1

Keelokan Alam Tarusan Kamang, Sebuah Danau “Ajaib” di Bumi Agam

Pemandangan  danau mungil di sebuah padang rumput nan luas, dikawali bukit-bukit hijau menjulang gagah, sekali-kali ditemani atap gonjong dan masjid yang ramah. Ah, saya terpana melihat alam nan indah. Negeri ini seperti negeri di dalam cerita Doraemon dan Nobita. Melihat mereka sedang berekejar-kejaran di padang rumput di kaki bukit yang tampak bagai permadani. Di sekelilingnya, para burung pipit bernyanyi sambil sesekali bertengger di atas ranting pepohonan. Di sudut danau pun saya bisa menyaksikan kawanan kerbau yang sedang duduk bersantai sambil mengunyah-ngunyah makanan yang mereka makan. Sebagian mereka tampak asyik bermain di dalam kubangan, seperti tak mau pulang. Itik pun tak mau ketinggalan, duduk cantik di tepian danau, sambil sesekali berbaris menyeberangi danau. Ah. Sungguh luar biasa Sang Khalik menciptakannya. Masya Allah.

Pemandangan itu adalah pemandangan yang saya temukan di sebuah danau mungil di salah satu sudut kabupaten Agam Sumatera Barat, bernama Tarusan Kamang. Bagi yang tinggal di Sumbar mungkin udah pada tahu tempat yang saya maksud, lokasi wisata alam yang belum lama ini naik daun. Pertama kali mengetahuinya adalah ketika seorang photografer kenamaan Bukittinggi, sebut saja Uda Erison J.Kambari, membidik beberapa foto pemandangan alam yang tiada duanya ini. Benar-benar damai, tenang, bersahaja, begitu alami. Ketika beliau memotret alam Tarusan Kamang, seolah-olah bagaikan lukisan. Terlalu sedap dipandang.

1 2 17313_10207011421674037_7204633606791387240_n

11393158_10206876933671921_4132145765534612968_n
Suasana ketika tengah berlangsung pertujukan Randai, kesenian rakyat Minang di Tarusan Kamang
10940635_10205935658180622_404198880900020418_n
Anak-anak muda Tarusan Kamang sedang berlatih silek

(Foto diambil dari Dokumentasi Erison J Kambari, sumber disini)

Danau Tarusan Kamang terletak di sebuah Jorong (desa) bernama Jorong Babukik, dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Untuk mencapai lokasi ini, waktu itu saya beserta dua orang bocah -alias adik kandung saya dan satu lagi adik sepupu- menempuh sebuah jalan mungil menembus perkampungan desa yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang amat luar biasa. Dengan sepeda motor, kami mencapai lokasi ini sekitar dua puluh menit dari kota Bukittinggi. Cukup dekat bukan?

Jalan menuju Danau Tarusan Kamang
Jalan menuju Danau Tarusan Kamang

Namun, danau Tarusan Kamang ini bisa dibilang unik banget. Sebab, hanya bakal berisi air pada musim-musim tertentu saja. Danau itu akan terlihat luas dan begitu elok dipandang mata. Di tengah-tengahnya bisa ditemukan sebuah pulau kecil, yaitu semacam tumpukan tanah yang tidak dibenami air. Masyarakat di sana menyebutnya Padang Doto. Namun, jika di musim yang lain, danau yang terlihat luas itu secara ajaib menghilang, lalu berganti dengan hamparan padang rumput nan hijau. Keren bana ko ha! Kok bisa begitu ya?

Fenomena unik ketika Danau Tarusan Kamang berisi dan menghilang ditelan bumi (image: Erison J Kambari)
Fenomena unik ketika Danau Tarusan Kamang berisi dan menghilang ditelan bumi (image: Erison J Kambari)

Hm.. Mungkin perlu beberapa sumber terpercaya untuk dapat menjelaskan fenomena danau ajaib ini. Namun, menurut wikipedia, fenomena menghilangnya air danau ke perut bumi seperti di danau Tarusan Kamang ini, disebabkan oleh adanya sungai bawah tanah. Nah lho? Ya, demikian hasil penelitan ahli geologi Prof. Handang Bachtiar. Danau ini disebut juga dengan istilah “danau karst”, ketika air tanah naik, maka lorong-lorong di bawah bukit batu gamping akan menyemburkan air dan menutupi padang rumput, lalu tampaklah danau yang luas. Sebaliknya, ketika air sungai bawah tanah turun, air bakal tersedot hingga hanya tampak padang rumput.

Mengenai waktu pasti kapan danau itu akan hilang dan muncul kembali, tidak ada yang tahu. Menurut penuturan salah seorang warga di sana, kadang danau ini bisa kering dan menjadi padang rumput sampai lima bulan hingga dua tahun. Begitu juga sebaliknya ketika terisi air. Terkadang terdengar suara dari beberapa tempat seperti suara ketel air panas, bunyi gluk-gluk, lalu tiga hari kemudian air mengalir dari balik lubang-lubang batu kapur di kaki bukit lalu mengubah padang rumput itu menjadi danau. Keren kan sanak?! Masya Allah!

Selain pemandangan dan fenomena alam yang begitu mencengangkan, danau Tarusan Kamang ini juga menyuguhkan pemandangan kehidupan masyarakat kampung yang sangat natural. Danau ini kabarnya juga menjadi lokasi budidaya ikan bagi masyarakat setempat. Banyak tambak-tambak ikan dibuat warga disini. Seperti ikan nila, rayo, hingga ikan pantau yang mungil-mungil. Beberapa peternak kerbau juga sering membawa kerbau mereka ke tempat ini, alangkah senang hati kerbau makan rumput lalu bermain kubangan di tepian danau.🙂 Beberapa penambak ikan juga gak kalah kreatif dengan membuat rakit-rakit cantik untuk berkeliling di atas danau bagi wisatawan yang hendak menikmati suasana berbeda di atasnya sambil mengambil foto-foto bersama orang-orang tercinta. Atau, bagi mereka yang hanya sekedar ingin pergi ke pulau kecil di tengah-tengah danau.

Di depan danau tarusan kamang, hhe :)
Di depan danau tarusan kamang, hhe🙂

Namun… Ah, sayang seribu sayang. Nasiib nasib.. Seperti biasa. Ada hal yang sangat saya sesalkan ketika berada di tempat ini. kalau wisata alam baru saja naik daun, tentulah sangat banyak pengunjungnya. Dan ketika sudah banyak pengunjung, banyaklah kaki lima berseliweran di pinggir-pinggir pemandangan. Sebenarnya bagus sih ada kuliner-kuliner enak yang muncul, kaya pensi balado (Olahan pensi dengan dibumbui samba lado khas Minang), aneka minuman dan makanan cemilan, itung-itung menambah nikmat suasana. Namun alangkah baiknya jika pedangang kaki lima itu membuka lapak di tempat yang tidak menutup pemandangan. Ah, kalau sudah begitu, timbullah masalah klasik orang Indonesia. Apalagi kalau bukan, Aha?! Sampah.😥 [Maaf, tanpa foto, karena berbagai pertimbangan.😥 ]

Entah kenapa ya sekali lagi saya amat nyesek sama orang-orang yang dengan seenaknya merusak pemandangan alam nan cantik itu dengan membuang sampah sembarangan. Bisa dibayang nggak kalau di tengah permadani padang rumput itu berserakan sampah? Nah, itulah yang terjadi.

Ajaibnya lagi, pemerintah sepertinya sudah membuatkan satu tempat sampah yang sudah terpisah, baik sampah organik, sampah plastik, dan non organik lainnya. Tapi ketika saya mengecek tempat sampah itu, ah, malah kosong. Sampahnya justru di luar, ditumpuk-tumpuk di satu tempat hingga terlihat kumuh.😥

Tapi, dibalik itu semua. Saya nggak bisa memungkiri betapa cantiknya alam Tarusan Kamang. Suatu saat saya berharap agar tempat ini dibiarkan alami demikian saja. Bangunan-bangunan wisata kuliner mungkin bisa di bangun di pinggir danau agar terlihat cantik dan tidak menutupi pemandangan. Tapi yang mungkin bakal sulit diubah adalah, tabiat orang Indonesia yang suka buang sampah sembarangan. So sorry to say that.

But whatever, I love this country so much! 😀

7 thoughts on “Keelokan Alam Tarusan Kamang, Sebuah Danau “Ajaib” di Bumi Agam

  1. Naik rakit ke Padang Doto kayaknya seru, Mas… berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, ah sambil berpantun agaknya seru sangat, diterpa sinar matahari pagi!
    Keren, keren, keren. Udara bersih, flora dan fauna terjaga, rumput hijau menghampar, fenomena alam menunggu dijadikan bahan belajar, pun cengkrama dan celoteh yang dituturkan masyarakat sekitar, lengkaplah sudah wisata di Sumbar! Hamparan rumputnya yang bagi saya keren banget, seperti lapangan golf, sangat rapi! Apalagi dari jauh tampak kecil, tapi sebenarnya danau ini lumayan luas ya. Ngomong-ngomong, Tarusan Kamang itu artinya apa?
    Haa, pingin banget naik rakit ke sana…

    Liked by 1 person

    • Iya Mas, boleh dicoba.. hhe…
      Jujur, saya yg asli sumbar aja masih tercengang2 liat tempat2 di kampung sini… saya rasa semuanya lengkap d sumbar, mulai dari gunung, bukit, sungai, lembah, sawah, laut, pulau2, pantai, dll… namun masih terlalu banyak spot yg blm sempat dikunjungi. Seandainya saja punya waktu luang lebih byk..

      Hm.. tarusan kamang ya? Haha.. apa ya? *Mikir😀
      Tarusan itu semacam padang rumput yg tergenang air (barangkali), sedangkan Kamang itu nama desanya.. hha, maafkan saya mas Gara

      Liked by 1 person

      • Tak apa Mas, saya sudah sangat puas dengan penjelasannya, kok :hehe.
        Iya Mas, dan jangan lupa budaya Minang yang tersohor sekali dalam sastra-sastra lama Indonesia, ah pingin sekali saya bisa main ke sana, semoga bisa terlaksana :amin.

        Liked by 1 person

  2. Tarusan Kamang memang mengesankan banget, sebuah tempat indah di pojok Jorong Halalang, .. sederhana tapi damai..

    ke sini Januari tahun lalu saat baralek dua blogger di Bukittinggi dan Payakumbuh..

    Liked by 1 person

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s