Teman Baik versus Toksik dan Cara Menyikapinya

Istilah toksik barangkali menggambarkan sesuatu yang merusak secara perlahan. Tidak hanya dalam ilmu kedokteran, tetapi dalam artian luas, toksik itu merugikan. Dihadapkan pada kehidupan sosial pertemanan, istilah toksik pun hadir. Barangkali kita punya pengalaman masing-masing tentang hubungan pertemanan yang gak baik seperti ini. Menyakitkan, menyudutkan, membuat murung, tidak bersemangat, dan cendrung membuat gelisah dan menyalahkan…

Alasan untuk Tidak Minder di dalam Islam

Pernahkah kita merasa tidak yakin dengan kemampuan diri? Atau, menganggap diri tidak cukup baik, kurang ini kurang itu? Berpikir bahwa orang lain akan jauh lebih mampu sementara kita ragu? Atau menganggap orang lain lebih baik dari kita dalam berbagai urusan dan pencapaian? Jika pernah, naudzubillah, barangkali kita tengah mengidap penyakit rendah diri, alias minder. Maka,…

Catatan Akhir Tahun

Di sebuah pagi yang gerimis, saya tersadar bahwa penghujung tahun telah berada di sini. Dua ribu dua puluh mungkin akan dikenang menjadi tahun yang berbeda, mengingat seluruh manusia dipaksa beradaptasi dengan wabah. Untuk bertemu dengan siapapun saja mesti dibarengi dengan rasa was-was. Lalu pemikiran-pemikiran paranoid menggema, ditantang oleh rasa ketidakpedulian. Dua kutub logika yang dua-duanya…

Panorama di Balik Kaca Kemudi

Hidup terus berlalu bagai roda yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Ada kalanya kita merasakan kucuran semangat, namun suatu saat datang pula sebaliknya. Keduanya mengaduk emosi, bagaikan ketika pedal gas sedalam pijakan berganti dengan hentakan rem mendadak. Duar, semuanya bergejolak.

Balada Muslim Kaffah: 7 Kiat Agar Lebih Istiqamah

Indeed, those who have said, “Our Lord is Allah ” and then remained on a right course – the angels will descend upon them, [saying], “Do not fear and do not grieve but receive good tidings of Paradise, which you were promised. (Allah SWT – QS. Fusshilat: 40) Beberapa hari yang lalu saya sempat merenung…

Hijrah

Suatu ketika pikiran saya sempat terusik, sudah benarkah tujuan hidup saya? Bercermin dari pengalaman, keberhasilan dan kegagalan begitu memutar balik perasaan. Senang sedih, bahagia kecewa. Apakah impian saya begitu duniawi? Padahal dunia ini hanyalah remeh temeh persinggahan, tidak dibawa mati ataupun kekal.

Rumahmu Bukan di Sini

Biarlah sajak yang bercerita tentang semua prasangka Biarkan pula kaki menapak ke negeri-negeri pengelana Kadangkala ketika penat, sajak dan perjalanan adalah obatnya Barangkali lelah telah datang, atau jenuh melanda.

Agar Impian itu Lebih Bermakna

Semua orang mungkin punya impian untuk diraih. Tanpa impian mungkin hidup ini akan terasa hambar. Jika tidaklah dikatakan impian, paling tidak namanya keinginan. Itulah yang membedakan manusia dari malaikat kan? Tapi akal yang dianugerahkan Allah kepada kita tentu saja bisa menimbang baik dan buruknya keinginan, akal lah yang mampu mengontrol keinginan itu, sekaligus memikirkan bagaimana…

Arti Hidup

Ku lihat detik jarum jam terus berlalu Sementara aku masih termangu Menatap waktu yang tiada terasa terus melaju Menanyakan siapa aku, kemana aku, apa yang ku tuju Ya, aku memang belakangan ini sering menatapmu Wahai makhluk Allah yang tersebut namanya di dalam wahyu ‘Demi waktu’, bahkan Ia bersumpah demi dirimu Akankah kau ingin menjadi sahabatku?

Fitnah Cinta

Beranjak dewasa, tiada mengapa pemuda itu mulai merasakan suka, jika hal itu belumlah lagi bisa didefinisikan sebagai cinta. Suka kepada keindahan yang tampak oleh kedua matanya, suka kepada hal yang diingininya. Ia adalah seorang perempuan yang rupawan, indah akhlaknya, dan pemahaman agamanya terlihat dari penampilannya. Tidak ada alasan khusus untuk menyukainya, rasa itu hanya muncul…

Sabar dan Maafkanlah

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap kita pasti memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Namun, kadangkala seseorang sengaja atau tidak sengaja menyebarkan kekurangan kita itu sampai kita merasa dipermalukan di depan umum, sehingga kita merasa malu, marah, kecewa dan sedih. Bahkan kadang kita merasa tidak punya kelebihan sama sekali.