaffat: 102) Bagaimana dengan kita?

Keempat, janganlah mengorbankan orang lain demi apapun jua. Demikianlah Allah swt akhirnya mengganti Ismail as dengan seeokor qibas, untuk mengajarkan kita bahwa dalam ketaatan kepada Allah sekalipun, kita tidak boleh mengorbankan orang lain, apalagi untuk urusan dunia bahkan kepentingan diri pribadi kita. “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar (QS. Asshaffat:107) Bagaimana dengan kita?

Maka Allah swt kembali menerangkan, bahwa sesungguhnya nikmat Allah sungguhlah amat banyak, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak” (QS.Al Kautsar: 1). Namun sudahkah kita mensyukuri nikmat Allah? “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.Ibrahim: 7). Lalu bagaimana cara kita mensyukuri nikmat Allah itu? Caranya adalah, dengan shalat dan berkurban. “Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan berkurbanlah. (QS.Al Kautsar:2) 

Materi di atas saya dapatkan dari ceramah Idul Adha hari ini yang luar biasa. Semoga suatu saat kita bisa meneladani Ibrahim dan Ismail alaihissalam, dan kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah. aminnn…🙂

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 Hijriyah.” !! Allahuakbar walillahilhamd! :mrgreen:

4 thoughts on “Seharusnya Kita di Idul Adha

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s