images (1)

Ketika Ibu Bertanya Masalah Cinta

 “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran (3): 14)

Dua hari yang lalu, di suatu malam, aku melepas penat dengan ibu. Berdua, di depan televisi, di atas sebuah karpet berbahan kasur -bingung mau nyari istilah apa, ckck-, sambil tidur-tiduran, malas-malasan, dan sesekali nonton tv. ckck. Biasa, anak laki-laki, pada umumnya lebih dekat dengan ibunya. Entah kenapa. Am I wrong? Setidaknya, aku begitu. wkwk..

Aku sengaja menemani ibu menonton tv, sudah lama aku merindukan momen-momen ngobrol dengan ibu. Waktu itu, ibu sebenarnya gak fokus-fokus amat nonton tvnya, beliau lagi tilawah quran di depan tv yang sedang menyala. Sesekali ibu mengeraskan bacaannya, dan mengeraskan artinya, sambil mengajariku dan memberiku petuah. Ah.. Aku suka sekali momen-momen seperti itu.🙂

Ibuku orang yang sangat easy going, sangat penyabar, tapi sangat pemberani. Namun kadang sangat cerewet. Haha. But I really love it. Cerewetnya adalah tanda kepeduliannya yang sangat aku syukuri.  Entah kenapa aku suka melihatnya marah-marah sambil cerewet. Ingin aku cubit saja pipinya. Hihi. Tapi, kadang ibu juga bisa sangat lembut, dan sangat suka curhat denganku. Demikian juga aku. Hehe. Namun, ada yang berbeda malam itu.

Dari judulnya saja sudah bisa ditebak. Ibu bertanya hal itu padaku. Sudahkah ada perempuan yang mengisi hatiku? *some kind of so sweet and so embarrassing* *-*… Ibu sungguh pandai mengalunkan kata demi kata hingga aku harus skak mat. Tak ayal aku mencubit dan menendang-nendang kakinya dengan manja. Melihat usiaku sekarang yang sudah 20 tahun, sepertinya aku masih saja kekanak-kanakan. Tapi ku pikir tak ada salahnya, jika itu adalah ibuku sendiri. *lol

Sepertinya ada semacam kekhawatiran padanya, melihat sampai sekarang ini, aku belum pernah bilang apa-apa tentang hal itu. Aku juga tak pernah pacaran, ya, karena ku tahu itu bukanlah sebuah pilihan. Aku bisa mengerti kekhawatiran ibu.

But mom, I’ll tell you, that I have felt it. Don’t worry. However, I’m just keep it deep in my heart, and that thing is belong to Allah. He can change it anytime. He who gives me the heart, and I don’t want to make Him angry because of my short minded. I’ll be waiting for the right time, and for that I will try my best. In the end, He will decided.

Ibu melanjutkan ceritanya, agar suatu saat, ia bisa berumur panjang, dan ibu dengan ayah diantar oleh anak dan menantunya ke bandara, untuk naik haji. Memang, ibu sungguh bercita-cita bisa naik haji, dan ibu bilang, hanya jika kewajibannya sebagai ibu sudah terpenuhi, mendidik dan membesarkan kedua anaknya ini hingga ia mampu tumbuh di tanahnya sendiri. Well, i was melted, but a boy must not cry right!. Aku berdo’a agar Allah senantiasa mengabulkan do’a-do’anya. Amin ya Allah.

Demikianlah. Usia 20 tahun. Awal dekade ketiga kehidupan. Memang adalah masa-masa yang indah membicarakan hal itu. Dan aku bersyukur ibu bertanya tentang hal itu, karena aku gak bakal bisa memulainya lebih dulu. Berharap semoga bisa bertemu dengan jodoh yang Ia Ridhoi suatu hari nanti, yang bisa menuntunku ke jalan yang lebih baik, dan bisa ku imami ke jalan yang lebih baik pula. Aku rasa orang lain juga sepakat dengan hal itu.

#Ini bukan tulisan galau. ckck

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s