Infeksi dan Metode Pencegahannya

Infeksi adalah masuk dan berkembang biaknya suatu mikroorganisme di dalam tubuh organisme lainnya sehingga menyebabkan sakit. Mikroorganisme penyebab infeksi disebut juga patogen. Disebut mikroorganisme karena ukurannya yang kecil, contohnya bakteri dan virus. Barangkali si patogen ini diciptakan oleh Allah, salah satunya untuk menyebarkan penyakit.

Photo by Burst on Pexels.com

Infeksi dapat dicegah dengan menerapkan higienisasi, alias bersih-bersih. Bagi seorang tenaga kesehatan, hal ini sangat penting, mengingat besarnya risiko seorang tenaga medis terinfeksi saat kerja. Bagi masyarakat umum, juga penting, agar tidak terkena penyakit tentunya.

Istilah dalam higienisasi

Dalam ilmu kedokteran, ada beberapa istilah dalam higienisasi:

  1. Pembersihan, yaitu proses menghilangkan kotoran fisik yang terlihat dari suatu benda mati, seperti debu, duh, darah, dan lain-lain.
  2. Antisepsis, yaitu proses menurunkan jumlah mikroorganisme di kulit, mukosa, ataupun duh tubuh lainnya menggunakan zat antiseptik, misalnya povidon-iodin, alkohol 70%, dan peroksida.
  3. Asepsis dan teknik aseptik, yaitu proses menurunkan jumlah mikroorganisme sampai batas aman di permukaan hidup baik di kulit, jaringan ataupun permukaan benda mati yang akan digunakan dalam tindakan medis.
  4. Dekontaminasi, yaitu proses menginaktivasi dan menurunkan jumlah mikroorganisme pada benda mati sampai aman ditangani oleh petugas medis sebelum dibersihkan.
  5. Disinfeksi tingkat tinggi (DTT), yaitu proses menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora beberapa bakteri dengan cara merebus, mengukus, atau menggunakan disinfektan kimia.
  6. Sterilisasi, yaitu proses memusnahkan semua mikroorganisme termasuk endospora bakteri menggunakan uap panas bertekanan tinggi (otoklaf), panas kering (oven), atau radiasi.

Hand washing

Salah satu cara paling mudah dan sederhana untuk mencegah infeksi adalah dengan mencuci tangan/ hand washing. Kenapa, karena tangan biasanya menjadi tempat penularan patogen yang paling utama. Tangan kita bisa saja sembarangan menyentuh benda-benda lalu pindah ke mulut, hidung, mata, luka terbuka, dan lain-lainnya. Oleh sebab itu, tangan yang bersih akan menurunkan risiko infeksi.

Namun perlu diingat, mencuci tangan tetap prinsipnya adalah hanya pembersihan, yakni menghilangkan kotoran fisik yang terlihat dan mengurangi mikroorganisme sementara.

Bagi seorang tenaga medis, mencuci tangan dilakukan sebelum dan setelah melakukan hal-hal berikut ini:

  1. memeriksa dan kontak dengan pasien
  2. memakai dan melepas sarung tangan bedah steril sebelum operasi atau prosedur rutin
  3. menyiapkan dan mengonsumsi makanan
  4. pada situasi yang menyebabkan tangan terkontaminasi, yaitu: menyentuh benda kotor, membran mukosa, cairan tubuh, dan saat melakukan tindakan pada pasien (mengambil darah, periksa tekanan darah, tanda vital, dan lain-lain).
  5. masuk dan meninggalkan unit isolasi

Teknik mencuci tangan juga harus diperhatikan. Idealnya harus ada air mengalir, sabun, dan handuk kertas/ handuk bersih. Urutan cara mencuci tangan yang benar yaitu sebagai berikut:

  1. Buka keran air dan basahai kedua tangan.
  2. Ambil sabun taroh di tangan.
  3. Cuci tangan 7 langkah: telapak tangan, punggung tangan, sela jari, punggung jari, keliling ibu jari, ujung jari, pergelangan tangan.
  4. Bilas dengan air mengalir.
  5. Lap dengan kertas handuk/ handuk bersih.
  6. Matikan keran menggunakan bekas handuk tadi lalu buang ke tempat sampah.
Sumber: WHO

Beberapa hal yang diperhatikan saat mencuci tangan:

  • jika tidak ada keran air mengalir, tuangkan air menggunakan gayung
  • kontainer sabun cair harus kosong dan bersih sebelum diganti sabun baru
  • tidak dianjurkan memakai baskom berisi air meskipun diberi antiseptik
  • cuci tangan dengan hand-rub prinsipnya sama dengan di atas hanya saja tidak pakai air mengalir dan handuk

Cuci tangan bedah

Cuci tangan bedah yaitu cuci tangan sebelum tindakan operasi/ pembedahan, terutama sebelum memakai sarung tangan steril dan memegang benda-benda steril. Langkah-langkahnya antara lain:

  1. Lepaskan cincin, jam tangan dan gelang
  2. Basahi kedua belah tangan dan lengan bawah hingga siku dengan sabun dan air bersih. (jika menggunakan sikat, sikat itu harus bersih disterilisasi  atau DDT sebelum digunakan kembali. Jika digunakan spon, harus dibuang setelah digunakan).
  3. Bersihkan kuku dengan pembersih kuku
  4. Bilaslah tangan dan lengan bawah dengan air
  5. Gunakan bahan antiseptik pada seluruh tangan dan lengan bawah sampai bawah siku dan gosok tangan dan lengan bawah dengan kuat selama sekurang-kurangnya 2 menit.
  6. Angkat tangan lebih tinggi  dari siku, bilas tangan dan lengan bawah seluruhnya  dengan  air bersih
  7. Tegakkan kedua tangan keatas dan jauhkan dari badan, jangan sentuh permukaan atau benda apapun dan keringkan  kedua tangan itu dengan lap bersih dan kering atau keringkan dengan diangin-anginkan.
  8. Pakailah sarung tangan bedah yang steril atau DTT pada kedua tangan

Semoga bermanfaat. 🙂

Give a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s