al quran ku

Al Qur’anku, Janganlah Berdebu

Ramadhan selalu mengajarkan dan mengingatkan kita untuk mempergiat amalan yaumi. Disengaja atau tidak, amalan yaumi kita di luar bulan Ramadhan mungkin tidak se up to date di bulan Ramadhan, termasuk tilawah qur’an. Jika di luar Ramadhan, membaca lembaran surat-surat di dalam Al Qur’an mungkin hanya satu atau dua halaman, itupun kadang bolong-bolong *curcol -_-. Menjadi pribadi yang mencintai islam masih saja belum sepenuhnya sempurna, bahkan esensi islam pun masih jarang dibuka. Masya Allah.

Tidak apa mengingatkan diri sendiri selama aku bisa kembali membaca note sederhana ini.

Ehm, namun di bulan Ramadhan kenyataan itu kembali menyentak batin. Saat aku pulang ke rumah, aku melihat sebuah al-Qur’an yang terlihat lusuh berdebu dan telah berkabut. Sepeninggalku, Al-Qur’an ini sudah lama tak ku sentuh. Sekarang ia tergeletak indah di dalam lemari buku raksasa, di baris deretan buku yang sekarang isinya telah disemaki oleh peralatan otomotif milik ayah. Kasihan sekali.

Al Qur’an ku.., ku ambil gambarnya di atas meja belajar

Siapa yang kasihan sebenarnya? al-Qur’an itu atau pemiliknya? -_-“

Kini al-Qur’an itu terlihat lusuh, kertasnya telah menguning bak melapuk, tak lagi mulus, telah mengkerut. Sampulnya copot dan berdebu. Terlantar dengan indahnya. Ingin ku elus lagi guratannya supaya dia tersenyum. Al-Qur’an yang menjadi kawan di meja belajarku saat SMA. ckckck..sok-sok mendramatisir..

Itu masih mending daripada al-Qur’annya bagus dan mulus tapi tak pernah dibuka. Ya kan?!

Seandainya aku tak diajari al-Qur’an oleh nenekku sejak belia, tak ikut belajar di TPA surau beringin bersama kawan-kawan dan guru-guru yang baik, tidak bertemu guru-guru terbaikku di tsanawiyah dulu, andai aku tak ditakdirkan Allah menjadi anak Rohis *ciee, ckck) di SMA-ku dulu dan berteman dengan sahabat-sahabat yang subhanallah, mungkin tak akan ada niat dan usaha menghatamkan qur’an selama Ramadhan. Tiada yang memberi motivasi. Mungkin setelah tamat TPA, al-Qur’an ini akan jarang kusentuh. Mungkin aku akan lupa belajar agama dan tak mau tau dengan dakwah. Masya Allah. Kadang aku merasa begitu beruntung, namun bagaimana dengan yang tak pernah memiliki kesempatan yang sama?

Disadari atau tidak, saat ini kita dihadapkan pada generasi muda yang “mungkin” malas membaca Al-Qur’an. Bahkan mungkin ada yang masih belum bisa membaca al-Qur’an dengan baik hingga usia dewasa. Semoga ini tidaklah benar.

Karena itu, mari kita buka al-Qur’an, mari kita baca, mari kita pelajari hingga kita amalkan. Sekecil apapun upaya kita mengamalkan insya Allah tercatat di sisi Allah sebagai amal saleh. Karena amal saleh itulah satu-satunya penolong kita di pengadilan Allah nanti. Tidakkah kita sedih melihat al-Qur’an ini berdebu? Hanya sebagai hiasan di rak buku? Tanpa ada upaya bahkan niat untuk membacanya? Lihatlah setumpuk keutaman membaca al-Qur’an:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30).

“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Hud: 114)

Tamim Ad Dary radhiyalahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6468).

“Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Maukah salah seorang dari kalian jika dia kembali ke rumahnya mendapati di dalamnya 3 onta yang hamil, gemuk serta besar?” Kami (para shahabat) menjawab: “Iya”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Salah seorang dari kalian membaca tiga ayat di dalam shalat lebih baik baginya daripada mendapatkan tiga onta yang hamil, gemuk dan besar.” (HR. Muslim).

“Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

“Abu Musa Al Asy’ary radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui suara kelompok orang-orang keturunan Asy’ary dengan bacaan Al Quran, jika mereka memasuki waktu malam dan aku mengenal rumah-rumah mereka dari suara-suara mereka membaca Al Quran pada waktu malam, meskipun sebenarnya aku belum melihat rumah-rumah mereka ketika mereka berdiam (disana) pada siang hari…” (HR. Muslim).

Semoga bisa menjadi renungan buatku dan semoga juga untukmu. Wallahu’alam. Semoga bisa menjadi pengingat dan menjadi manfaat. amin….

*Nah, tunggu apa lagi? Yuk baca Qur’an dari sekarang. Gak mau kan al-Qur’annya berdebu? Insya Allah. Semoga bisa mengkhatamkan Qur’an di Ramadhan kali ini. *Udah juz berapa? hhe🙂

#Ramadhan 1433H
Referensi: Keutamaan Membaca Al Qur’an — Muslim.Or.Id

2 thoughts on “Al Qur’anku, Janganlah Berdebu

  1. Bukan cuma mushaf yang jangan sampai berdebu. Pemahaman yang sudah sampai di memory otak kita pun jangan sampai berdebu🙂

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s