Dakwah, Doctor's Journey, Stories, Tweets

Hijrah ke Jogja: Kembali Jadi Mahasiswa

Ada yang bilang, kalau kita pernah ke Jogja, maka bersiaplah karena ada saja alasan untuk kembali. Saya rasa ungkapan itu cocok dengan saya, hehe. Kali pertama saya ke Jogja adalah sekitar tahun 2012. Ketika itu saya pergi bersama teman-teman satu angkatan kuliah guna mengikuti rangkaian kegiatan lomba poster ilmiah di UMY. Eh tau-taunya saya nempol kembali di Jogja lima tahun setelahnya, saat mencoba solobackpacking keliling jawa-bali-lombok. Rupanya tidak sampai di situ saja, semenjak pertengahan 2018 ini saya malah hidup di sini, jadi mahasiswa S2 Ilmu Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada. Nah lho?

Mungkin dulu saya pernah cerita bahwa setelah tamat kuliah, saya bercita-cita untuk lanjut kuliah S2 di luar negeri, tapi Allah swt memilih dalam negeri saja dan UGM adalah jawaban-Nya. Kejadiannya memang begitu cepat, bahkan tanpa rencana, seolah terjadi begitu saja. Kok bisa?

Adalah di masa bulan Ramadhan lalu, malam hari di sepertiga minggu terakhir, Bang Taufik -senior sekaligus rekan kerja saya di Unand tiba-tiba menulis WA. “An, bisa mintak tolong buatkan surat sehat?” Lantas saya bingung, kenapa kok malam-malam begini? Saya yang kesehariannya waktu itu juga berprofesi sebagai dokter umum di salah satu rumah sakit swasta di Padang sebenarnya tidak sulit menyanggupi. Selidik punya selidik, ternyata bang Taufik mendaftar S2 di UGM. “An, Gua sudah mendaftar S2 Bioteik. Hahaha,” gelagatnya, membuat saya teringat percakapan di suatu saat kala makan siang bersama bareng kak Oni, rekan kerja terheboh kami.

“Ambil UGM saja Aan, S2 Ilmu Kedokteran Tropis, peminatan Imunologi biomolekuler,” saran bang Taufik dilanjutkan dengan diskusi hangat tentang reputasi UGM yang ternyata sudah bersaing di internasional, bahkan jurusan ini disebut-sebut yang tertua dan terbaik di Indonesia.

“Iya, Jah. Mana tahu UGM rejeki Lu. Kita kan gak tahu mana yang terbaik dikasih sama Allah,” kak Oni yang selalu memanggil saya Ijah (panggilan sayang? haha) ikut berkomentar.

Kala itu saya memang sedang galau, ketika empat buah LoA (Letter of Acceptance) dari universitas-universitas di Inggris sudah di tangan tetapi tak satupun seleksi beasiswa yang berhasil saya peroleh. Sementara itu saya tahu bahwa Kak Oni sudah diterima menjadi mahasiswa S2 di UI.

“Aan pikir-pikir dulu, Bang, Kak.”

Tahu-tahunya besok pagi, pasca mendapat kabar dari Bang Taufik jika dia akhirnya ikut kuliah S2 di UGM, saya malah kembali terusik. Lha yang nyaranin siapa yang kuliah siapa? Saya ketawa dalam hati. “Siko selah kuliah (UGM), kawanan Gua. Haha.” Katanya pula. Saya tahu ketika itu solusi terbaik (seperti biasanya) adalah bertanya kepada Mama.

“Ma, bagaimana kalau Aan kuliah di UGM?”

Diluar dugaan, Mama menyambut baik. “Tak ada salahnya mencoba, Allah itu pasti menunjukkan jalan yang terbaik kalau kita berusaha.”

Akhirnya saya mendaftarlah dengan bismillah. Saya segera menyiapkan semua persyaratan. Alhamdulillah saya diberi rekomendasi oleh Wakil Dekan FK Unand dan seorang pakar mikrobiologi di lingkungan fakultas.

Sekitaran masa-masa lebaran, masih libur dari kerja di Unand, saya kemudian dapat WA dari mbak-mbak di Kedokteran Tropis (yang lebih beken disebut Tropmed, -Tropical Medicine). Ada satu persyaratan yang masih kurang, yakni nilai TPA (Tes Potensi Akademik). UGM hanya menerima TPA yang diakui secara nasional, sementara saya hanya pernah satu kali ikut tes TPA yang sifatnya lokal di Unand. Alhamdulillah, pihak UGM masih mau menunggu saya melengkapi persyaratan walaupun masa pendaftaran sudah ditutup. Setelah browsing dan tanya sana-sini, saya akhirnya memutuskan untuk segera ikut tes di UGM sekitaran akhir bulan Juli.

Saya semakin galau ketika masa-masa pendaftaran kuliah itu karena saya sedang mempersiapkan diri menjelang hari pernikahan. Pikiran saya jadi bercabang, jika saya diterima kuliah di UGM tentu saya akan resign dari semua pekerjaan di Padang dan hidup di Jogja. Istilahnya, kembali mulai dari nol. Terlebih lagi tes TPA harus saya tempuh di UGM yang akan berlangsung beberapa hari pasca nikah. Tapi belakangan, setelah ijab kabul dan cerita ke istri, kami akhirnya memutuskan untuk sekalian honey moon di Jogja sembari saya ikut tes tersebut. Alhamdulillah, Allah memberikan banyak kemudahan sampai semua persyaratan sudah saya lampirkan.

Singkat cerita, sekembalinya kami dari Jogja, awal Agustus pengumuman itu keluar. Malam hari ketika setelah shalat Isya, saya dan istri membaca sebuah surat dari UGM yang baru saja dikirim via email.

“… Saudara dinyatakan DITERIMA sebagai mahasiswa baru di Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada…”

Seketika saya terdiam sesaat, terbayang begitu lamanya saya mempersiapkan diri menjelang hari ini tiba. Rasa syukur memenuhi relung dada kami berdua. Rupanya, Allah telah menakdirkan saya kuliah S2 di UGM, bukan di tempat lain. Master of Science in Tropical Medicine, UGM, Yogyakarta. Itu artinya, saatnya hijrah.

Dari pengalaman itu, saya belajar satu hal: Qanaah. Mimpi memang harus dikejar, tapi Allahlah yang tetap memilihkan jalan terbaik untuk kita. Kala itulah saya diuji, sudah benarkah niat saya, dan mampukah saya bersabar dengan keputusan Allah. Inilah jawaban dari do’a-do’a saya selama ini, dan tak ada yang patut disesali. Dengan segala rezeki yang Ia berikan, saya berusaha meyakini bahwa pasti ada hikmah di balik setiap keputusan-Nya. Jalani saja, karena sesungguhnya kebahagiaan dunia kita sudah dijamin oleh Allah apabila yang kita kejar adalah kebahagiaan di akhirat.

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)

DSC_4616

2 thoughts on “Hijrah ke Jogja: Kembali Jadi Mahasiswa”

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s