Bukan Saatnya Untuk Menyesal

Hidup kadang dihiasi onak duri disamping bunga yang mekar. Saat itu kita diuji apakah kita ikhlas menjalani ataukah tidak. Boleh saja di awal kita berniat dengan ikhlas, namun ujian harus tetap ada untuk menguatkan niat itu, apakah dia benar-benar sudah ikhlas atau sedikit ikhlas, atau tidak ikhlas sama sekali.

Jika kita berniat dengan ikhlas, bersikap dan bertindak dengan ikhlas, termasuk menerima segala konsekuensi dari sebuah pekerjaan yang kita lakukan, sebuah tindakan yang kita kerjakan, dengan ikhlas, penyesalan tak akan mau mendekati hati kita.

Jika ikhlas, tak ada kata mengeluh.

Jika ikhlas, tak ada kata menyerah.

Jika ikhlas, tak ada kata menyesal.

Lillahi ta’ala, innalillahi. Karena Allah, dan karena semuanya memang berasal dari Allah. Suka, duka, pahit manis semuanya adalah dalam rangka ibadah dan mendapat ridho dari Allah. Hasil? Allah yang bicara. Kita? Hanya berusaha sebaik-baiknya.

Bismillah. Please, jangan ada lagi kata menyerah, kata lemah, kata putus asa, dan kata penyesalan. Akiramenai, ganbatte, don’t give up. Insya Allah.🙂

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s