Memorial Dakwah

Kala itu kami duduk melingkar di dalam mesjid, mesjid yang katanya paling besar dari semua mesjid yang ada di SMA manapun di Sumbar. Itulah mesjid Jabal Nur di SMA ku dulu. Di keheningan suasana setelah shalat jum’at, banyak ilmu dan pelajaran yang kami peroleh dari seorang ustad, dari setiap tausyiahnya. Setiap minggu selalu berganti. Beliau-beliau ini tak meminta upah apapun, datang kapanpun diminta, dengan wajah yang selalu berseri-seri.

Pejuang dakwah yang tangguh, aku selalu memandang hormat orang-orang ini. Wajahnya selalu tawadhu’, isi fikirannya hanya untuk mengajak orang masuk syurganya Allah. Meski sefutur apapun mereka siap memompa semangat ini, selalu berdo’a agar tetap istiqomah.

Pagi ini aku bertemu lagi dengan salah seorang diantara mereka. Wajah beliau tetap sama, bersih dan menyejukkan. Aku merasa rindu lagi ingin seperti dulu. Berkumpul dengan orang-orang ini, membicarakan Islam. Mereka yang selalu memperkuat semangat itu, semangat belajar, semangat berdakwah, semangat ber-Islam. Huah.. I really miss that.

Tiba-tiba memorial dakwah itu berputar di kepalaku. Mulai saat aku bergabung di Rohis, ikut forum ar Rijal rutin setiap jum’at, mabit dan jurit bareng2 ikhwan, bikin acara di sekolah dan buat anak-anak SMA se-Payakumbuh 50 kota, berkunjung ke Rohis smansa payakumbuh, coret-coret kertas buat mading di mesjid, bikin buletin rohis dan menyebarkannya setiap shalat dzuhur, ngisi materi tausyiah di mimbar mesjid saat shalat dzuhur, mendaki bukit sitabur bareng ikhwah, rihlah di Harau, di kapalo banda.., menggalang dana buat baksos di panti asuhan Situjuh, makan rujak dan kue-kue yang dibikin akhwat2 An-Nisa’, memimpin rapat pengurus, liqo di Masjid mukhlisin, di masjid muslimin, di Ikadi.., pergi acara Assalam di Sijunjung yang waktu itu naik mobil umum dan malamnya nginap di rumah ikhwan, ngajak adek-adek kelas X masuk rohis pas MOS SMA dulu, nonton bareng, berorasi di depan siswa dan guru sambil mempromosikan Rohis, ngeliat abang2 latihan nasyid, dan yang paling aku rindukan adalah, tiada ragu meneriakkan Allahu Akbar! Banyak lagi yang mungkin tak bisa kutuliskan.. That really means to me. (T_T)

Ah..sudah bertahun-tahun aku tak lagi merasakan ukhuwah seperti itu. Ingin memulainya lagi, terasa sulit bagiku. Sepertinya, kefuturan ini sudah berlarut-larut..

Huah, pagi-pagi buka edisi curhat di blog. sesuatu banget yah.

Mungkin, yang pernah ngerasain hal yang sama, berjuanglah untuk tetap mempertahankannya. Karena, jika iman kita lagi down dan ia gak diasah-asah lagi, lama-lama ia benar-benar down. Saat aku ikut shalat jum’at kemarin di mesjid PJKA, sang khatib berpesan, bahwa iman itu harus selalu diasah dan diasah, karena jika tidak bakal tumpul dan kita benar-benar hilang arah. Melemahnya iman identik dengan meningkatnya maksiat, dan sebaliknya. Mereka seperti hubungan timbal balik. Maka, agar iman tetap terjaga, mestinya kita sering-sering mengasahnya, mungkin dengan membaca artikel-artikel islam, buku-buku islam, menjaga amalan yaumi kayak duha, tahajud, puasa sunnah, yang jelas dan so pasti amalan wajib gak boleh absen. Rutin tilawah, dan ikut acara2 keagamaan lainnya. *Ini sesuatu tausyiah banget yah buat aku. (-_-)”

Anyway..ya, intinya satu kata, *aku selalu ingat seseorang kalau bilang kata-kata ini. Kata2 mantan ketua Rohis dulu.

ISTIQAMAH.

How can we do it? You must find the way to do it by your self!

Dan tetaplah ( Istiqamah ) sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka.” ( QS. Asy-Syura : 15 ).

“Dari Sofyan bin Abdullah Ats-Tsaqofi berkata, sesungguhnya seorang laki-laki berkata : “Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam suatu perkataan yang aku tidak akan menanyakannya lagi kepada seseorang selain hanya kepada engkau,” Rasulullah berkata :” Katakanlah ! Aku beriman kepada Allah kemudian Istiqamah.” (Sebagai tambahan) Aku berkata : “Ya Rasulullah apa yang harus aku jaga ?” Maka Rasulullah mengisyaratkan kepada lidahnya sendiri dan berkata : “ini” ( HR. Muslim di dalam shahihnya ).

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka istiqamah maka malaikat akan turun kepada mereka ( dengan mengatakan ) : “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah pelindung-pelindungmu di dalam kehidupan di dunia dan akhirat, di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh ( pula ) didalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan ( bagimu ) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( QS. Fushilat : 30-32 ).

Sekian tausyiah hari ini (^o^)/

#Wallahu’alam

2 thoughts on “Memorial Dakwah

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s