100614_0310_IdulQurbanK1.jpg

Idul Qurban Kami

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillaahilamd.😀 Alhamdulillah, kita telah kembali dipertemukan oleh Allah swt dengan Hari Raya Idul Adha. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, alhamdulillah aku berkesempatan ngerayain Idul Adha di rumahku di Payakumbuh bersama keluarga. Meskipun hari rayanya berbeda-beda, ada yang ngerayain hari Sabtu dan ada yang hari Minggu, kami sekeluarga memutuskan untuk merayakannya pada hari Sabtu di kampung mama di Ampang Gadang Kabupaten 50 Kota. Setelah shalat idul Adha di kampung halaman, bersilaturrahmi dengan keluarga dan tetangga, kamipun kembali ke Payakumbuh.🙂

Yap, di Payakumbuh khususnya di kelurahan tempat ku tinggal, Payolansek, hari raya Idul Adha dirayakan pada hari Minggu, sama dengan pemerintah. Ya meskipun berbeda, setidaknya suasananya masih terasa. Gema takbir saling bersahutan di udara. Sungguh indah ketika menghayati bagaimana kalimat-kalimat itu dikumandangkan sembari kita melihat langit. Kebesaran Allah memang tiada tandingannya.🙂 Meskipun dirasakan kurang semarak karena hari raya terpisah menjadi dua, dan seandainya saja hari raya itu jatuh pada satu hari yang sama, mungkin akan jauh lebih terasa.

Qurban

Hari raya Idul Adha, atau hari raya Qurban, atau pun hari raya Haji, mengajarkan kita banyak hal untuk direnungi. Intinya hanya satu, mendekatkan diri kepada Allah, membuktikan ketaatan dan kecintaan kita kepada-Nya. Yap, itulah kenapa qurban disyariatkan, agar kita lebih mementingkan Allah swt di atas segalanya. Meskipun terkadang diri ini sengaja tidak sengaja kerap berbuat dosa, semoga dari hari ke hari kita bisa memperbaiki diri dengan meresapi makna idul qurban.

Salah satu hikmah qurban adalah mengajarkan kita untuk kembali merenungi dan bermuhasabah diri. Ketika darah qurban tersimbah ke muka bumi, ketika itu pula ia mengingatkan kita akan dosa-dosa kita. Melihat sapi dan kambing yang menjerit dan mengamuk ketika hendak disembelih, mungkin seperti itu pulalah sifat kebinatangan yang tumbuh mekar dalam diri kita, liar dan tak terkendali. Itulah semestinya yang kita “sembelih” dari dalam diri, agar kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa tawadhu’ dalam mejalani hidup sehari-hari🙂

Akhirnya, selamat merayakan hari raya Idul Qurban! Semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah swt!😀

2 thoughts on “Idul Qurban Kami

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s