Kelahiran Si Bujang yang Tidak Biasa

Tiga belas September 2021 barangkali adalah hari yang paling mendebarkan sekaligus menakjubkan seumur hidup saya. Si bujang, anak kedua, lahir spontan di kamar rumah kami, setelah umminya mengeluh nyeri tak lebih dari satu jam. Hal ini tidak seperti teori yang mengatakan bahwa pada kehamilan kedua ini, sejak nyeri persalinan muncul, setidaknya diperlukan waktu sekitar 6 jam hingga pembukaan rahim menjadi lengkap. Namun kiranya tidak. “Kun Fayakun.” Sungguh singkat, subhanallah, si bujang lahir begitu saja ketika Umminya turun dari dipan, literally saat sedang berdiri, hendak berangkat ke UGD. Anak kedua kami lahir disambut langsung oleh Abinya, yang tangannya bergetar hebat, pikirannya terbang, dan kini lengan dan bahunya berlumuran darah dan sisa cairan ketuban.

Continue reading “Kelahiran Si Bujang yang Tidak Biasa”

Mengidap COVID-19 di Hari Nan Fitri

Qadarullah, virus SARS-CoV-2 itu akhirnya bersarang di badan saya. Viral load yang tinggi tiga hari sebelum hari raya Idul Fitri itu rasanya sangat tidak mengenakkan. Rencana lebaran bersama orang tua batal sudah. Mungkin ini teguran dari Allah jua. Setelah berjuang selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan setiap pergi keluar rumah, siapa sangka virus itu datang langsung ke rumah kami. Semua anggota keluarga, positif COVID-19.

Continue reading “Mengidap COVID-19 di Hari Nan Fitri”

Bertualang bersama Bocil ke Payakumbuh

Bulan Ramadhan selalu menjadi momen tersendiri bersama Rayya, si bocil. Tahun lalu, Ramadhan kami terasa berbeda, karena si Abi sering pergi habis subuh ke lab dan pulang pas mau magrib. Meski begitu momen berbuka kami yang hanya bertiga di tengah suasana awal-awal pandemi tetap terasa spesial. Tahun ini, di Ramadhan 1442 H, alhamdulillah kami bertiga bisa pulang ke Payakumbuh, kampung si Abi.

Continue reading “Bertualang bersama Bocil ke Payakumbuh”