092614_0228_MengenalPen1.jpg

Mengenal Penyakit Pengapuran Sendi (Osteoarthritis)

Ilustrasi (http://www.medicalobserver.com.au)

Pernah mengeluh sendi-sendi lutut sakit ketika berjalan? Semakin naik tangga semakin sakit? Semakin sendi digunakan semakin terasa nyeri? Mungkin saja itu salah satu pertanda dari penyakit pengapuran sendi. Penyakit pengapuran sendi atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan osteoarthritis (OA) adalah penyakit yang ditandai dengan adanya perubahan dari bentuk dan struktur persendian akibat bertambahnya usia seseorang/ proses penuaan (degeneratif). Pada sendi tersebut telah terjadi perubahan dari struktur tulang rawan sendi (kartilago hialin), lempeng tulang sendi yang semakin menebal (sklerotik), munculnya tonjolan-tonjolan tulang di permukaan tulang tepian sendi (osteofit), meregangnya kapsul sendi dan melemahnya otot-otot penopang sendi.

Siapa saja yang bisa terkena?

Nah, biasanya osteoartritis ini mengenai orang dewasa, terutama usia di atas 50 tahun. Menurut data epidemiologi, 50% orang yang sudah berusia di atas 65 tahun mengalami penyakit ini. Namun tidak tertutup kemungkinan dapat pula terjadi pada usia yang kurang dari itu. Selain itu, gejala penyakit ini biasanya tidak terlihat setelah umur 50 tahun. Dan pada usia lebih dari 55 tahun, angka kejadiannya lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.

Osteoartritis biasanya mengenai sendi yang bersifat wight-bearing, atau dalam kata lain sendi yang digunakan untuk penopang berat badan, misalnya sendi lutut, tumit, tulang punggung, tulang leher dan pangkal paha. Namun, pada beberapa kasus dapat juga terjadi pada jari-jari tangan.

Mengapa bisa terjadi?

Berdasarkan penyebabnya, penyakit osteoartritis ini dapat dibedakan menjadi primer dan sekunder. OA primer adalah OA yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik) dan OA sekunder adalah OA yang disebabkan oleh penyakit lain. Namun, penelitian menunjukkan, stress yang biasa dialami oleh sendi, terutama sendi penopang berat badan tubuh tadi, memiliki peranan yang besar dalam timbulnya penyakit ini. Beberapa faktor risiko terjadinya penyakit ini antara lain usia, kegemukan, trauma, riwayat keluarga (genetik), penurunan kadar hormon seks, kelemahan otot, penggunaan sendi yang berlebihan dan berulang-ulang (berkaitan dengan pekerjaan), infeksi, dan penyakit-penyakit lain seperti penyakit metabolik, gangguan tulang dan pasca pembedahan.

Apa yang terjadi pada sendi dengan osteoartritis?

Pada awalnya, akan terjadi pembengkakan dari tulang rawan sendi karena meningkatnya pembentukan protein penyusun tulang rawan (proteoglikan), hal ini menggambarkan aktifitas sel-sel tulang rawan (kondrosit) untuk memperbaiki kerusakan pada tulang rawan akibat penggunaan sendi yang berlebihan. Proses ini dapat berlangsung selama beberapa tahun atau dekade dan ditandai dengan hypertrophic repair atau reparasi yang menyebabkan pembesaran sel-sel tulang rawan sendi. Seiring berjalannya waktu, akan sampai dimana kadar proteoglikan tadi berangsur-angsur menurun sehingga sangat berkurang, akibatnya tulang rawan itu menjadi melunak dan kehilangan kelenturannya, sehingga berdampak pada permukaan sendi. Lama-lama, tulang rawan sendi akan mengelupas sampai akhirnya hilang sama sekali, akibatnya sela sendi (joint space) menjadi berkurang dan menyempit. Akibat erosi dari permukaan tulang rawan ini, lama-kelamaan tulang di bawahnya akan ter-exposed keluar, akibatnya karena stress yang semakin meningkat, tulang subkondral dibawah tulang rawan tersebut akan meningkatkan pembentukan pembuluh darahnya dan meningkatkan jumlah sel-selnya dan akhirnya menebal (eburnation). Hal ini yang pada akhirnya akan menyebabkan perubahan struktur dari sel-sel pembentuk jaringan ikat sendi menjadi sel-sel mirip tulang (osseous metaplasia) dan penulangan (osifikasi) dari fragmen-fragmen tulang rawan yang menonjol di permukaan tulang membentuk tulang baru yang tidak beraturan yang dikenal dengan istilah osteofit.

Patofisiologi osteoarthritis (ilustrasi: http://www.myexercisephysiologist.com)

Mengapa bisa sendi bisa nyeri? Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Pembentukan osteofit yang berlebihan
  • Pembentukan pembuluh darah baru pada tulang subkondral yang meningkatkan tekanan dalam tulang.
  • Radang pada cairan sendi (sinovitis)
  • Kelemahan otot yang menopang sendi
  • Struktur sendi yang kaku
  • Faktor psikologis

Bagaimana gejalanya?

Yap, seperti yang dijelaskan di atas, gejala utama dari osteoartritis adalah nyeri pada sendi, namun, nyerinya biasanya berlangsung lambat dan perlahan-lahan, dan lama-lama semakin sakit setelah bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun. Selama periode ini, pasien biasanya dapat menjadi kurang aktif bergerak dan tingkat kesakitannya berhubungan dengan peningkatan aktivitas fisik dan berat beban tubuh (termasuk peningkatan berat badan). Selain itu, ruang gerak sendi menjadi terbatas dan muncul bunyi (krepitasi) pada sendi ketika digerakkan. Kaku sendi juga dapat terjadi terutama pada pagi hari setelah bangun tidur, biasanya berlangsung kurang dari 30 menit. Namun, nyerinya dapat berkurang dengan istirahat dan dapat berespon dengan beberapa obat penghilang sakit (analgesik). Meski demikian, sendi dapat menjadi tidak stabil seiring proses osteoartritis berlangsung dan lama-lama dapat terjadi meskipun sedang beristirahat dan tak respon lagi dengan obat-obatan. Namun, pada pemeriksaan, tidak ditemukan adanya sendi yang membengkak dan memerah.

Meskipun osteoartritis ini dalam dunia kedokteran diistilahkan dengan non inflamatory arthritis, atau “penyakit radang sendi tanpa peradangan” *agak aneh juga istilahnya ya? Ckck* akan tetapi belakangan ditemukan bahwa terdapat adanya peradangan di sendi seiring peningkatan sitokin dan metalloprtoeinase yang dilepaskan ke persendian, hal ini lah yang kemudian meneyebabkan degradasi matriks tulang rawan yang pada akhirnya menyebabkan penurunan pembentukan tulang rawan (degenerasi). Sehingga beberapa ilmuwan berpendapat bahwa osteoartritis tidak lagi cocok dikatakan penyakit sendi yang murni degeneratif. Wallahu’alam..

Bagaimana penatalaksanaanya?

Yap, perlu beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagonsis osteoartritis yang lebih akurat, diantaranya foto Rontgen, bone scanning, hingga CT Scan, MRI, USG dan arthrocentesis untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit-penyakit lainnya. Pemeriksaan foto Rontgen merupakan pilihan karena lebih murah dari modalitas lainnya dan lebih efektif. Pada foto Rontgen dapat ditemukan penyempitan sela sendi, skelrosis tulang subkondral dan pembentukan osteofit.

Pengobatannya bertujuan untuk menghilangkan nyeri dan meningkatkan fungsi persendian. Optimalnya, pasien dapat diberikan obat kombinasi farmakologi dan non farmakologi, antara lain edukasi sebagai berikut:

  • Mengurangi olahraga dan aktivitas yang bersifat menambah beban pada sendi, seperti berlari, berdiri terlalu lama, dsb, sebaliknya lakukan olah raga yang tidak membebani sendi (non weight-bearing) namun dapat memperkuat otot sendi, misalnya bersepeda, berenang, streching, dll. Namun penelitian terbaru menunjukkan, berjalan santai pun dapat dilakukan karena dapat memperlambat penurunan fungsi persendian.
  • Menurunkan berat badan. Yap! Otomatis dengan menurunkan berat badan diharapkan beban pada persendian dapat berkurang, selain itu juga mencegah pembentukan zat adipokin yang dilepaskan jaringan lemak yang dapat mengakibatkan peradangan kronis pada sendi.

Berdasarkan rekomendasi dari The American College of Rheumatology (ACR), beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengobati nyeri sendi pada osteoartritis ini antara lain asetaminofen (parasetamol), obat NSAID oral (ibuprofen, naproxen dan diclofenac yang lebih rendah risikonya terhadap lambung), NSAID topikal (trolamine salicylate), analgetik kuat seperti tramadol dan injeksi kortikosteoroid intra artikular. Kalau yang lebih parah bisa dilakukan tindakan pembedahan berupa pergantian sendi (joint replacement) dengan arthroplasty. Biasanya 90% dapat membaik.

Wallahu’alam.🙂

Bahan bacaan: Lozada CJ. 2014. Medscape.

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s