DSC02005b

Dalam Dekapan Ukhuwah – Salim A. Fillah [Book Review – September 2015 #2nd]

Lagi pengen ngereview lagi. Buku ini sebenarnya sudah saya baca September lalu, tapi belum sempat membuat reviewnya. Meski pertama kali beli awal tahun 2011 silam, walhasil baru  kali ini sempat menamatkannya. Cerita saat pertama kali baca adalah ketika menjadi panitia sebuah event bedah buku di Masjid Nurul Iman Padang. Ketika itu saya masih berstatus mahasiswa pre klinik semester empat yang sedang aktif di organisasi Forum Studi Kedokteran Islam (FSKI) FK Unand. Melalui FSKI acara itupun digelar. Cerita dokumentasinya bisa dibaca disini. Hikmah jadi panitia, langsung ketemu penulisnya sekaligus dapat tanda tangannya. Hehe.😀 Berikut sedikit uraian singkat saya mengenai buku berjudul “Dalam Dekapan Ukhuwah” ini.

Details

DSC02005b DSC02006c

  • Judul: Dalam Dekapan Ukhuwah
  • Penulis: Salim A. Fillah
  • Penerbit: Pro-U Media
  • Tebal: 420 halaman
  • Cetakan ke: 2 (Oktober 2010)
  • ISBN: 978-979-1273-66-4

Ikhtisar

Sepuluh topik yang membangun kerangka “Dalam Dekapan Ukhuwah” dijelaskan dengan cukup banyak di sini. Dari penelaahan singkat saya dari buku ini, Salim A. Fillah berusaha untuk menjabarkan betapa indahnya Islam mewadahi setiap umatnya yang terkait dalam ikatan ukhuwah melalui sepuluh hal tersebut. Buku ini sebagian besar berisi beberapa pendapat beliau yang diikuti kisah-kisah dari zaman dahulu.

Hal pertama dimulai dari sebuah bab berjudul “Berkilaulah, Dalam Dekapan Ukhuwah.” Di bab yang singkat ini, Salim A. Fillah membuka pemaparannya dengan sebuah kisah dari dua telaga, yaitu telaga Al Kautsar dengan Nabi Muhammad SAW, dan telaga kecil di Yunani dengan Narcissus. Adapun hikmah yang ingin disampaikannya adalah mengajak kita untuk bercermin. “Kita punya kecendrungan untuk menjadi Narcissus. Mencintai diri, menjadikannya pusat bagi segala yang kita perbuat dan semua yang ingin kita dapat, dan agar orang merasa kita paling sempurna.” Tapi berbeda dengan Muhammad SAW, “lelaki yang sesampai di surga pun masih menjadikan diri pelayan bagi ummatnya.” Hingga di akhir bab, Salim A. Fillah menegaskan, “Yang harus diperbaiki bukan sesama yang kita temukan celanya, melainkan pribadi kita yang sedang bercermin padanya.”

Lalu bab berikutnya, dengan tema “Ambil Cintamu di Langit, Tebarkan di Bumi,” berisi tentang kisah-kisah yang menjelaskan tentang betapa indahnya menciptakan ukhuwah bersama saudara seiman. Salim A Fillah kemudian memaparkan beberapa teori sekuler mengenai sifat manusia, dan kisah-kisah penuh hikmah dari Fir’aun dan Musa, lalu kisah Nabi dan seorang buta Abdullah ‘ibnu Maktum, kisah persahabatan ‘Abdurrahman ibn ‘Auf dan Mush’ab ibn ‘Umair, dan lain-lain.

Barulah kemudian di bab berikutnya berjudul “Tanah Gersang, Salim A. Fillah memaparkan beberapa hal yang dapat membuat ukhuwah sulit untuk tumbuh. Di antaranya adalah ketidak mampuan kita bercermin dan berbenah diri; pohon iman di dalam diri yang jarang disirami dengan amal ketaatan; kesombongan; kekerasan hati dan perbuatan; menjadi landak penebar duri bagi orang lain; suka mengeluh dan sifat pengecut; dan tidak mau berubah.

Selanjutnya, di bab “Bata demi Bata Menara Cahaya”, Salim A. Fillah merangkai sebuah puisi singkat yang mengandung harapan untuk dapat membangun ukhuwah sekokoh menara cahaya, yang menyiratkan arti untuk mengajak kita membangun ukhuwah dari awal.

Di bab kelima sampai kesembilan, Salim A. Fillah kemudian menyebutkan beberapa ‘resep’ agar ukhuwah sekokoh menara cahaya itu tercipta. Mulai dari sebuah bab berjudul, “Sebening Prasangka, Selembut Nurani, Sehangat Semangat, Senikmat Berbagi, dan Sekokoh Janji.” Di setiap bab tersebut Salim A. Fillah mengisahkan banyak sekali kisah-kisah inspiratif dari masa lalu yang menyentuh kalbu, yang sebagian besar bercerita tentang kehidupan Rasulullah SAW bersama para sahabat beliau, lalu kisah-kisah antar sesama sahabat Nabi SAW, dan kisah-kisah lainnya. Semua kisah itu pada akhirnya berakhir pada satu kesimpulan saya, “demikianlah bagaimana ukhuwah itu benar-benar tercipta, dengan satu akar landasan yang kuat, yaitu: keimanan.”

Sampailah akhirnya ketika Salim A. Fillah merangkum semua tulisannya di bab terakhir, berjudul “Gelap, Tapi Hangat”. Ada tiga hal, kata beliau, yang menjadi azas agung bagi buku ini.

Pertama; dalam dekapan ukhuwah, iman kita diukur dengan mutu hubungan yang kita jalin. Seorang mukmin adalah seorang yang sesama aman dari gangguannya, merasakan ramah dan akhlaknya, serta menikmati kemanfaatan harta dan jiwanya.

Kedua; sebuah hubungan dalam dekapan ukhuwah harus didasarkan pada iman.

Ketiga; bahwa baik iman maupun ukhuwah bukanlah hal yang semula jadi dan bisa muncul sendiri, bukan pula hubungan sebab-akibat, melainkan pemahaman sekaligus keterampilan, yang perlu ikhtiar dan upaya, dipelajari ilmunya, dipahami maknanya, diperhatikan kaidahnya, dan dilatih lalu diamalkan di alam pergaulan.

Ulasan

Buku ini, luar biasa, menurut saya. Luar biasa karena tidak hanya pesan mulia yang disampaikannya, tapi juga merangkum ratusan kisah-kisah penuh makna di dalamnya. Apalagi dengan gaya bahasa Salim A. Fillah yang sangat sastrawi dan puitis. Ada semacam bumbu tersendiri di setiap bait-bait kalimatnya yang membuat menarik.

Namun, memang, bagi saya, buku ini cukup berat untuk saya cerna dalam waktu singkat. Sebab, kisah-kisah di dalamnya sangat beraneka ragam, dan butuh kemauan keras untuk membacanya sampai habis, karena kadang tidak saling berhubungan. Meskipun saya pada akhirnya tidak memungkiri akan kayanya wawasan Salim A. Fillah dalam mengisahkan kembali cerita-cerita penuh hikmah di masa lalu, terutama kisah-kisah yang berkaitan dengan sejarah Nabi SAW. Saya kira, buku ini bisa menjadi bahan rujukan yang bagus untuk mencari tahu kisah-kisah Islam yang penuh hikmah dan menarik di masa lalu.

Semoga bermanfaat.🙂

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s