1cc7d8cbb8f100f693fa47f4148a84e6_hanya-pisang-screenshot

Benarkah Orang Indonesia Suka Nyampah?

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca sebuah buku tentang masyarakat Jepang. Di dalam salah satu babnya, buku ini membahas tentang betapa resiknya orang Jepang, mereka begitu menjaga kebersihan. Di sebuah segmen di buku itu diceritakan bagaimana pedulinya orang Jepang dengan masalah sederhana, yaitu sampah. Hal itu terlihat dari kota-kota besar dan tempat apapun di negara itu, semuanya bersih dan sulit untuk mencari onggokan sampah. Kebersihan mereka terlihat mulai dari rumah, tidak hanya itu, daerah sekitar rumah juga selalu dibersihkan, bahkan daerah tetangga juga dibersihkan. Kebiasaan bersihnya orang Jepang tentu saja sudah dimulai sejak kecil. Anak-anak sekolah di Jepang selalu melakukan kerja bakti di kelasnya setiap hari, menyapu lantai, mengepel lantai bahkan hingga membersihkan toilet. Masuk ke kelas saja mereka melepas sepatu lalu menggantinya dengan sepatu khusus yang disiapkan di kelas. Bagi orang di luar Jepang, kebiasaan itu mungkin aneh, sebab mungkin saja mereka berpikir, mengapa anak harus menghabiskan waktu mereka di sekolah untuk bersih-bersih? Padahal orang tua mereka membayar mereka ke sekolah untuk belajar. Tapi, tidak dengan Jepang, mereka menanamkan budaya kebersihan itu sejak dini pada anak-anak mereka.

Anak-anak sekolah di Jepang selalu kerja bakti setiap hari (Image: http://1.bp.blogspot.com/)
Anak-anak sekolah di Jepang selalu kerja bakti setiap hari (Image: http://1.bp.blogspot.com/)
Sampai gede pun masih bersih-bersih kelas (sumber: http://www.andhrawishesh.com/)

Di Indonesia gimana ya? Ckck.

Dulu, waktu saya SD, saya masih ingat bagaimana nyinyirnya kepala sekolah menasihati kami tentang kebersihan. “Tidak boleh buang sampah sembarangan! Siapa yang buang sampah, didenda!” (Walaupun banyak juga yang buang sampah toh nggak pernah kena denda. Wkwk.) Atau sekali-sekali selepas upacara bendera dilakukan “operasi semut”, alias memungut sampah di halaman sekolah sambil berjalan membungkuk ke depan. Bersih-bersih kelas juga ada, tiap hari ada jadwal piket. Itupun kalau teman saya lagi malas, bisa saja dia cabut duluan, terus saya ditinggal sendirian menyapu dan mengangkat kursi ke atas meja. Wkwk. Tapi nyatanya, tetap saja, anak Indonesia selalu saja buang sampah sembarangan di halaman, kadang di selokan, kadang di kantin, dan di jalan raya. Yang paling saya ingat adalah toilet. Ahh..! Toilet di SD saya dulu bahkan gak pernah dibersihin. Yang habis pup, ya sudah wassalam. Dibiarin teronggok cantik di sana dengan bau yang menyerbak. Wkwk. Lantainya hitam jarang digosok. Bau pesing dimana-mana. Ugh..!

Kenyinyiran guru di sekolah memang gak pernah usai bahkan sampai SMA. Tapi entah kenapa, ucapan-ucapan guru seolah menjadi angin lalu saja. Mungkin kami tidak terlalu menganggap serius buang sampah sembarangan itu. Kalau di sekolah ya mungkin aja agak lebih bersih karena takut dimarahin, tapi kalau di luar? Entahlah..

Apa memang benar orang Indonesia itu kumuh?

Selasa siang, ketika panas begitu terik menyapa saya saat mengendarai sepeda motor di pusat kota, saya sempat terjebak di sebuah keramaian pusat kota. Kala itu, ribuan masyarakat sedang tumpah ruah di tengah jalan raya sehabis memperingati acara tujuh belasan. Acara pawai marching band dan pertunjukan kesenian dan keragaman dari sekolah-sekolah di seantero kota mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai SMA yang menjadi acara rutin kota setiap tahun, rupanya baru saja berlangsung. Kota yang biasanya cukup lengang dan jarang diwarnai kemacetan berubah menjadi sebaliknya.

Mungkin orang sudah bisa mengira, apa yang akan terjadi jika masyarakat berkumpul lalu mengadakan acara? Apalagi kalau bukan sampah. Ya. Sampah menjadi berserakan di mana-mana. Di jalan raya di tengah-tengah tugu adipura yang sengaja dibangun pemerintah, sebagai bukti penghargaan kota bersih dari pemerintah pusat, justru menjadi ladang sampah. Semua orang, tua, muda, anak-anak, remaja, seperti tidak peduli lagi dengan sisa bungkus makanan yang mereka makan. Di tambah lagi pedagang kaki lima yang membuka lapak di jalan raya, bungkus-bungkus makanan ringan sampai nasi kotak bertebaran dimana-mana. Sampah-sampah itu kemudian dibuang begitu saja di tengah jalan, seolah-olah tidak penting. Emang gue pikirin! .. Ah nggak ada yang liat juga! .. Ah, ntar juga dibersihin sama petugas kebersihan! .. Ah, cuman dikit doang gak apa-apalah!.. Ah, males nyari tong sampah!..😦

Lain lagi ketika saya bersama adik-adik saya waktu itu pergi mengunjungi sebuah objek wisata alam yang belum lama ini naik daun. Orang-orang bisa saja mengira apa yang akan terjadi jika tadinya objek wisata alam yang indah dan asri tiba-tiba dikerumuni oleh pengunjung. Ya, apalagi kalau bukan sampah yang berserakan. Mereka seolah tidak merasa bersalah telah membuang bungkus makanannya sembarangan sehingga mencemari lingkungan. Wisata alam nan elok itu rusak karenanya.

Mungkin salah satu contohnya berikut ini:

Pantai Padang berubah menjadi lautan sampah pasca libur lebaran yang lalu (sumber: https://twitter.com/infoSumbar)
Pantai Padang berubah menjadi lautan sampah pasca libur lebaran yang lalu (sumber: https://twitter.com/infoSumbar)

Sudah ah. Cukup satu saja.😥

Kini saya masih bertanya-tanya dalam hati. Sebenarnya, apa memang benar orang Indonesia itu punya kebiasaan kumuh seperti itu? Apa benar orang Indonesia suka buang sampah sembarangan? Hm.. Sayang sekali ya?! Kalau iya, semua itu menimbulkan pertanyaan. “Kenapa ya?” Ah.. jujur, saya saja yang orang Indonesia juga heran..

Melihat kondisi dan kenyataan seperti ini, mungkin ada baiknya kita belajar dari orang Jepang lalu bertanya pada diri masing-masing. Bukankah lebih baik jika kita membuang sampah pada tempatnya? Apakah itu terlalu sulit? Hm.. Wallahu’alam.😦

2 thoughts on “Benarkah Orang Indonesia Suka Nyampah?

  1. mungkin kesadaran akan kebersihan lingkungan ini juga berhubungan dengan kesadaran untuk taat aturan. bisa cari contoh negara-negara maju lain tidak, yang masyarakatnya lebih taat aturan daripada indonesia? apakah mereka juga membiasakan hidup bersih dan tertib? hehe

    Like

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s