Budaya Mengantre

Pernah mendengar berita tentang pembagian sembako murah untuk masyarakat miskin? Atau pembagian zakat fitrah pada bulan Ramadhan? Atau pembagian daging kurban saat Idul Adha? Kira-kira apa yang pertama kali kita ingat saat melihat berita itu di televisi? Hm..berdesak-desakan? Ricuh? Hm..

Mungkin gak perlu jauh-jauh atau melihat televisi kali ya. Di kampus saja hal semacam itu juga sudah lumrah kayaknya, terutama pas menandatangani absen kehadiran. Semua pada cerebutan, pengen duluan, berdesak-desakan sampai absennya koyak. Hm.. -_-“

Budaya mengantre masyarakat kita sepertinya mesti diperbaiki. Menurut aku, gak ada salahnya kita meniru hal yang satu ini dari orang Jepang. Liat gambar ini:

Gambar ini saya dapatkan di sebuah situs di internet. Disini digambarkan bagaimana tertibnya orang Jepang dalam mengantre, walaupun yang diantrein itu sebuah mesin penyedia makanan dan minuman otomatis. *0* Gilaa. Bahkan hanya untuk mengantre makanan dan minuman gratis itu saja mereka mesti membuat barisan antrian sepanjang itu hingga berkelok-kelok.. Kalau pembagian sembako gratis atau kurban saat Idul Adha juga kaya gini, wah..

Menurut aku ini sesuatu yang keren. Menurut kamu?

Advertisements

6 thoughts on “Budaya Mengantre

  1. patut ditiru nih.. πŸ˜€
    di Indonesia budaya ini agak terabaikan (contohnya pembagian daging kurban, dan pembagian2 lainnya), yang mirisnya adalah korban yang berjatuhan karena tidak adanya budaya mengantre ini

    menurutku, ini juga sesuatu yang keren πŸ˜€

    Like

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s