Pengalaman Wisuda Online di Masa Pandemi

Ada banyak hal yang berubah di masa pandemi seperti sekarang ini, salah satunya prosesi wisuda. Biasanya, kegiatan seremonial kelulusan kuliah ini cukup meriah sekaligus menyibukkan. Beberapa orang mungkin merayakan hari tersebut dengan keluarga besar. Orang tua barangkali juga rela datang jauh-jauh dari kampung halaman demi melihat prosesi ini. Namun di masa pandemi saat ini berbeda, prosesi wisuda cukup hanya bisa dilihat di layar kaca. Meski begitu, hidmatnya ternyata tetap sama.

Alhamdulillah, 22 April 2021 lalu UGM resmi mewisuda 1.331 mahasiswa pascasarjana S2 dan S3 yang dilaksanakan secara daring. Qadarullah, saya salah satu di antaranya untuk gelar Master of Science (M.Sc.). Malam hari menjelang hari H, rasanya seperti saat yudisium dokter dan diambil sumpah dulu. Saya tidur lebih awal sehabis tarawih, karena mulai merasa melow, terbayang segala hal yang telah saya lalui semenjak hijrah ke Jogja dulu. Jika tidak, saya barangkali tidak bisa tidur.

Esok paginya, sehabis sahur dan shalat subuh saya langsung siap-siap. Meski daring, saya tetap memakai setelan jas tanpa toga yang diminta pihak UGM. Yaya dan Rayya tampak sibuk pula memakai baju yang tak biasa dipakai di rumah. Pukul 07.45 acara wisuda pun dimulai. Ketika masuk Zoom wajah-wajah yang sumringah dan rapi menyambut. Orang-orang telah siap. Bahkan ada juga yang mengikutsertakan orang tua dan keluarganya masuk layar meeting. Saya senyum-senyum sendiri. Mama saya juga heboh di grup WA. Saya tak lupa membagikan link untuk dapat menyaksikan acara tersebut.

Wisuda Pascasarjana UGM April 2021 via daring

Selama prosesi tersebut disiarkan secara live, entah kenapa air mata saya keluar begitu saja, terutama saat hymne UGM dinyanyikan. Wkwk. Pasalnya, saya kembali terkenang awal-awal masa kuliah di Jogja hingga pulang kembali ke Padang dulu. Rindu Jogja barangkali, rindu juga suasananya. Namun, yang tak bisa saya pungkiri, wisuda kali ini merupakan momen yang pas banget untuk kembali merefleksi apa saja yang sudah saya lalui selama tiga tahun terakhir dan sadar bahwa tantangan setelah ini akan jauh lebih besar lagi. Semoga saya pandai bersyukur, bersabar, dan tetap belajar untuk semakin rendah hati. Wallahumusta’an. 🙂

Syukuran kecil-kecilan untuk kenang-kenangan wisuda 😀

Your Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s