Guruku, Masih Mengingatku

Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan main ke SMA saya di Bukit Sitabur Payakumbuh. Sewaktu di perjalanan, jika diingat-ingat masa ketika saya rutin melintasi jalanan yang sama saat waktu SMA dulu, rasanya waktu berlalu begitu cepat. Saat pasar Ibuh Payakumbuh yang ramai setiap pagi, saat udara dingin perbukitan menusuk dada, saat pemandangan hijau sawah dan pegunungan yang memberikan kedamaian, hari ini saya kembali merasakannya. Sungguh sesuatu yang sangat berbeda. So nostalgic.

Ya, sekolah saya terletak di kaki sebuah Bukit yang berada di kawasan yang sejuk. Tiga tahun saya menimba ilmu di sana, tak terasa sudah hampir tiga tahun pula saya sudah melangkahkan kaki meninggalkannya. Di sana saya dididik dan diajar, hingga di sana saya bisa menentukan ke mana arah masa depan saya, saat saya lulus PMDK di Fakultas Kedokteran Unand.

Hari ini saya bertemu dengan guru-guru yang dahulu mendidik saya, mengajari saya. Banyak hal yang kami bicarakan, sambil kangen-kangenan. Hehe. Beberapa di antara mereka, masih sangat mengingat saya. “Badan saketek itu juo baru, abuak pendek juo baru, ndak ado nan barubah si Sandres ko do..” (Badan masih sekecil itu, rambut masih pendek, gak ada yang berubah dari si Sandres ini ya..)” ucap buk Upik, guru kesenian saya. Hehe. Jadi malu. Ada lagi yang meresepon, “Baa dek tambah kuruih pak dokter ko? Dulu bulek a lai, temok, wajahnyo mode anak-anak juo baru, kini baru lah agak dewasa bantuaknyo snek. (Kok kurusan pak dokter ni? Dulu wajahnya bulet, temok, wajahnya masih kaya anak-anak, sekarang baru agak dewasa keliatannya). ucap buk Mega, guru kimia saya, sekaligus wali kelas saya di kelas 3 SMA dulu.. hehe. “Tadi ibuk mancaliak, iko anak bujang sia lah yang masuak-masuak ka kantua dari tadi ko? Astaghfirullah, kironyo Sandres! (Tadi ibuk lihat, ini anak bujang siapa..lah yang masuk-masuk ke kantor dari tadi ni, Astaghfirullah, ternyata Sandres!)” Ucap buk Rika, salah satu guru Matematika favorit saya sambil kegirangan dan tertawa melihat keberadaan saya. Haha.. Dan masih banyak lagi yang merespon saya. Tak sedikit yang bilang saya kurusan. Hehe. Padahal saya berasa biasa-biasa aja, kayak gini aja dari dulu.ckck..

Alhamdulillah, ternyata saya masih diingat di SMA ini. Sampai ketika Pak Rahman, seorang penjaga kebersihan sekolah dan Masjidnya, ketika beliau melihat saya, beliau yang sambil menyapu dedaunan kering yang berguguran di depan lapangan basket di samping mesjid, langsung menjatuhkan sapunya dan berjalan ke arah saya sambil tersenyum. Ya Allah, sungguh saya bahagia sekali. Seorang pak Rahman masih mengingat saya, siswa culun yang suka main ke mesjid dulu. hehehe.. Semangat pak, jaga kesehatan.

Demikian juga di saat saya melangkahkan kaki ke perpustakaan, yang sekarang ruangannya sudah besar dan gagah. Belum sampai kaki saya melangkah menuju ruang perpustakaan, seorang guru sekaligus petugas perpustakaan yang juga seseorang yang berperan besar saat masa-masa dakwah sekolah saya di Rohis sewaktu SMA dulu, yakni kak Tet, terlihat tersenyum lebar dan begitu hangat. Haha.. akirnya kami “kangen-kangenan”. Hehe. Sudah bertahun-tahun tak bersua ya kak Tet.

Saya pun berjalan ke ruang BK. Disana ada buk Amna, dan guru-guru lainnya. Disini saya merasa begitu berharga. Banyak pertanyaan guru-guru tentang bagaimana rasanya kuliah di FK. Bagaimana kiat-kiat masuk ke sana, bagaimana persiapannya, dan sebagainya. Subhanallah, alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman saya kepada guru yang telah meluruskan jalan saya menuju kampus FK.

Sekilas, sekolah ini sudah begitu banyak yang berubah. Gedung-gedungnya sudah banyak yang direhap, ada beberapa yang masih dalam pengerjaan. Selain itu ada juga sekolah baru yang meminjam gedung sekolah saya untuk proses belajar mengajar untuk sementara, jadinya dalam satu sekolah itu, ada dua SMA. hehe..

Demikianlah sedikit cerita saya tentang kunjungan saya ke sekolah hari ini, SMA 2 Payakumbuh, Kampus Flamboyan. Sudah banyak yang berubah. Sayang waktu itu saya hanya bisa kesana sendirian dengan motor, soalnya teman-teman seangkatan saya semuanya sudah kuliah lagi. Hah..kesal juga. Saat mereka liburan, saya masih saja kuliah, saat saya yang liburan, eh mereka udah kuliah lagi.. (_ _”). But at least, saya hanya bisa bilang. Alhamdulillah, dan terima kasih. Mudah-mudahan dari SMA ini kedepannya, bisa terlahir anak-anak yang lebih berkualitas. Amin.😀

Ternyata, guru-guruku masih mengingatku. Meski wajahku sudah ada yang lupa, tetapi saat aku menyebut nama, beliau-beliau masih mengingatnya. Semoga aku pun bisa selalu mengingat nama dan wajah beliau semuanya, amin ya Allah.

4 thoughts on “Guruku, Masih Mengingatku

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s