Dakwah, Refleksi

Hijrah

150590568659c24c16e5cbf

Suatu ketika pikiran saya sempat terusik, sudah benarkah tujuan hidup saya? Bercermin dari pengalaman, keberhasilan dan kegagalan begitu memutar balik perasaan. Senang sedih, bahagia kecewa. Apakah impian saya begitu duniawi? Padahal dunia ini hanyalah remeh temeh persinggahan, tidak dibawa mati ataupun kekal.

Tujuan hidup hanyalah untuk kembali. Membawa bekal sebanyak-banyaknya untuk pulang ke kampung akhirat. Seharusnya tak perlu risau jika dunia tak mau bersahabat, karena sifatnya memang melenakan dan juga kadangkala menggelisahkan. Barangkali kita sudah sesat, hati telah penuh dengan noda hitam, niat tidak pula lurus lagi. Oleh karena itu, tempuhlah sebaik-baik jalan. Seperti yang dicontohkan baginda Rasulullah SAW ketika menghadapi kafir Quraisy, hijrah adalah jawaban.

Hijrah berarti meninggalkan, menjauhkan, dan berpindah tempat. Keluar dari kekufuran menuju keimanan. Jika tempat kita buruk, carilah tempat yang baik. Demikian juga dengan pemikiran, kesukaan, kebiasaan dan tingkah laku yang barangkali tidak sesuai dengan yang Allah senangi, maka berusahalah memperbaiki. Insyaallah, rahmat Allah segera menaungi. Karena, “Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad).

Bukankah hijrah adalah jalan orang-orang shalih, jalan para syuhada, hingga jalan para nabi dan rasul? Ingatlah ketika Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah dalam keadaan lemah, delapan tahun kemudian beliau kembali sebagai penakluk. Itu adalah bukti. Maka berhijrahlah penuh istiqamah, niatkan lillahi ta’ala.

Wahai diri, janganlah sedih dengan kefanaan dunia, janganlah terlalu berangan-angan seolah-olah menjadi nyata. Dunia ini hanya sementara, wahai Akhi. Akhirat itu jauh lebih sempurna. Karena itu, sekali lagi, berhijrahlah sepenuh hati.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-Baqarah: 218).

“Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Gambar diakses dari: http://www.nu.or.id

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s