Berdamailah dengan setitik rasa yang Allah titipkan padamu.

Memang sulit melalui hari-hari penuh tanda tanya, apalagi hari-hari itu sudah berlangsung begitu lama hingga bertahun-tahun. Masalahnya hanya simpel, namun sejatinya rumit. Sebuah rasa yang Allah titipkan pada hamba-Nya, dijelaskan dalam Ali Imran ayat 14.

Rasa itu adalah sasaran empuk bagi syaitan untuk melumpuhkan keimanan. Nafsu dan keinginan bisa menjadi korban dari kelemahan iman jika rasa itu benar-benar tidak disikapi dengan baik-baik, dengan cerdik, dengan ikhlas. Ia mampu membawa kita ke suatu dunia yang tak ada logika, memutar balik fikiran dan membuat lupa, lupa dengan segala tugas kita di dunia. Rasa yang sungguh menjadi ujian terberat bagi setiap hamba, laki-laki maupun perempuan, di akhir masa-masa remajanya, dan memuncak saat dewasa bermula.

Ya, rasa yang Allah jelaskan di dalam al-Quran itu memang sungguh merupakan ujian yang berat. Tak banyak dari kita yang imannya sanggup menaklukannya. Yang kuat mungkin mampu bersabar, bersabar dan bersabar, hingga Allah membalasi kesabarannya itu dengan kebaikan berlipat ganda, yang sedang imannya mungkin sempat tertegun dan terikut bisikannya, hingga rasa itu menggerakkan alat indra dan alat geraknya. Namun, yang lemah mungkin sudah sampai membuat sekujur tubuhnya lupa dan lose control. Tak sadar lagi apa yang dilakukannya.

Rasa itu memang sekali lagi ujian yang berat. Kita diuji, mana yang lebih kita cintai, Allah atau yang lain. Sekali lagi, Allah ataukah yang lain. Memang yang memberi ujian itu adalah Allah, namun sejatinya Allah ingin membuat kita mencintai-Nya lebih dan lebih lagi dari sebelumnya. Yang berhasil tentu Allah makin sayang, yang gagal tentu Allah akan kecewa. Semoga hati ini kuat, dan mampu menuai setiap hikmah yang Ia sediakan untuk kita lewat segala perasaan yang Ia titipkan. Maka dari itu, saat rasa itu melunjak tak karuan, berdamailah dengannya. Mungkin dia telah dikendarai syaitan, mungkin nafsu tlah tertaklukkan, atau iman sudah tak punya kekuatan. Sedikit merenungi dan mencoba memahami hakikat dari perasaan itu, mungkin imanmu bisa bangkit sedikit demi sedikit, hingga kamu bisa lulus ujian.

Hamasah.

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s