Demam Tifoid

Sudah lama tidak update tentang ilmu klinis. Berikut ini saya akan sedikit mencoba kembali mereview mengenai salah satu penyakit yang cukup sering dijumpai di fasilitas kesehatan layanan primer maupun di ruang gawat darurat. Yap, sesuai judulnya, demam tifoid, penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi dokter umum. Barangkali tulisan kali ini agak sedikit ilmiah dan menggunakan istilah kedokteran. Semoga bisa jadi bahan diskusi. Continue reading “Demam Tifoid”

Nyeri Ulu Hati di Usia Tua, Waspada Jantung Koroner

Nyeri ulu hati, atau dalam keseharian dikenal dengan penyakit maag bagi orang awam, mungkin banyak dialami oleh masyarakat. Keluhan nyeri ulu hati biasanya disertai dengan perut kembung, mual, bahkan bisa muntah. Pada penyakit maag, atau dalam istilah medis dikenal dengan dispepsia, atau gastritis akut , keluhan-keluhan semacam ini sering timbul jika penderita makan secara tidak teratur atau mengkonsumsi makanan yang bersifat merangsang pembentukan gas asam lambung. Akibatnya terjadi produksi gas lambung yang berlebihan dan dapat diperparah jika ada iritasi di selaput lendir permukaan lambung sehingga terasa nyeri. Apalagi kalau penderita sering mengkonsumsi obat-obat anti nyeri secara sembarangan, perlukaan akan lebih berisiko bahkan bisa menjadi tukak.

Namun, nyeri ulu hati tidak selamanya murni disebabkan oleh gangguan lambung. Kadang-kadang nyeri ulu hati bisa disebabkan karena serangan jantung koroner (sindrom koroner akut/ SKA), terutama pada pasien usia lanjut (60 tahun ke atas).

Continue reading “Nyeri Ulu Hati di Usia Tua, Waspada Jantung Koroner”

Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah suatu kondisi dimana perfusi oksigen ke jaringan gak adekuat lagi akibat kehilangan cairan yang hebat, sehingga terjadi kegagalan banyak organ tubuh karena berkurangnya volume sirkulasi. Penyebabnya banyak, namun yang paling sering adalah akibat perdarahan hebat (syok hemoragik).

Dua macam penyebab syok hemoragik yang terbanyak adalah perdarahan akut akibat trauma dan perdarahan di saluran cerna. Bisa juga karena perdarahan akut di rongga thoraks dan abdomen.

Namun perlu diingat, selain perdarahan, syok hipovolemik juga bisa terjadi akibat hilangnya cairan pada penyakit gastroenteritis dan luka bakar yang hebat. Pada tulisan ini bakal difokuskan ke syok hemoragik saja.

http://aa2day.org/
(Image: http://aa2day.org/)

Continue reading “Syok Hipovolemik”

Hipoksia dan Terapi Oksigen

(image: http://images.wisegeek.com/)
(image: http://images.wisegeek.com/)

Terapi oksigen merupakan salah satu terapi yang paling mendasar dalam kasus gawat darurat medik. Terapi oksigen pertama kali mulai dipraktekkan sebagai salah satu moda terapi kasus gawat darurat pada tahun 1920 oleh Baruch dkk. Beberapa tahun setelahnya yakni pada awal tahun 1960-an, sebuah penelitian dasar membuktikan adanya perbaikan kualitas hidup pada pasien yang menderita penyakit paru obstruktif kronik setelah diberikan terapi oksigen ini. 🙂 Continue reading “Hipoksia dan Terapi Oksigen”

Review: Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi

Ilustrasi: health.detik.com

Akhir-akhir ini pro dan kontra tentang imunisasi menjadi topik yang cukup hangat dibicarakan di media sosial. Tak hanya dikalangan masyarakat awam, bahkan mungkin saja beberapa sejawat di dunia medis pun demikian. Mendengar beberapa sebutan baru seperti ‘komunitas anti vaksin’ atau ‘tolak vaksin’ dan sebagainya membuat kening ini sedikit berkerut dan dada sedikit menyesak. Hehe. Tentu saja hal ini membuat banyak orang menjadi bingung dan ragu-ragu tentang halal ataupun haramnya vaksinasi.

Baiklah, kali ini mungkin ingin sedikit men-share salah satu artikel menarik yang saya temukan di ranah internet yang mungkin dapat memberikan sedikit pencerahan, bagaimanakah Islam memandang imunisasi, bagaimana manfaat dan mudharatnya, bagaimana pendapat ulama dan ilmuwan tentangnya, dan tentu saja bagaimana sebaiknya kita bersikap.

Oke, bagi yang sangat penasaran dan ingin menelaah lebih jauh, silakan membaca uraian yang cukup panjang berikut ini. Saya sarankan sebelum membaca, jadilah netral, lalu tentukan keputusan setelahnya. 🙂
Continue reading “Review: Pro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi”

Kejang Demam

Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal > 38°C) akibat dari suatu proses ekstra kranial. Kejang berhubungan dengan demam, tetapi tidak terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab lain.

Kejang demam terjadi 2-4% pada anak usia 6 bulan – 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam. Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului dmam, pikirkan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP, atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam.

Ilustrasi: http://www.unitypoint.org

Continue reading “Kejang Demam”

Mengenal Penyakit Pengapuran Sendi (Osteoarthritis)

Ilustrasi (http://www.medicalobserver.com.au)

Pernah mengeluh sendi-sendi lutut sakit ketika berjalan? Semakin naik tangga semakin sakit? Semakin sendi digunakan semakin terasa nyeri? Mungkin saja itu salah satu pertanda dari penyakit pengapuran sendi. Penyakit pengapuran sendi atau dalam istilah kedokteran dikenal dengan osteoarthritis (OA) adalah penyakit yang ditandai dengan adanya perubahan dari bentuk dan struktur persendian akibat bertambahnya usia seseorang/ proses penuaan (degeneratif). Pada sendi tersebut telah terjadi perubahan dari struktur tulang rawan sendi (kartilago hialin), lempeng tulang sendi yang semakin menebal (sklerotik), munculnya tonjolan-tonjolan tulang di permukaan tulang tepian sendi (osteofit), meregangnya kapsul sendi dan melemahnya otot-otot penopang sendi.
Continue reading “Mengenal Penyakit Pengapuran Sendi (Osteoarthritis)”

Benda Asing di Telinga

A. ANATOMI FISIOLOGI TELINGA LUAR

Telinga luar terdiri dari daun telinga, liang telinga sampai membran timpani. Daun telinga (pinna/ aurikulla) berasal dari pinggir-pinggir celah brankial pertama dari arkus brankialis pertama dan kedua. Daun telinga disarafi oleh cabang aurikulotemporalis dari saraf mandibularis serta saraf aurikularis mayor dan oksipitalis minor yang merupakan cabang pleksus servikalis. Liang telinga berasal dari celah brankial pertama ektoderm. Membrana timpani mewakili membran penurup celah tersebut. Selama satu stadium perkembanganya, liang telinga akhirnya tertutup sama sekali oleh suatu sumbatan jaringan telinga tapi kemudian terbuka kembali, namun demikian kejadian ini mungkin merupakan suatu faktor penyebab dari beberapa kasus atresia atau stenosis pada liang telinga ini.6,7
Continue reading “Benda Asing di Telinga”

Rinosinusitis

A. ANATOMI FISIOLOGI HIDUNG DAN SINUS PARANASAL

1. HIDUNG

Hidung luar berbentuk piramid dengan bagian-bagiannya dari atas ke bawah: 1) pangkal hidung (bridge), 2) batang hidung (dorsum nasi), 3) puncak hidung (tip), 4) ala nasi, 5) kolumela dan 6) lubang hidung (nares anterior). Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit, jaringan ikat dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk melebarkan atau menyempitkan lubah hidung. Kerangka tulang terdiri dari 1) tulang hidung (os nasal), 2) prosesus frontalis os maksila dan 3) prosesus nasalis os frontal; sedangkan kerangka tulang rawan terdiri dari beberapa pasang tulang rawan yang terletak di bagian bawah hidung, yaitu 1) sepasang kartilago nasalis lateralis superior, 2) sepasang kartilago nasalis lateralis inferior (kartilago alar mayor) dan 3) tepi anterior kartilago septum.1
Continue reading “Rinosinusitis”

Otitis Media Supuratif Kronik

A. Definisi

Otitis media adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustakhius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.5 Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) atau yang biasa disebut “congek” adalah radang kronik telinga tengah dengan adanya lubang (perforasi) pada gendang telinga (membran timpani) dan riwayat keluarnya cairan (sekret) dari telinga (otore) lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul. Sekret mungkin serous, mukous, atau purulen.1,2,4

Otitis Media Akut (OMA) dengan perforasi membran timpani dapat menjadi otitis media supuratif kronik apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. Beberapa faktor yang menyebabkan OMA menjadi OMSK, antara lain: terapi yang terlambat diberikan, terapi yang tidak adekuat, virulensi kuman yang tinggi, daya tahan tubuh pasien yang rendah (gizi kurang), dan higiene yang buruk.5 Continue reading “Otitis Media Supuratif Kronik”