Keliling Surabaya: Monumen Suro dan Boyo, Taman Bungkul, Masjid Cheng Ho, dan Soto Surabaya

Perjalanan saya di Surabaya kembali berlanjut di siang itu. Usai mengunjungi Museum Sampoerna, saya kemudian berniat pergi melihat kebun binatang di kota Surabaya yang katanya bagus sekali. Saya lihat di Google Maps, kebun binatang itu lokasinya juga berdekatan dengan ikon legendaris kota Surabaya yakni Patung “Suro” dan “Boyo”. Karena memang rasanya belum afdol datang ke Surabaya tanpa mengunjungi monumen buaya dan hiu yang berlaga itu, saya akhirnya memantapkan diri untuk pergi ke sana. Continue reading “Keliling Surabaya: Monumen Suro dan Boyo, Taman Bungkul, Masjid Cheng Ho, dan Soto Surabaya”

Demam Tifoid

Sudah lama tidak update tentang ilmu klinis. Berikut ini saya akan sedikit mencoba kembali mereview mengenai salah satu penyakit yang cukup sering dijumpai di fasilitas kesehatan layanan primer maupun di ruang gawat darurat. Yap, sesuai judulnya, demam tifoid, penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi dokter umum. Barangkali tulisan kali ini agak sedikit ilmiah dan menggunakan istilah kedokteran. Semoga bisa jadi bahan diskusi. Continue reading “Demam Tifoid”

Intoleransi Yahudi di Masjid Al Aqsa: Belajar dari Sejarah

Batin saya begitu tersentak mendengar kabar yang beredar dari Palestina seminggu terakhir ini. Ya, kabar itu datang dari Masjidil Aqsa, masjid suci ketiga bagi umat Islam, tempat dimana Nabi Muhammad saw mengalami peristiwa Isra’ Mi’raj. Masjid yang berdiri di kota Yerusalem itu kini seolah tersandra oleh kungkungan tentara Yahudi Israel. Mereka secara sewenang-wenang telah menutup kiblat pertama umat Islam itu dari segala aktivitas muslim. Umat Islam tidak lagi dizinkan berdoa, berdzikir, bahkan shalat di rumah Allah itu dengan leluasa. Bahkan niat suci mereka untuk beribadah harus dibayar dengan darah dan nyawa. Tentu saja, umat Islam manakah yang tidak tersakiti hatinya?

Continue reading “Intoleransi Yahudi di Masjid Al Aqsa: Belajar dari Sejarah”

Titik Nol, Makna Sebuah Perjalanan – Agustinus Wibowo [Book Review]

Ini buku luar biasa, terutama bagi penikmat perjalanan. Berawal dari persinggahan saya di Gramedia Padang selepas dinas di malam tahun baru itu, saya menemukan buku ini. Perjalanan menjadi tema, dan demi memupuk gelora traveling yang beberapa waktu ini mulai bercokol di benak saya, buku ini bak air laut yang membuat saya semakin haus setelah meminumnya.

Continue reading “Titik Nol, Makna Sebuah Perjalanan – Agustinus Wibowo [Book Review]”