Dakwah, Tweets

Resep Kelima dalam Mencapai Tujuan: Sabar

Teruslah bergerak mencapai tujuan

Sejak dulu, saya hanya punya empat resep dalam hidup. Resep ini hampir selalu saya pakai ketika menghadapi hal-hal sulit, saat ingin mewujudkan apa yang diinginkan, dan mendapatkan apa yang diharapkan. Empat resep ini selalu saja berakhir baik, seolah hampir tak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan jika teguh memegangnya baik-baik. Adapun yang saya maksud adalah, pertama: niat yang benar, kedua: usaha yang maksimal, ketiga: doa yang khusyu’, empat: tawakal akan semua keputusan Tuhan.

Namun, suatu hari saya mendapati ternyata empat resep itu masih belum cukup. Saya mendapati kegagalan demi kegagalan yang saya sendiri tidak mengerti letak permasalahannya. Saya terus mencari dan mencari, dimanakah letak kekurangan itu. Apa yang salah dengan niat saya, usaha saya, doa saya dan ketawakalan saya selama ini. Rasanya semua yang terbaik sudah saya kerahkan. Kala itulah, kegagalan itu mengajarkan saya satu lagi resep yang kurang. Apakah itu benar atau tidak, saya berani bilang kalau memang itulah yang selama ini tak saya punya. Sabar.

Sabar mungkin luas maknanya. Sabar mencakup banyak hal. Sabar menanti, sabar menghadapi, sabar menerima kenyataan. Namun yang paling sulit adalah sabar menghadapi diri sendiri.

Tahukah engkau, kalau Tuhan sudah menuliskan takdir di Lauh Mahfuz? Jadi bagaimanapun empat resep itu kau tempuh tapi Tuhan tak berkehendak, maka tiadalah akan terjadi. Lalu apakah empat resep itu sama sekali tak berguna? Itu pun salah, karena tak mungkin ada perubahan kalau kita sendiri tidak merubahnya. Lalu letak salahnya dimana?

Letak kekhilafannya adalah pada yang tadi. Sabar. Teruslah berjuang walaupun takdir telah tertulis. Tetaplah berjuang walaupun gagal dan gagal. Ini hanyalah masalah waktu, kawan. Sabarlah sampai mati, dan berharaplah selagi bernapas. Teruslah berniat baik, berusaha sungguh-sungguh, berdo’a yang khusyu’, dan tawakal kepada Tuhan sampai Ia memutuskan yang terbaik untukmu. Janganlah pandang apa yang ada dalam benakmu itu semuanya hal yang baik, boleh jadi apa yang baik menurutmu belum tentu baik menurut Tuhanmu. Boleh jadi kesuksesan itu ditunda sekian tahun lamanya, bahkan sambai habis waktumu, asal jangan sabar tadi yang kau gadaikan jadi putus asa. Jadi, sekali lagi, bersabarlah, jangan terburu-buru. Insyaallah, semuanya telah digariskan dengan sempurna.

Kini saya sadar, sabar itu adalah mutiara di dalam dasar lautan, oase di tengah padang pasir, dan permata di antara bebatuan. Ia adalah cahaya yang selalu menuntun para pengelana untuk melangkah. Ia bagaikan kompas yang menunjukkan arah untuk menjelajah. Milikilah sabar, dan kebaikan insyaallah selalu menyertai di ujungnya. Karena Allah selalu beserta orang-orang yang sabar.

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS.Al-Baqarah, ayat 153)

Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS.Al-Baqarah, ayat 155).

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s