Ketika Bisa Melihat Namun Tak bisa Mencium Bau #Sampah.

Beberapa waktu belakangan ini, an sering melihat-lihat prilaku hidup kebanyakan orang di sekitar an. Gak jauh-jauh juga, an sendiri mungkin termasuk. -__-” Dan an pikir, harusnya ini perlu perubahan. Jika tidak, wah..gawat. Mungkin kebiasaan ini emang susah diubah, karena kurang jadi perhatian. Tapi, sejujurnya an malu.

Setiap pagi, an melewati jalan di depan kampus pake sepeda. Sebelum masuk ke gerbang kampus, an biasa memperhatikan kali yang terdapat di depannya. Kali ini semacam sungai. An gak tau fungsinya apa, apakah memang untuk membuang limbah rumah tangga, atau justru buat drainase untuk mencegah banjir. Tapi sayang, kali itu keliatan kotor banget. Sampah berserakan, dan orang-orang seenaknya buang sampah plastik atau apapun ke situ tanpa ada rasa bersalah. Akhirnya setiap kali hujan, kali itu bakal meluap, kotor dan mirip kubangan. Ah..yang pasti menjijikan -_-“. Walhasil, kali itu jadi surga buat mikroorganisme patogen, cacing, nyamuk, bakteri, lalat dan teman-temannya. An rasa, kenapa banyak yang menderita DBD kemarin-kemarin ini juga akibat kali itu mungkin..

Kemudian, an sempat nyobain makan di salah satu warung gak jauh dari kosan. Makanannya enak banget memang, ada lontong gulai sama lotek. Beberapa warung juga ada yang ngejual nasi goreng, pecel dan sebagainya. Dan kalau mau ke kampus, di depan kali yang menurut an kotor itu berjejeran beraneka ragam makanan jajanan gerobak yang enak-enak. Tapi, an pikir, sebaiknya kita mesti lebih teliti lagi kalau mau jajan. Bersih atau tidak apa yang kita makan. Karena, kalau makanan tidak bersih, bisa jadi penyebab diare. Tapi sepertinya gak banyak yang memperhatikan. Malah makin hari pedagang makin rame. ckck.

Sore-sore sebelum badai kemarin (ceritanya Padang dilanda badai malam sabtu kemarin), an gak sengaja liat bule cewek yang main ke kampus. Kayaknya dia backpacker gitu, tapi an gak ngeliat ransel gedenya. Mungkin lagi jalan-jalan ngeliat kampus. hehe. An sempat kasian. Pas dia lagi nyeberangi jalan raya depan kampus, kayaknya dia kesulitan. Liat kiri kanan masih ada mobil dan motor yang nyelonong seenaknya gak memperhatikan pejalan kaki. Kalau di negaranya mungkin gak bakal ketemu kali ya. ckck. Trus dia sempat liat-liatin kali yang kotor itu. Dalam hati an berkata,”maaf bule, di Indonesia yang kaya gini mah biasa.ckck”. Sambil mengurut-urut kulitnya yang kemerahan karena teriknya matahari, ia berjalan dengan sigap ke area kampus.

Hari ini, di rumah sakit, hal yang sama pun masih an liat. Dan sebenarnya hal ini sudah lumrah kalau kita menginjakkan kaki disana. Kita bisa melihat beberapa orang yang makan nasi bungkus berjejeran di teras rumah sakit. Bahkan di tempat pejalan kaki. Sambil mencium-cium nasinya apakah sudah basi atau belum, tanpa cuci tangan di depan bangsal Paru yang kasus infeksinya tinggi, bersama anggota keluarga mereka menyantap makanannya. Tapi an pikir, kita juga gak bisa menyalahkan mereka. Itu mungkin terpaksa, karena rumah sakitpun tidak menyediakan tempat yang cukup untuk keluarga pasien, apalagi mereka yang ekonominya kurang mampu. Sedih rasanya memang. Ingin rasanya membantu.

Tapi, mungkin yang perlu kita ubah adalah, prilaku hidup bersih kita yang memang belum baik. Gak ada salahnya mulai hari ini kita berusaha meletakkan sampah di tempatnya. Kita beli makanan yang lebih bersih dan jangan lupa mencuci tangan sebelum makan. Kemudian, tidak ada salahnya kita mengajak teman-teman kita buat hidup lebih bersih. Hal-hal sederhana seperti ini jika kita bisa menyadarinya dan mengamalkannya serta mengajarkannya, an rasa kebersihan lingkungan di tempat kita masing-masing bisa menjadi lebih baik, sehingga kita tak mudah terserang penyakit. Ayo, mari kita hidup lebih bersih sedari sekarang!😀

Anak kecil aja bisa buang sampah di tempatnya, masa' kita nggak?🙂

2 thoughts on “Ketika Bisa Melihat Namun Tak bisa Mencium Bau #Sampah.

  1. huaaahh….
    sama seperti yang kakak sednag pikirkan saat ini An….
    hal yang sama terjadi ketika kakak lagi dinas di interne.
    padahal itu Rumah Sakit, tapi jorok nya minta ampun… keluarga berserakan di sekitar bed pasien.

    Mengenai kali comberan yang ada di depan FK…ckckckc…
    sebuah fakultas kedokteran yang notabene berorientasi kepada penyembuhan pasien, justru terletak di pinggir kali yang penuh dengan sampah…. #miris😦

    setahu kakak jl.perintis kemerdekaan itu jalan “kesehatan”. Soalnya mulai dari RS, Fak.Kedokteran, Dinas kesehatan, Stikes, semuanya berada di sana… tapi… ya begitulah ^^ #youknowwhatImean

    Like

    • seandainya pihak kampus, rumah sakit, dan BEM KM kita peduli.. kita bisa ajak masyarakatnnya bersih2..tapi ya.. T3T apakah mungkin?

      siapa disini yg berani bersuara? ckck.

      Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s