1

Dokter Senior – Yunior Tetap Menyatu

PAYAKUMBUH – Maret 2015, ketika itu saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah kegiatan pertukaran mahasiswa kedokteran dunia yang diselenggarkan oleh IFMSA (International Federation of Medical Student’s Association) di Kota Genova, Italia. Saya pun berangkat sebagai delegasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk belajar di sebuah rumah sakit khusus anak, Instituto Giannina Gaslini Children Hospital, dengan konsentrasi di Departemen Bedah Anak selama satu bulan penuh.

Kegiatan yang dipromotori oleh Unit Kegiatan Mahasiswa CIMSA (Center for Indonesian Medical Student’s Association) FK Unand ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan, pengalaman, keterampilan klinik serta kapasitas di negara maju seperti di Italia, mempelajari sistem kesehatan di negara maju, membuka jaringan antara sesama mahasiswa kedokteran dan staf pengajar dari negara-negara lain di dunia, sekaligus mempromosikan dan memperkenalkan pariwisata, keramahan, dan sistem pendidikan kedokteran Indonesia khususnya FK Unand di dunia internasional.

Genova tempat saya belajar merupakan kota pelabuhan di barat laut Italia yang dihiasi bangunan-bangunan abad pertengahan Eropa dan mengelilingi sebuah teluk raksasa di Laut Mediterania. Kota yang amat bersih, teratur dan bersahaja ini berpenduduk ramah dan murah senyumnya. Semua orang dimanjakan dengan fasilitas publik yang terjaga. Bus, kereta bawah tanah, dan kereta api merupakan transportasi andalan di sana. Dengan suhu udaranya yang amat dingin ketika itu, jaket tebalku menjadi kawan setiap hari.

Belajar Bedah Anak di Instituto Giannina Gaslini

Alhamdulillah, banyak hal yang saya pelajari di tempat ini. Setiap hari saya mengikuti supervisor saya Prof. Giuseppe Martucciello. Beliau dengan senang hati menjelaskan setiap tindakan dan kasus yang sedang kami temui, baik di ruang poliklinik, ruang operasi, ruang rawat inap dan ruang emergensi. Saya pun diberikan kebebasan untuk menemui, mengikuti dan berdiskusi dengan semua professor bedah anak, dokter spesialis dan dokter residen bedah anak yang ada. Saya juga diberi kesempatan untuk ikut melakukan pemeriksaan pada pasien dan memberi masukan serta pendapat saya mengenai kasus yang sedang dihadapi.

Selain dengan dokter, saya pun berinteraksi dengan perawat, staf sekretariat, pasien, hingga petugas kebersihan. Setiap pagi kami selalu saling menyapa dengan bahasa Italia sekedar berucap “Ciao!” (Hai!) dan “Bonjuorno!” (Selamat pagi!) dengan mimik yang berseri-seri. Mereka pun selalu sumringah ketika melihat saya dan menyapa saya dengan senyum merekah-rekah, sungguh menyenangkan.

Saya sangat terkesan dengan ramahnya pelayanan di tempat ini. Mulai dari saat pasien datang sampai pasien pulang. Dokter akan selalu menjelaskan penyakit pasien dengan sangat mendetail. Selain itu, di setiap meja dokter terdapat sebuah komputer layar lebar untuk mencatat hasil pemeriksaan pasien, dan mesin pencetak untuk mencetak hasil tersebut untuk dibawa pasien pulang.

Selain pelayanan pasien yang maksimal saya juga memperhatikan bagaimana pentingnya menjaga kesterilan tindakan, melakukan pemeriksaan penunjang yang optimal, memberikan resep obat yang terstandar dan sesuai indikasi, memberikan edukasi pada pasien, hingga prosedur administrasi yang super cepat dan efisien. Meski pasien sangat banyak, nyaris tidak ada antrian yang panjang di lobi-lobi rumah sakit dan waktu pelayanan pada pasien benar-benar sangat optimal dan efisien, sehingga pasien tidak kehabisan waktu hanya untuk menunggu pelayanan, karena waktu di sini, sangat dihargai, meskipun hanya satu menit.

Tidak hanya itu, suasana belajar di tempat ini sangatlah nyaman. Semua pendapat kita dihargai, pertanyaan kita dilayani, ketidaktahuan kita ditanggapi secara positif. Nyaris tidak terasa hawa senioritas di antara para professor, spesialis, residen, perawat bahkan kepada mahasiswa clerckship seperti saya sendiri. Semua orang menghargai dan menghormati profesi masing-masing dengan sangat baik, sehingga nyaris tidak ada rasa takut dan segan bagi saya untuk bertanya apapun yang saya ingin ketahui, bahkan kepada seorang Profesor sekalipun.

Semuanya bahkan berinteraksi satu sama lain dengan sangat akrab seperti layaknya sahabat, mulai dari professor sampai petugas kebersihan. Minum kopi dan menyantap focaccia di kantin selepas kerja, bercanda dan tertawa bersama, dan bercerita lepas tentang hal-hal di luar pekerjaan. Profesor saya pun tak segan sesekali menaruh tangannya di pundak saya, memanggil saya “my friend” dan meminta saya jalan-jalan setiap akhir pekan melihat indahnya Italia. Sungguh tempat ini membuat saya kagum, sangat termotivasi, sekaligus iri.

Selain proses pembelajaran, saya juga mempelajari sistem pelayanan kesehatan di tempat ini. Profesor saya menjelaskan bahwa di tempat ini pasien tidak dipungut biaya sepersenpun saat berkunjung, melainkan mereka telah membayar pajak yang tinggi kepada pemerintah. Dengan sistem seperti itu, rumah sakit telah dilengkapi oleh fasilitas yang memadai, dan dokter tidak perlu lagi memikirkan masalah biaya yang akan ditanggung oleh pasien. Pasien seolah dibuat manja untuk berobat ke dokter. Mereka akan datang ke rumah sakit jika sedikit saja ada keluhan, sehingga kesadaran masyarakat untuk berobat sangatlah tinggi.

Demikianlah, jika kita sesekali melihat dunia lain, banyak sekali yang dapat kita ambil pelajaran. Semakin jauh kita berjalan, semakin terasa kecilnya diri ini di mata Tuhan. Semacam ada inspirasi dan motivasi yang datang bertubi-tubi yang tak dapat diungkapkan. Tidak ada yang mesti disombongkan, justru hati yang semakin merendah dan keinginan untuk menjadi lebih baik datang setiap hari. Saya sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan program ini, semoga ada manfaat yang dapat saya bagi untuk masyarakat di kampung halaman. (*)

Artikel ini telah dimuat di Koran Metro Andalas edisi 220/Th.II/2015 Kamis 7 Mei 2015

*Tentang Penulis

Nama Lengkap : dr. Syandrez Prima Putra

Pendidikan terakhir: Pendidikan profesi dokter, Universitas Andalas, Padang. Penyerahan gelar dokter tanggal 22 April 2015. Saat studi di Italia masih bergelar Sarjana Kedokteran (S.Ked)

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s