Poetries

Rumahmu Bukan di Sini

Biarlah sajak yang bercerita tentang semua prasangka Biarkan pula kaki menapak ke negeri-negeri pengelana Kadangkala ketika penat, sajak dan perjalanan adalah obatnya Barangkali lelah telah datang, atau jenuh melanda. Tidak ada salahnya berlaku khilaf, manusia tidaklah sempurna Bukankah Musa pernah membunuh, dan Yunus pernah minggat? Tapi sabar dan harapan adalah pengobat hati mereka Sampai bahagia… Continue reading Rumahmu Bukan di Sini

Poetries

Ibu

Ibu.. Terbuat dari apakah hatimu Begitu jernih, begitu bening, begitu menentramkan Tatkala ku terbangun dari balik selimutku Suaramu yang pertama kali ku dengar Senyum merekahmu yang selalu menawan Izinkanku mengucapkan selamat pagi pada hari-hariku Ibu.. Mimpi apakah aku semalam Melihatmu bagai titisan rembulan Yang menerangi setiap gelap di malam-malamku yang kelam Kau telah menuntunku berjalan… Continue reading Ibu

Dakwah, Poetries

Satu Jalan Cinta

Ada kalanya hati condong pada kebaikan Maka ikhlaslah dengannya Ada waktunya hati condong pada kebenaran Maka ikhlaslah dengannya Ada masanya hati condong pada keanggunan Maka ikhlaslah dengannya Ada zamannya hati condong pada keshalihan Maka ikhlaslah dengannya Dan ketika hati condong pada cahaya Maka tetaplah istiqamah dalam keikhlasan Meskipun langit dan bumi menjadi dinding penghalang yang… Continue reading Satu Jalan Cinta

Dakwah, Poetries

Ramadhan

Inilah waktu untuk kembali merenung Inilah waktu untuk kembali bermuhasabah Atas segala kekhilafan-kekhilafan yang sadar ataupun tidak telah terlakukan Atas segala akhlak yang sadar ataupun tidak telah menyakitkan   Inilah bulan penuh rahmat, semoga Allah senantiasa memberi rahmat Saat dimana shalat-shalat terkhusyu' bersemayam saat dimana ayat-ayat Qur'an menghiasi alam saat dimana hati dibersihkan dari jutaan… Continue reading Ramadhan

Poetries

Cermin

Wahai diri, tengoklah dirimu tersenyumlah engkau di depan cermin, akankah kau melihat senyummu? kalau tidak cobalah engkau tertawa, dapatkah kau melihat tawamu? atau cobalah menangis sekarang, dapatkah kau melihat tangismu? kenapa dengan dirimu? tak pandaikah lagi kau melihat ke dalam jiwamu itu? salah kau salah memahami dirimu sekarang sekalah cermin didepanmu dengan sentuhan jemarimu dan… Continue reading Cermin

Poetries

Masih Berarti

Aku melangkah seiring waktu berjalan Di kala itu alam menginginkanku menggenggamnya Aku yang lemah tiada bertenaga ini seperti di angkat sukma ke tahta para penguasa yang senantiasa ku elakkan   Aku menghadapinya dengan cukup sabar cacian dan makian, hentakan suara-suara menggelegar meski sering membuatku menatap bumi yang bergelombang namun malaikat hatiku berkata aku bisa melewatinya… Continue reading Masih Berarti

Dakwah, Poetries

Tetaplah Menulis

Tetaplah menulis selagi masih ada tinta di pena selagi masih ada secercah tenaga selagi benakmu bekerja Tetaplah menulis menuliskan kebaikan menuliskan ilmu pengetahuan menuliskan kebajikan Tetaplah menulis meski hanya satu ayat penerang jiwamu di suatu saat pelepas dahaga pencari ma'rifat Tetaplah menulis dengan semangat meski tanganmu penat meski dahimu berkeringat cukuplah senyummu menjadi isyarat bahwa… Continue reading Tetaplah Menulis

Poetries

Ikatan

Ada kalanya saat ku menatap pasir nan berserakan wujudnya satu namun tak pernah menyatu aku bertanya mengapa mereka demikian namun mereka bisu, hanya ingin memperlihatkan saat menyapu kekasarannya dengan jemari saat dimana kehidupan mengajarkan arti sebuah nadi yang berdiri sendiri sendiri akan indah jika bertali bukan ikatan yang lemah meskipun rontok dan dihembus angin mereka… Continue reading Ikatan