Mengabdi untuk Masyarakat, Sebuah Kisah di Puskesmas #Internshiplife – Part 3

Empat bulan bekerja di rumah sakit, tibalah pula saatnya berpindah ke stase Puskesmas. Ketika awal-awal kepindahan, tentu saja, ada aura-aura kelegaan yang muncul, seolah-olah Puskesmas menjadi tempat yang menyenangkan untuk rehat sejenak, keluar dari kesibukan menghadapi pasien-pasien gawat di rumah sakit. Dan, setelah semuanya dilalui, mungkin tidak ada salahnya berkata demikian. Namun sejatinya, ada tanggung jawab lain yang menanti, dengan kesulitan yang berbeda daripada yang didapatkan di rumah sakit.

1457574156898
Pertama kali tiba di Puskesmas

Puskesmas, sesuai kepanjangannya, Pusat Kesehatan Masyarakat, adalah suatu wadah dimana masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang tidak hanya berguna untuk mengobati penyakit mereka secara pribadi, namun juga berguna untuk mencegah agar mereka tidak sakit, serta mempromosikan gaya hidup sehat di wilayah mereka tinggal. Bahasa kerennya, Puskesmas tidak hanya untuk mengobati (kuratif), tapi juga mencegah (preventif), dan mengajak (promotif). Lebihnya lagi, puskesmas juga merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah-tengah masyarakat, dan berada di bawah komando Dinas Kesehatan setempat. Oleh sebab itu, kita mengenal istilah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Jadi, rupanya Puskesmas tidak hanya ngurusin orang sakit, tapi juga termasuk orang sehat, agar mereka tidak jatuh sakit. Sederhananya begitu.

Nah, demikianlah, pada akhirnya saya dan lima orang rekan dokter lainnya menjalani internsip kami berikutnya di stase ini. Beruntung, Puskesmas kami, Puskesmas Payolansek, terletak di kelurahan tempat saya tinggal, jadi alhamdulillah pergi kerja gak perlu jauh-jauh, soalnya dekat dengan rumah. Hehe.

Bertugas di Puskesmas

Stase Puskesmas kami dimulai pada tanggal 10 Maret 2016. Mengenai persiapan, mungkin tak banyak. Di tempat ini awalnya kami kembali berkenalan dengan rekan sepekerjaan yang baru, mulai dari kepala Puskesmas, dokter, perawat, bidan, dan staf-staf lainnya. Di sini, kami didampingi oleh seorang dokter pendamping yang baik sekali, dr.Nana. Beliau sangat perhatian, peduli, selalu mendengar keluhan, dan selalu memberikan masukan. Bersama beliau, ada lagi dua orang dokter yang baik banget, dr.Benny dan dr.Dwi. Mereka adalah rekan, sejawat, mentor, sekaligus sahabat terbaik selama kami bertugas di Puskesmas.

Tugas yang kami emban di Puskesmas cukup berbeda dari rumah sakit. Selama empat bulan ke depan, selain mendapatkan tugas jaga di ruang balai pengobatan, unit gawat darurat, dan pelayanan kesehatan untuk ibu dan anak (KIA), sejatinya tugas utama kami selama di Puskesmas adalah melaksanakan kegiatan berbasis masyarakat. Ada semacam mini project yang harus dikerjakan oleh kami masing-masing. Untuk kegiatan ini, pihak Puskesmas kala itu menggelar diskusi bersama seluruh pemegang program agar didapatkan judul mini project yang sesuai dengan kebutuhan Puskesmas. Melalui diskusi tersebut, masing-masing kami mendapatkan judul yang berbeda, dan saya sendiri akhirnya mendapatkan amanah untuk mengangkat proyek dengan tema pemberdayaan masyarakat pekerja informal untuk meningkatkan peran Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK).

Pos UKK merupakan suatu wadah bagi pekerja informal di masyarakat (artinya yang tidak terikat di perusahaan milik negara) untuk memelihara kesehatan mereka dari risiko yang dapat ditimbulkan akibat pekerjaannya. Selama empat bulan bertugas di Puskesmas, saya mencoba menitikberatkan fokus saya pada kegiatan mini project tersebut. Proyek ini melibatkan setidaknya hampir 80 pekerja industri rumah tangga pangan (IRTP) yang ada di Kelurahan binaan saya, yaitu Kelurahan Talang. Kelurahan ini sedikitnya memiliki 12 IRTP yang rata-rata memproduksi makanan khas Minang seperti aneka kerupuk ubi olahan, kue bolu, sampai kepada industri olahan lain seperti nugget dan bakso. Sementara itu, Pos UKK-nya sendiri berada di salah satu IRTP yang bersedia secara sukarela.

Awalnya saya agak bingung dengan inovasi apa yang bisa saya ciptakan di Pos UKK yang baru berdiri sebulan yang lalu itu, sampai akhirnya usai melakukan survey lapangan singkat ke tempat itu, dan blusukan ke beberapa pabrik IRTP di kelurahan Talang *udah kayak cagub aja, ckck, akhirnya saya menemukan beberapa masalah yang seyogianya mungkin bisa saya bantu untuk dicarikan solusinya. Pos UKK ini sebenarnya sudah dirintis oleh rekan sesama dokter internsip yang sebelumnya mendapat stase Puskesmas, namun karena masih baru, Pos ini belum dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Masalah yang paling mendasar ketika itu adalah belum adanya satu pun kader di Pos UKK tersebut, dan ternyata lebih dari 70% pekerja di Talang belum mengetahui bahwa di kelurahannya sudah berdiri Pos UKK. Cukup ironis memang.

Jpeg
Survey awal di Pos UKK Kelurahan Talang

Akhirnya, saya memulai upaya untuk mempromosikan Pos UKK ini ke berbagai IRTP yang ada di kelurahan Talang. Berbagai cara saya tempuh, seperti kunjungan langsung, sosialisasi dengan menempel pamflet, dan membagikan kuesioner untuk menilai minat mereka mengenai Pos UKK dan menjaring niat beberapa pekerja untuk menjadi Kader Sukarela. Pada awal-awal kegiatan, saya cukup kebingungan dengan tugas dan fungsi dari Pos UKK itu sendiri, namun alhamdulillah setelah membaca beberapa buku pedoman yang secara gratis tersedia online dari Kementrian Kesehatan RI, saya semakin lama semakin memahami sedikitnya mengenai Pos UKK ini.

20160426_102058
Kunjungan ke IRTP dan penyuluhan mengenai Pos UKK untuk para pekerja

Kegiatan di Pos UKK kami terdiri dari berbagai macam hal, yang paling mendasar adalah pemeriksaan kesehatan rutin untuk pekerja IRTP satu kali sebulan, yaitu bertempat di Pos UKK itu sendiri. Saya dibantu oleh Pembina Kelurahan Talang yang waktu itu dipegang Kak Welly, dan beberapa pemegang program dari bagian Promkes (promosi Kesehatan) dan Kesling (Kesehatan Lingkungan). Bersama beberapa staf tersebut, kami alhamdulillah berhasil menggelar pemeriksaan kesehatan dengan jumlah peserta yang lebih banyak daripada sebelumnya. Kami juga mencoba memperbaiki sistem pelayanan di Pos UKK dengan menciptakan sistem lima meja (pendaftaran, anamnesis, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan antropometri, dan konsultasi), sistem pencatatan rekam medis dan sistem rujukan. Sambil jalan, kami juga memutar beberapa slide promosi kesehatan ketika pemeriksaan dan membagikan leaflet untuk dibawa pulang oleh pekerja.

1461912248500
Pemeriksaan kesehatan pekerja dan penyuluhan kesehatan kerja

Alhamdulillah, kegiatan di Pos UKK mengalami progres yang cukup baik menurut saya. Terbukti dari hasil penjaringan, kami berhasil mendapatkan lima orang calon kader sukarela yang bersedia mengurus Pos UKK ini secara swadaya dengan seluruh pekerja IRTP lainnya. Kader ini kami peroleh setelah proses yang cukup panjang, meliputi analisis kuesioner, temu wicara, konfirmasi, dan pelatihan calon kader yang materinya saya pinjam dari rekan sejawat yang dulu pernah ikut pelatihan Hiperkes. Kader ini nantinya diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan Pos UKK untuk pekerja di lingkungan kelurahan Talang, oleh sebab itu kami memberikan mereka bekal mengenai ilmu pengobatan sederhana dan juga ilmu kesehatan kerja. Dan yang patut diapresiasi, lima orang kader yang kami tunjuk ini mau bekerja secara sukarela, niat ini berasal dari diri mereka sendiri yang sebagian besar menginginkan agar kualitas kesehatan pekerja di kelurahan mereka dapat menjadi lebih baik. Semoga mereka selalu diberi kesehatan dan kekuatan, dan sesungguhnya mereka sangat patut diberi penghargaan.

Respon yang kami peroleh alhamdulillah sangat memuaskan, dan mini project yang saya jalankan ditutup dengan pelantikan kader Pos UKK dengan pemberian sertifikat, sekaligus meresmikan struktur organisasi Pos UKK oleh Kepala Puskesmas, Kepala Kelurahan Talang, Dokter Pendamping Internsip, dan seluruh staf dari program terkait. Jika sebelumnya Pos UKK hanya digerakkan oleh Puskesmas, setidaknya saat itu kami telah berhasil meningkatkan peran serta pekerja itu sendiri untuk mengembangkan Pos UKK. Dan senangnya, Pos UKK yang kami bentuk ini adalah Pos UKK pertama di seantero Kota Payakumbuh, sehingga mendapat apresiasi dari pemerintah setempat sebagai program plus yang dicanangkan oleh dokter internsip di Puskesmas Payolansek. Puas sekali rasanya, alhamdulillah.

img_20160617_093720
Akhir kegiatan mini project, pelantikan pengurus dan kader Pos UKK

Kegiatan Lain di Puskesmas

Selain bertugas menjalankan mini project, kami di Puskesmas tentu saja memberikan pelayanan pengobatan seperti pada umumnya. Tidak hanya di ruangan, sesekali pun kami berpartisipasi mengikuti kegiatan turun lapangan, misalnya kunjungan rumah, survey PHBS, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, menjadi tim medis di iven-iven besar, berpartisipasi di kegaitan Pekan Imunisasi Nasional, Posyandu, Posbindu Lansia, dan berbagai kegiatan berbasis masyarakat lainnya. Dan yang paling menyita perhatian kala itu adalah mempersiapkan bahan akreditasi Puskesmas yang bahannya masya Allah banyaknya. ckckk

Namun alhamdulillah, banyak poin plus-plus yang dapat diperoleh dari empat bulan berada di Puskesmas ini. Meskipun tidak memungkiri, poin minusnya tetap ada, tapi insya Allah bisa menjadi poin plus untuk kemudian hari. Setidaknya, selama empat bulan berada di Puskesmas, saya belajar banyak hal mengenai peran dokter yang sesungguhnya. Mengobati orang sakit, mencegah orang agar tidak sakit, memberi pengetahuan pada masyarakat, adalah salah satu dari jutaan manfaat yang dapat diberikan oleh profesi ini untuk orang lain. Saya yakin, profesi apapun yang kita tempuh hari ini, jika kita melakukannya dengan ikhlas, semuanya pasti memiliki nilai manfaat baik untuk diri kita sendiri, maupun untuk orang lain. Maka, saya berdoa semoga siapapun kita, semoga setiap pekerjaan yang kita pilih menjadi amal baik yang penuh dengan kemanfaatan. Insya Allah. 🙂

1467116575532
Dokumentasi sebelum meninggalkan Puskesmas, bersama dokter pendamping

#to be continued

Advertisements

2 thoughts on “Mengabdi untuk Masyarakat, Sebuah Kisah di Puskesmas #Internshiplife – Part 3

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s