Antara Niat dan Kenyataan

Kenyataan adalah cerminan niat, ya, mungkin demikian. Ketika kenyataan terpampang nyata di hadapan, bukan karena siapa-siapa, barangkali niatlah yang tak ikhlas, sekedarnya saja.

Dan kenyataan itu adalah pula cerminan kesungguhan. Mestikah menyesal setalah tahu bahwa kenyataan memang menggambarkan ketidak seriusan kita menjalankan niat? Cobalah evaluasi lagi sejauh mana kesungguhanmu berusaha.

Dan ketika kau mendapati orang-orang begitu semangat melangkah dan masih berjuang untuk berlari, mengapa kau mengeluh minta keringanan? Karena sejauh ini kau tak kan bisa melampaui mereka yang memang memiliki niat dan kesungguhan, mereka yang istiqamah dengan tujuan hidupnya. Tak memikirkan penat dan lelah, karena melangkah adalah energi mereka.

Plegmatis akan datang saat niat dan kesungguhan mulai sirna, seiring kenyataan yang menguatkan bahwa kau telah jauh berubah. Bukankah kau harusnya gigih dan tekun berusaha?

Mana semangatmu yang dulu itu akhi? Masya Allah.

Istighfarlah seribu kali lagi, karena kau masih beruntung sekiranya menyadari kalau niat dan sungguh-sungguh itu mulai menjauh darimu. Kembalilah semangat akhi. Berjuanglah sekuat tenagamu akhi. Tunjukkan loyalitasmu, tunjukkan kesungguhanmu. Karena kau pernah membuktikannya dahulu berkali-kali.

You must change, you must move forward. No matter what kind of problem will you had, just close your eyes right now, pray and make your best shot in every step you will take when the sunrise come and your eyes opened! Tell “Goodbye night! I want sunrise!”

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s