Daijobu desu!

Kadang, adakalanya hari-hari kita terisi oleh hal-hal yang menyakitkan. Kita pun berusaha melaluinya dengan cara kita masing-masing, sesuai sifat kita masing-masing. Ada yang tegar, ada pula yang tak mau menerima. Namun ada pula yang justru terus menerus menyalahkan dirinya sendiri, mengapa ia bersedih, atau..mengapa hal itu membuatnya sedih.

Kita kadang merasa hari-hari yang kita lalui begitu hampa, sunyi dan sepi. Meskipun kita berada di tengah keramaian, terkadang fikiran kita menganggap kita sedang sendiri. Saking kesepian, semua hal yang membuat kita merasa diperhatikan, semua hal yang membuat kita dianggap keberadaannya, menjadi hal yang segala-galanya untuk kita. Kita bahkan rela melakukan apa saja yang diinginkan oleh mereka, agar kita bisa membuat mereka bahagia dan diri kita merasa berguna di hadapan mereka. Kadang, sebuah respect dari seseorang, sungguh menjadi harta luar biasa yang langka dan tak ingin kita kehilangan akan keberadaannya.

Mungkin, orang-orang yang selama hidupnya dihiasi dengan kesepian, merasakan hal yang sama. Di saat mereka ingin diperlakukan sama layaknya seperti sahabat karib yang ingin diajak bicara, diajak bercanda, diajak tertawa. Bahkan mereka mungkin sengaja mengendap-ngendap mencari tahu apakah mereka dianggap, dibicarakan dan disebut namanya. Hal yang menghantui mereka yang hidupnya dirundung kesepian, mungkin tidak sering dirasakan oleh mereka yang memiliki banyak sahabat dan pandai bergaul. Mereka akan menjaga sebuah kepercayaan orang lain, walaupun hal itu hanya sedikit. Mereka akan berbuat apa saja demi sebuah respect dari orang lain, meskipun terkadang mereka melupakan kebaikan untuk diri mereka sendiri.

Sebagian besar dari orang-orang demikian, mungkin bersifat pendiam. Mereka terlihat lemah, dan selalu tidak percaya diri bahwa mereka juga punya kelebihan. Satu-satunya yang mereka fikirkan adalah bagaimana mereka dianggap, bagaimana mereka disapa, dan diajak berbicara. Mereka mungkin tak pandai menyusun kata, namun sekali diajak bicara hati ke hati, mereka kadang tak mampu menghentikan ucapannya. Banyak hal yang ingin mereka utarakan. Kepedihannya, kebodohannya, ketidakpercayadiriannya.

Melihat orang lain bahagia, mungkin menjadi tujuan hidup mereka. Mereka ingin memberikan manfaat pada orang lain, ingin menyenangkan hati orang lain. Mereka rela berbuat baik, rela menolong siapapun yang membutuhkan pertolongannya, rela berkorban waktu dan tenaga hanya untuk mencari sebuah respect dari orang lain. Mereka yang hidupnya bahagia karena dianggap, mereka yang hatinya haru saat melangkah bersama. Mereka yang ingin menghiasi hari-harinya dengan melihat senyuman orang-orang disekitarnya, mereka yang merasa selalu salah jika membuat orang lain bersedih. Bahkan tak jarang mereka merasa hina, jika mengecewakan orang lain.

Mungkin, orang-orang itu ada di sekitar kita. Orang-orang yang dalam hati kecilnya ingin menjalin persahabatan, tapi ia tak pandai memulainya. Mungkin ia rela melakukan apa saja demi seseorang yang percaya pada kemampuannya, bahkan hingga ia pun tak peduli apa yang akan terjadi pada dirinya. Mereka yang hatinya penuh luka, dan mudah tersentuh dengan sebuah kepedulian. Mereka yang mungkin bahagia ketika dimarahi karena kebodohannya, mereka yang mungkin sedih ketika dipuji kebaikannya. Mereka yang sesungguhnya bukan ingin melihatkan dirinya luar biasa, hanya saja, mereka yang ingin diperlihatkan, bahwa dirinya memang luar biasa.

Namun, yang membuat mereka sesungguhnya kuat, adalah mereka yang selalu berucap pada dirinya, “Aku kuat, dan tak apa-apa.”

Daijobu desu!

#Jalani hidup apa adanya, dan pantang putus asa.

4 thoughts on “Daijobu desu!

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s