Mosque_and_Crescent-3994

Mukmin dan Sebulan Ramadhan

Alhamdulillah. Ramadhan kembali datang menyapa. Bulan yang amat istimewa, yang membawa harapan untuk kembali berbenah diri dari segala debu dan kotoran yang menyelinap di dalam dada. Bulan penuh rahmat, berkah dan ampunan dari Allah untuk setiap hamba-Nya.

Maka tentulah kita tak kan lupa dengan seruan Allah swt, yang hanya terkhusus untuk mereka yang beriman kepada-Nya. Berpuasa yang telah Ia wajibkan pada mereka. Sebagaimana telah diwajibkan bagi umat-umat sebelum mereka. Dengan tujuan, agar mereka bertaqwa.

Ya, inilah bulannya orang-orang mukmin. Mereka telah menunggu-nunggu kedatangannya semenjak ia pergi meninggalkan mereka satu tahun sebelumnya. Maka tentulah seorang mukmin akan berbahagia menyambutnya. Wajahnya semakin teduh dan bercahaya dalam ketaatannya. Senyumnya tak lekang melihat matahari terbenam di awal kedatangannya.

Bagaimana seorang mukmin tak akan gembira, ketika mendapati pahala yang berlipat ganda saat beribadah kepada-Nya. Di dalamnya juga terkandung Lailatul Qadar, yang harganya lebih baik dari pada seribu bulan.

Mukmin pun akan semakin sabar dalam kesehariannya. Menahan lapar, dahaga, shawat dan segala yang merusak puasanya. Maka nikmat yang mana lagi yang kan ia temui hingga Rabb-nya sendiri yang akan membalas langsung ibadah puasanya?

Mukmin juga akan semakin khusyu’ dalam shalatnya. Maka kebahagiaan mana lagi yang akan dicarinya melainkan kesempatan untuk berkhalwat dengan Rabb-nya. Rakaat shalatnya jauh lebih banyak dari biasanya, keningnya berulangkali jatuh ke lantai setara dengan telapaknya. Ia disibukkan dengan ketaatan dan berbicara dengan Rabb-nya.

Mukmin tentulah akan semakin cerdaslah pula, ketika ia membaca dan mentadabburi al-Qur’an setiap harinya. Ilmu pengetahuannya semakin bertambah, sedangkan imannya semakin mengokoh di dalam sanubarinya. Maka kenikmatan apa lagi ketika ia mendapati satu huruf al-Qur’an bahkan berharga seratus kali lipat dibanding biasanya?

Seorang mukmin tentulah akan semakin dicintai sekitarnya. Ketika ia menyumbangkan harta dan berzakat untuk saudaranya, ketika ia tersenyum ceria dalam dakwahnya, ketika hangatnya sapaan dalam tegur sapanya, dan kejujuran lisan dan perbuatannya. Menghidangkan makanan berbuka untuk saudara-saudara yang dicintainnya. Berkumpul setiap hari di masjid kesayangannya.

Mukmin, itulah mereka yang senantiasa berlomba-lomba menarik perhatian Rabb-nya. Mereka hanya ingin dilihat dan dicintai oleh Rabb-nya. Maka tidak ada yang lain yang lebih diinginkannya melainkan keridhoan Rabbnya. Apatah lagi di bulan Ramadhan, bulannya orang beriman.

Ya,.. Indah banget akhlak orang mukmin. Di bulan Ramadhan ini, mungkin ada baiknya kita kembali menanyai diri kita. Semoga mukmin itu melekat dalam hati kita. Sambil menyambut Ramadhan, yuk kita niatkan diri kita untuk berbenah lagi agar lebih baik. Insya Allah, Ramadhan akan membawa keberkahan bagi setiap orang yang lillahi ta’ala.

Marhaban ya Ramadhan, mohon maaf lahir batin.🙂

2 thoughts on “Mukmin dan Sebulan Ramadhan

  1. Menjadi mukmin adalah kehormatan, nikmat iman yang perlu disyukuri. Bulan Ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan kita.

    Melakukan muhasabah diri, memohon ampun pada Allah dan juga berdoa agar mendapatkan kebaikan.

    Liked by 1 person

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s