cover-buku-api-tauhid-horz

Reviewing Books – May 2015

Alhamdulillah. Beberapa buku kembali tertuntaskan bulan Mei lalu, meskipun tidak lebih banyak dari April sebelumnya. Dua buku terbaca tuntas dan sebuah buku yang masih terbaca separuh. Berikut sedikit ulasan dan catatan saya mengenai buku-buku yang saya baca Mei 2015 lalu.

1. Api Tauhid – Habiburrahman El-Shirazy

Penerbit Republika | 573 Halaman

Api Tauhid (Image: http://statis.dakwatuna.com/)

Buku ini merupakan novel roman dan sejarah yang luar biasa. Novel ini mengisahkan tentang perjalanan seorang anak muda asal Lumajang Jawa Timur bernama Fahmi bersama rekan-rekannya yang kuliah di Universitas Islam Madinah. Meski bertema cinta, saya lebih tertarik dengan kisah lain yang diceritakan dalam novel ini, yakni tentang sejarah hidup Badiuzzaman Said Mursi.🙂 Seorang ulama yang sungguh istiqamah dari negeri Turki. Kisah beliau dikemas dengan latar belakang perjalanan Fahmi dan rekan-rekannya menelusuri negara Turki untuk mentadabburi tempat-tempat bersejarah yang menemani perjalanan hidup Syaikh Said Mursi.

Kisah yang menarik buat saya adalah semenjak dari awalnya. Ketika seorang Said Mursi terlahir dari rahim seorang ibu yang shalihah dan ayah yang istiqamah. Said Nursi kecil adalah seorang anak yang memiliki intelegensia di atas rata-rata anak seusianya. Ia pun memiliki semangat belajar yang luar biasa. Ia bahkan mampu menghafal 80 kitab yang ditulis oleh ulama-ulama besar ketika itu dalam usia baru 15 tahun, dan menghafal al-Qur’an hanya dalam dua hari. Karena kemampuannya itu, sang guru, Muhammed Emin Efendi memberinya julukan ‘Badiuzzaman’ (Keajaiban Zaman).

Kelebihan yang dimiliki Said Nursi itu membuat tidak sedikit saudara dan teman-temannya menjadi iri dan cemburu kepadanya. Ia pun dimusuhi. Namun Said Nursi pantang menyerah, tetap semangat dan menghadapinya dengan lapang dada. Hingga Said Nursi pun acapkali ditantang berdebat dengan para ulama, ia tetap unggul dan namanya pun harum di tengah umat.

Kemasyhuran Said Mursi hingga dewasa akhirnya sampai ke telinga pemerintah. Said Nursi terkenal pemberani dan tidak segan menasihati penguasa Turki yang mulai mengandung benih-benih sekuler Eropa. Kritikan melalui tulisan-tulisannya di media masa membuatnya diwaspadai oleh rezim pemerintah. Syaikh Said Mursi pun harus berhadapan dengan Sultan Hamid II, khalifah terakhir Turki Utsmani dan Mustafa Kemal Pasha pada awal perang dunia I. Cobaan demi cobaan beliau jalani.

Suatu momen menyedihkan adalah ketika membaca penggalan cerita mengenai jatuhnya khilafah Utsmani setelah kalah dalam perang dunia I dan berdirinya negara sekuler Turki yang didirikan Mustafa Kemal Pasha. Saat itu Turki benar-benar berubah. Azan dilarang, sekolah agama ditiadakan, simbol-simbol Islam dimusnahkan. Penguasa benar-benar berusaha menghilangkan identitas Islam dari setiap penganutnya, dan menyemarakkan sekuleritas dan kebebasan ala Eropa. Sungguh menyedihkan.

Namun kesedihan itu perlahan berubah menjadi takjub setelah melihat seorang Said Mursi yang luar biasa istiqamah. Meski telah berulangkali difitnah dan dizalimi, dipenjara berpuluh-puluh tahun, hingga dikucilkan hingga negeri yang antah berantah, dan bahkan sempat divonis mati oleh rezim sekuler Turki, namun keteguhan beliau dalam menyebarkan risalah Islam dan mengingatkan penguasa seolah membuka mata. Allah memang tidak tidur. Ada saja cara Allah untuk menolong hamba-Nya. Meski diperlakukan seperti itu oleh penguasa, ajaran-ajaran dan tulisan beliau tetap mampu lahir meski dibalik jeruji besi dan dikucilkan di tempat yang tak terjamah sekalipun. Hingga akhirnya beliau memiliki murid-murid yang ikhlas ingin belajar Islam dan menyebarluaskannya ke penjuru Turki. Melalui tulisan-tulisan itulah akhirnya lahir sebuah karya fenomenal yang menjelaskan al Qur’an, berjudul Risalah Nur.

Said Nursi pun menjadi Ulama besar abad modern di Turki yang telah melukiskan kisah hidup yang luar biasa. Kata-kata beliau yang sangat ku kagumi adalah, ketika beliau diancam hukuman mati oleh penguasa Turki yang sekuler ketika itu jika masih kukuh berdakwah, beliau berkata,

“… seandainya saya mempunyai seratus kepala dan setiap hari satu kepala saya dipenggal, saya tidak akan berhenti untuk memahami rahasia agung itu dan menyampaikannya!”

Dari sana tampaklah betapa besar tekad beliau untuk berjihad dalam jalan dakwahnya. Sungguh tekad yang patut kita tiru untuk terus belajar menuntut ilmu, mengamalkannya dan menyebarluaskannya. Masya Allah.. :’)

2. Sahih Bukhari – Muslim

Penerbit Jabal | 544 Halaman

Shahih Bukhari Muslim (Image: http://penerbitjabal.co.id/)

Rasulullah saw telah meninggalkan dua buah pusaka untuk kita, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Sunnah Rasulullah dapat kita pelajari dari hadits beliau, baik dari perkataan, perbuatan dan ketetapan beliau saw. Di antara ahli hadits yang telah meriwayatkan hadits-hadits sahih dan diyakini kebenarannya adalah Bukhari dan Muslim. Dari buku ini, insya Allah terdapat hadits-hadits sahih yang tinggi kebenarannya. Buku ini merupakan terjemahan dari Kitab Al-Lu’lu wal Marjan karya Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi.

Buku ini terdiri dari bab-bab yang menjelaskan hadits-hadits sesuai tema pada bab tersebut, seperti bab iman, shalat, puasa, zakat, dan lain-lain. Setelah membaca buku ini, membuat kita semakin sadar jika ilmu agama yang kita miliki masih sangatlah minim. Bagi saya pribadi, masih banyak hal-hal yang masih belum saya mengerti dari kayanya ilmu dan amalan Islam. Buku ini insya Allah membuat pengetahuan agama kita menjadi lebih baik dan menambah rasa cinta pada ajaran Islam.

Yang paling berkesan adalah ketika membaca hadits tentang hari kiamat dan sejarah isra’ dan mi’raj. Nabi shallallahu’alaihi wassalam menjelaskan kejadian itu dengan sangat mendetail, seolah-olah kita bisa membayangkan apa yang terjadi saat itu. Cerita yang dikisahkan dalam hadits-hadits ini menambah rasa keyakinan kita akan kebenaran Islam. Meski baru sanggup membacanya separuh, insya Allah sudah memperkaya wawasan Islam kita, mudah-mudahan buku ini bisa ditamatkan.

3. Muhammad Al Fatih 1453 – Felix Y. Siauw

Al Fatih Press | 318 Halaman

Muhammad Al-Fatih 1453 (Image: https://pbs.twimg.com)

Subhanallah. Buku ini benar-benar buku yang mengisahkan sebuah kejadian luar biasa di dalam sejarah Islam. Di dalam buku ini terkembanglah kisah seorang Muhammad Al-Fatih, sang khalifah Turki Usmani pada tahun 1453 yang telah membuktikan kebenaran hadits Nabi Shallalahu’alaihi wassalam akan takluknya sebuah kota besar dunia kala itu kepada Islam, yakni Konstantinopel.

Rasulullah saw bersabda,

“Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukan oleh kalian. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya.” (H.R. Ahmad)

Kisah yang menggugah bermula dari seorang Muhammad Al-Fatih yang semenjak kecil terlahir dari keturunan Sultan Murad II. Al-Fatih kecil sejatinya bukanlah orang yang disebut-sebut akan menggantikan posisi ayahnya kelak sebagai khalifah Utsmani. Namun Allah berkata lain ketika dua saudara sulungnya meninggal dunia.

Sejak kecil Al-Fatih yang lebih dikenal dengan Mehmed telah dibekali dengan ilmu pengetahuan oleh sang ayah. Melalui seorang ulama yang amat mulia bernama Syaikh Ahmad Al-Kurani dan Syaikh Aaq Syamsuddin, Mehmed mendalami ilmu agama, hingga beliau telah hafal al-Qur’an dalam usia 8 tahun. Usia 6 tahun pun beliau sudah menjadi gubernur di Amasya. Hingga akhirnya beliau pun tumbuh remaja menjadi seorang pemuda tampan yang gagah dan berkepribadian sangat kuat, pemberani, dan sangat istiqamah.

Kekuatan iman dan ketaqwaan Mehmed memang tergambar dari setiap lika-liku hidupnya. Ia sangat mengagumi Rasulullah saw dalam setiap aspek kehidupannya, dan terutama ia benar-benar terinspirasi dengan hadits Nabi saw tentang penaklukan Konstantinopel. Itulah impian terbesar di dalam hidupnya. Menjadi pemimpin terbaik yang akan menaklukan kota yang telah dijanjikan.

Momen yang sangat luar biasa adalah ketika detik-detik peristiwa peperangan maha dahsyat itupun terjadi. Ketika itu Mehmed telah menjabat sebagai khalifah menggantikan ayahnya Sultan Murad II. Beliau pun dikenal dengan Sultan Mehmed II. Konstantinopel dengan tembok yang tak pernah berhasil ditembus selama ribuan tahun pun menjadi tantangan luar biasa.

Peperangan yang berlangsung selama nyaris lima bulan itupun seolah-olah tampak di mata. Bagaimana teguhnya sikap Mehmed meruntuhkan tembok tiga lapis Konstantinopel itu meski berulang kali gagal. Pasukannya yang tidak takut mati dan berjuang di jalan Allah pun adalah pasukan yang amat luar biasa. Mereka yang tak pernah absen shalat berjamaah di masjid, hingga tak pernah absen rawatib dan shalat tahajjud. Ratusan ribu nyawa melayang demi tegaknya kalimat Allah di Kota besar Romawi itu.

Kisah menarik pun tergambar ketika bagaimana Sultan Mehmed menghadapi hasutan-hasutan penasihat-penasihatnya yang selalu berusaha mematahkan semangat beliau membebaskan kota Konstantinopel. Politik memang benar-benar kejam. Manusia munafik dan lemah imannya pun tampak ketika situasi genting seperti itu.

Selain itu tampaklah nyata perpecahan yang ada di dalam tubuh orang-orang kafir ketika menghadapi mujahid-mujahid muslim. Mereka saling tuduh menuduh, tidak percaya satu sama lain hingga akhirnya takluk ditangan Muslim yang hanya berorientasi satu, meraih ridha Allah.

Strategi perang yang luar biasa cerdas, kerjasama yang luar biasa kuat, pemimpin dengan kekuatan iman yang besar, pasukan yang rapi dan saling tolong-menolong, itulah ciri-ciri yang paling menonjol ketika peperangan itu terjadi. Hingga tibalah saat yang paling meharukan ketika tembok Konstantinopel berhasil diruntuhkan, dan kota Konstantinopel pun bebas pada tanggal 29 Mei 1453.

Tidak seperti pasukan-pasukan kafir yang menjajah kota yang ditaklukkannya, penduduk Konstantinopel dijamin keamanannya, kenyamanannya beribadah, dan hidup berdampingan dengan muslim di bawah payung Khilafah Islam yang sangat toleran dan bersahaja. Itulah momen-momen paling membanggakan.

Yap, sejarah memang mengajarkan kita banyak hal. Terutama sejarah yang meyangkut agama kita sendiri. Sesungguhnya Islam memiliki kisah-kisah yang banyak mengandung pelajaran, dengannya kita hendaknya harus lebih menggali dan mengambil hikmah untuk bisa meneladaninya dalam mengahadapi masa mendatang.🙂

Yuk, mari banyak membaca!😀

4 thoughts on “Reviewing Books – May 2015

  1. Kemarin sempat lihat buku Muhammad Al Fatih 1453 di Gramedia, tetapi belum bisa beli. Berarti bukunya recommended, ya, An?

    Semuanya menarik dan insya Allah menambah ilmu.🙂 Mari banyak membaca!

    Liked by 1 person

  2. subhanallah..luar biasa nanda, mudah2an disela kesibukan ibu, masih bisa melakukan hal positif yang dicontohkan ini, syukran yaa..

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s