PeDe-lah sikit :)

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fusshilat: 30).

Itulah beberapa ayat Allah yang mengingatkan kita agar lebih percaya diri. Percaya diri adalah suatu sikap positif seorang individu yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya. Sehingga dengan alasan ini, ia akan mampu melakukan tindakan sesuai dengan apa yang ia inginkan, rencanakan dan harapkan.

Ketika kita kehilangan rasa pede, sepertinya muka ini terlihat masam dan tak bercahaya. Aura-aura kesedihan tampak bahkan mungkin dikira sedang sakit berat. ckck. Banyak hal yang dapat membuat rasa pede kita memudar, seperti kegagalan yang diperoleh berkali-kali. Namun seyogianya rasa percaya diri itu harus kembali dibangkitkan. Sip?

Percaya diri bukan berarti sombong yang menganggap orang lain tidak lebih baik dari kita. Ia adalah benda yang tak tampak, memberikan keyakinan untuk berpikiran positif terhadap segala sesuatu yang ada. Fikiran yang memberi harapan bahwa kita insya Allah bisa, dan walaupun gagal tidak apa-apa. Rasa yang menimbulkan semangat kembali bangkit, fikiran kembali positif.

Jangan terlalu lama bersedih hanya karena fikiran yang ragu mengatakan bahwa diri ini bisa. Fikiran yang terlalu merendah. Jiwa yang minder. Semakin lama justru akan semakin melarut dan hanya akan merusak batin. Untuk itu kembali kepada ayat Allah merupakan jalan yang terbaik. Karena “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(Allah swt)

Semoga jalan keluar terbuka, semoga kita bisa mengobati jiwa kita dengan do’a.

Janganlah engkau berputus asa manakala kecemasan yang menggenggam jiwa menimpa.

Saat paling dekat dengan jalan keluar adalah ketika telah terbentur pada putus asa.

Ali bin Abi Thalib R.A.

PeDe-lah sikit🙂

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s