Tentang Kamu – Tere Liye [Book Review]

Buku Tere Liye yang satu ini sejak awal melihatnya memang sudah membuat saya penasaran. Impression pertama adalah judulnya. “Tentang Kamu”. Ekspektasi yang muncul waktu itu adalah tentang kisah romansa dengan tragedi kehilangan, seperti kutipan di belakang covernya, “Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita. Saya jadi langsung terbayang kisah di novel Hujan karya Tere Liye yang menceritakan sebuah ancaman perpisahan setelah sekian lama memupuk kecintaan. Impression kedua adalah covernya itu sendiri, gambar sepatu kulit tua yang lusuh, seolah-olah merefleksikan perjalanan hidup seseorang yang penuh dengan ujian dan cobaan.

Namun segala ekspektasi saya yang dangkal itu pun pada akhirnya terbantahkan ketika pertama kali mulai membaca novelnya. Dari pada mengatakan jikalau novel ini berkutat tentang kisah romantika seseorang, cerita ini lebih pantas disebut cerita kehidupan yang maknanya jauh lebih dalam.

Novel ini berkisah tentang perjalanan hidup Sri Ningsih, yang lahir dalam ringkihan kemiskinan di pedalaman pulau Sumbawa, namun meninggal di Paris sebagai seorang wanita tua yang mewariskan harta satu miliar Poundsterling! Jumlah sebanyak itu bahkan lebih besar dari harta kekayaan Ratu Inggris. Jika pewaris sah nya tidak ditemukan, harta itu terancam disita oleh kerajaan Inggris. Bagaimana bisa? Disinilah letak menariknya kisah tersebut.

Ketika membaca buku ini, kita akan dibawa ke alur flashback oleh seorang pengacara muda Indonesia bernama Zaman yang akan menguak misteri Sri Ningsih dari sebuah diary lusuh yang ia temukan di panti jompo kota Paris, tempat wanita tua itu menghabiskan hari-hari terakhirnya. Diary itulah satu-satunya petunjuk untuk menemukan pewaris sah Sri Ningsih. Kita akan dibawa terbang ke pulau Bungin, Sumbawa, mengenal sejarah kelahiran Sri Ningsih yang dibalut oleh kemiskinan dan kepiluan. Lalu ke Surakarta, tempat Sri Ningsih belajar dan mulai mengerti akan arti persahabatan dan pahitnya penghianatan. Lalu ke Jakarta, tatkala Sri Ningsih mengenal arti perjuangan dan keteguhan hati, hingga ke kota London, tempat ia bertemu tambatan hatinya, dan Paris, tempat ia memeluk semua rasa sakitnya dan menjadi seseorang yang selalu tersenyum. Selain nilai-nilai kehidupan, kita juga akan disuguhkan pengetahuan baru mengenai sejarah tempat-tempat itu. Inilah mengapa novel ini tidak hanya sekedar berkisah, tapi juga memberi pengetahuan.

Lalu bagaimana dengan pewaris sah Sri Ningsih? Bagaimana Zaman berjuang mempertahankan kepemilikan harta itu ketika banyak pihak yang ingin menguasainya? Seberapa besarkah arti harta satu miliar poundsterling itu bagi seorang Zaman? Apakah hanya sebatas kuantitasnya ataukah ada makna lain yang lebih berharga di dalamnya? Dan, siapa sajakah yang akhirnya berhak menerima semua harta warisan itu? Semua akan terjawab di novel ini. Siap-siap saja menangis. *no kidding.

Beberapa quote yang berkesan antara lain:

Ketika kebencian, dendam kesumat sebesar apa pun akan luruh oleh rasa sabar. Gunung-guung akan rata, lautan akan kering, tidak ada yang mampu mengalahkan rasa sabar. Selemah apapun fisik seseorang, semiskin apapun dia, sekali di hatinya punya rasa sabar, dunia tidak bisa menyakitinya.

Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apa lagi yang harus kita lakukan? Aku tahu sekarang, pertanyaan terpentingnya bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi setelah gagal tersebut. Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x.

Bagaimana kita bisa berdamai dengan begitu banyak kejadian menyakitkan? Ibarat hujan deras di tengah lapangan yang menyakitkan? Sri sekarang tahu jawabannya. Yaitu justru dengan lompatlah ke tengah hujan, biarkan seluruh tubuh kuyup.

Akhirnya, novel ini mengajarkan banyak hal, terutama tentang keikhlasan menjalani hidup. Semua nilai-nilai dan realitas hidup nyaris tersebut dalam kisah Sri Ningsih, sulit saya ungkapkan. Sabar, sahabat, penghianatan, semangat, perjuangan,  cinta, masa lalu, masa depan, semua komplit. Insya Allah, buku ini recommended! Five stars.

Details:

Judul: Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika Penerbit
Cetakan ke: II, Oktober 2016
Tebal: vi+524 halaman
Dibaca pada Desember 2016

6

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Kamu – Tere Liye [Book Review]

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s