Suara Tanpa Gelombang

Saya tidak tahu apakah suara yang satu ini memiliki gelombang yang nyata. Ia datang begitu saja dan terdengar samar di telinga. Seperti ada suara yang memanggil-manggil tanpa ada kalimat yang jelas. Seperti ada yang sedang perlu kehadiran saya, dan sepertinya memang sangat penting.

Pagi itu tak ada sinyal bagiku untuk pulang ke rumah. Aktifitas di kampus kayaknya sudah menyita hampir semua waktu yang ada. Masih banyak agenda dan tugas yang harus dituntaskan segera, tapi semakin siang suara itu makin berat.

Aku pulang. Awalnya tanpa tujuan yang jelas. Allah tiba-tiba menggerakkan batin saya untuk pulang saat itu juga. Meski masih berseragam kampus, setelah shalat Jum’at saya pulang.

SMS masuk ke handphone saya. Tidak hanya satu atau dua, tapi banyak. Saya baca satu per satu, dan rata-rata semua SMS itu sepertinya tidak memperkenankan saya untuk meninggalkan Padang. Beberapa diantaranya saya tanggapi, ada yang tidak. I’m sorry, i dunno why this sound was exactly too strong, and i must go home.

Akhirnya saya mengetahui dari mana sumber suara ini berasal, setelah saya menginjakkan kaki di rumah, and that was my mother. Ibu saya ternyata tidak dalam keadaan sehat. Badannya letih, wajahnya terlihat udem. Kakinya kesemutan, dan sakit jika diinjakkan. Alhamdulillah, malam itu Allah memberiku kesempatan menghiburnya. Bertemu dengannya.

Namun, betapa aku sedih disaat memeriksa gula darahnya. 405 mg/dl. (Kebetulan kami punya alat pendeteksi gula darah). Dari dulu saya sangat nyinyir mengingatkan beliau akan penyakit keturunan yang kemungkinan besar juga menimpanya. Penyakit yang menjadi pembunuh utama keluarga saya. Diabetes. Akhirnya malam itu aku mengajak beliau untuk berobat.

Pasien mengantre sedemikian padat. Tampaknya yang berobat juga terlalu banyak. Meski demikian saya mendaftarkan ibu saya menjadi pasien, namun kami harus rela mendapatkan giliran ke 56, padahal yang berobat baru kurang dari 10 orang. Selain itu dokter yang biasanya praktek tidak terlihat, sepertinya digantikan oleh asistennya. Melihat kondisi seperti itu, ibu saya enggan berobat, ditambah lagi malam semakin larut.

Akhirnya aku mengajak beliau ke apotek. Aku berusaha mengingat-ingat pelajaran di kampus mengenai diabetes. Aku belikan beliau metformin tablet generik 500 mg. Setidaknya bisa menurunkan gula darahnya yang sedemikian tinggi. 3×1 setelah makan.

Aku terus memantau perkembangan kesehatan beliau. Keesokan harinya, akupun mengajak beliau jalan-jalan ke pasar Payakumbuh. Sekalian memeriksa mata saya yang sepertinya makin kabur. Setelah diperiksa, kacamata saya yang lama sudah tidak cocok lagi. Ternyata minus mata kiri saya sudah berkurang dari 2,5 ke 2. Alhamdulillah, senang.

Kami pun jalan2 ke kampung Ibu saya di Ampang Gadang, Mudiak. Sekitar 16 km dari Payakumbuh. Berdua saja, dengan motor. Kebetulan ada kerabat yang mengadakan baralek (pesta pernikahan), akhirnya dapat makan siang gratis. Hehe..

Akhirnya seharian aku berdua dengan ibu di atas motor, malala kien kamari. Haha. Kehujanan, kepanasan. Tapi at least, i can be there with my mom.

Malala jo ama😛

Pagi ini, alhamdulillah gula darah beliau sudah mulai turun ke 210 mg/dl. Meski masih tinggi, saya masih meminta ibu untuk meminum metformin 3 x 1, setidaknya sampai gula darah beliau dibawah 140 mg/dl, baru saya berani menurunkan dosis. Mudah-mudahan DM ini masih dini dan masih bisa dikendalikan.

Akhirnya, saya harus kembali ke Padang. Sambil berharap ibu saya baik-baik saja. Amin ya Allah.

“Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah mereka, sebagaimana mereka mengasihaniku sewaktu aku kecil.”

2 thoughts on “Suara Tanpa Gelombang

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s