Balada Muslim Kaffah: 7 Kiat Agar Lebih Istiqamah

Indeed, those who have said, “Our Lord is Allah ” and then remained on a right course – the angels will descend upon them, [saying], “Do not fear and do not grieve but receive good tidings of Paradise, which you were promised.

(Allah SWT – QS. Fusshilat: 40)

Sebuah momen saat menelusuri jalan setapak bukit Genova, Italia

Beberapa hari yang lalu saya sempat merenung usai mendengar khotbah shalat Jum’at. Sang khatib ketika itu menyampaikan betapa pentingnya menjadi muslim yang kaffah –menjadikan segala sesuatu tidak terlepas dari kesadaran ber-Islam. Dengan ilmu beliau yang luas, didukung dengan perpaduan isi ceramah dengan isu-isu terhangat masa kini terutama mengenai Islam tanah air, isu Palestina, isu beberapa ulama dan lain sebagainya, membuat batin saya tergelitik untuk memikirkan sesuatu sampai sekarang. Hati saya bertanya frontal, sebagai seorang muslim, apa yang sudah saya kontribusikan untuk agama ini?

Perlahan, semangat hijrah itu muncul. Terutama hijrah dari hal-hal duniawi yang selama ini mungkin terlalu menguras pikiran dan kekhilafan-kekhilafan yang seolah menjadi kebiasaan. Tapi, semangat hijrah itu tentu saja tidak bisa semerta-merta bertahan tanpa ada niat yang kuat dan usaha yang teguh untuk menjaganya, kan? Saya rasa, itulah istiqamah. Bermodal baca-baca sedikit artikel, saya ingin mencatat beberapa tips agar kita bisa lebih Istiqamah dalam tali Islam. Semoga bisa jadi penyemangat untuk diri saya sendiri dan juga sahabat semua.

1) Merenungi makna dua kalimat syahadat dan mengamalkannya.

Syahadat merupakan rukun Islam yang pertama. Jika sudah berikrar bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, maka kita juga berikrar tidak akan mencari sesembahan lain selain Allah serta taat pada perintah dan ajaran Nabi Muhammad yang merupakan utusan-Nya. “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)

2) Memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.

Jika kita selama ini jarang baca qur’an, maka bacalah. Jika dulu hanya Ramadhan, tingkatkanlah jadi tiap bulan. Jika dulu hanya sekali seminggu, tingkatkanlah jadi setiap hari. Jika dulu hanya beberapa baris, sekarang jadikanlah beberapa halaman. Jika dulu hanya baca ayat saja, sekarang bacalah dengan artinya. Jika dulu hanya tahu artinya, maka sekarang dalamilah maknanya. Jika dulu hanya hapal sedikit, maka sekarang hapalkanlah banyak-banyak. Insyaallah kesibukan kita dengan Al-Qur’an akan membuat kita lebih senang, karena “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman.” (QS.Fushilat: 44)

3) Membiasakan diri beristighfar dan berdo’a.

Rasanya tidak mungkin manusia lemah seperti kita luput dari dosa. Bahkan para nabi dan rasulpun pernah melakukan kesalahan. Nabi Adam A.S diusir Allah dari surga karena khilaf memakan buah kuldi, beliau langsung bertaubat. Nabi Musa A.S membunuh manusia, beliau langsung mohon ampun. Begitu juga nabi-nabi yang lain, apatah lagi kita yang hanya manusia biasa. Oleh karena itu, biasakan baca istighfar, baik setelah sadar atau tidak sadar telah berbuat dosa. Berdo’alah agar diberi pundak yang kuat untuk menjauh darinya. Insya Allah perlahan kita akan benci melakukan maksiat dan mulai meninggalkannya. “Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabbmu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah istiqomah pada jalan yan lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya.” (QS. Fushilat: 6)

4) Menyibukkan Diri dalam Beramal

Rasulullah SAW bersabda, “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.(HR. Muslim). Insya Allah, kalau kita membiasakan diri beramal tiap hari, lama-lama akan menjadi kebiasaan dan melatih kita untuk istiqamah. Contoh sederhana mungkin rutin sedekah, rutin shalat dhuha, rutin tahajjud, dan lain-lain sesuai kesanggupan. Semoga suatu saat amalan itu akan makin lama makin meningkat kualitas dan kuantitasnya.

5) Meyakini Balasan di Akhirat

Surga adalah balasan yang berhak diterima oleh orang-orang istiqamah dalam agama Allah. Karena itu kita harus yakin dan menjadikannya motivasi untuk terus beramal salih. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf: 13-14).

6) Berkawanlah dalam Kebaikan

Carilah kawan yang bisa mengingatkan kita pada kebaikan walaupun itu sederhana, dan follow lah mereka yang bisa memberi kita motivasi untuk terus beramal salih. Insya Allah kita juga akan termotivasi dengan ilmu dan amal kebaikan mereka. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS. At Taubah: 119). Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak. (HR. Bukhari dan Muslim)

7) Membaca Kisah-Kisah Orang Salih

Bacalah buku sejarah dan biografi orang-orang yang saleh. Khatamkan sirah nabawiyah, bacalah kisah nabi dan rasul, kisah para sahabat dan kisah para ulama dan orang-orang besar. Insya Allah kita bisa belajar banyak dari pengalaman hidup mereka dan memotivasi kita untuk ikut meniru kebaikan mereka. “Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud: 11)

Yap. Itulah tujuh tips yang bisa dipraktikkan, menjadi pengingat dikala futur atau motivasi bagi yang ingin memulai. Mudah-mudahan kita semua bisa istiqamah dalam Islam sehingga dihimpun oleh Allah di hari kiamat nanti sebagai sahabat dalam takwa, karena “Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain kecuali persahabatan karena Ketakwaan.” (QS az-Zukhruf, 43:67).

Wallahu’alam. 🙂

Bahan bacaan:

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s